Makna Kurban di Hari Raya Idul Adha: Tatacara Haji dan Idul Adha itu Meniru Tatacara Paskah dan Kurban Yahudi

Tatacara kurban itu dilakukan secara universal di seluruh dunia. Contohnya adalah tatacara Maya, Aztec, pemujaan dewa Shiva (Syiwa) dan dewi Kali di India dan candi-candi Hindu di Indonesia, kemudian yang jelas sekali adalah pemujaan pada dewa-dewi Timur Tengah kuno antara lain Ishtar, Baal, dan yang paling jelas adalah Yahweh. Seluruh kitab Imamat di Bible bahkan mencatat tatacara permintaan Yahweh yang berpusat pada pemotongan hewan kurban, untuk penebusan dosa, untuk keselamatan, untuk keberuntungan, untuk macam-macam.
(Imamat 1:2) Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba.
(5) Kemudian haruslah ia menyembelih lembu itu di hadapan TUHAN, dan anak-anak Harun, imam-imam itu, harus mempersembahkan darah lembu itu dan menyiramkannya pada sekeliling mezbah yang di depan pintu Kemah Pertemuan.
Semua dengan ciri khas ada altar untuk pengurbanan hewan dan manusia. Bahkan ada sesaji melukai dan memotong bagian tubuh sendiri untuk dipersembahkan. Darah dan nyawa. Contoh terbaik pengurbanan manusia adalah kisah Nabi Ibrahim yang hendak mengurbankan anak sendiri, suatu kebiasaan yang umum di masa manusia primitif.

Coba bayangkan, di jaman modern begini masih banyak orang percaya kesalahan konsep tentang Tuhan, katanya Tuhan maha adil dan maha memberi tetapi menyangka bahwa Tuhan itu bisa disuap dengan sesaji penderitaan, menyangka bahwa Tuhan itu begitu ganas sehingga Tuhan hatinya disukakan melihat ciptaannya sendiri berdarah-darah.

Tatacara Haji dan Idul Adha itu Meniru Tatacara Paskah dan Kurban Yahudi 

Tatacara kurban atau Idul Adha Islam itu sama persis dengan tatacara Paskah Yahudi jaman dulu. Baca penjelasannya dan bagaimana solusinya di bawah.



Tiap tahun, orang Yahudi pada masa sebelum dan saat Isa Almasih di dunia selalu datang dari semua penjuru dunia dan berkumpul di Jerusalem untuk merayakan hari raya Paskah atau Pesach, hari peringatan kelepasan mereka dari Mesir. Cirinya adalah pemotongan domba Paskah.
Keluaran 12:11  Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.*)
Keluaran 12:21  Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
Keluaran 12:27  maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita." Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah.
*) TUHAN dalam huruf besar adalah terjemahan dari kata YAHWEH, YHWH yang namanya tidak boleh ditulis sembarangan oleh orang Yahudi.   
Agama Yahudi itu dasarnya adalah ajaran Nabi Ibrahim yang mengajarkan tentang beriman dan kurban (manusia), kemudian dikembangkan Musa menjadi kurban hewan dan Yahweh dewa gunung Horeb. Belakangan datang banyak nabi yang memperbaiki konsepsi keagamaan Yahudi ini, Yesaya, Jeremia, dan sebagainya, yang mengajarkan keadilan dan taubat, kebaikan dan ketaatan. Para ulama memegang kekuasaan. Akhirnya terbentuklah sistem agama Yahudi yang adalah agama hukum dan tatacara. Agama Yahudi adalah agama syariat dan kurban tetap dilaksanakan pada hari Paskah.  Dalam sistem ini rakyat disuruh taat pada hukum agama yang berat. Tidak ada kebahagiaan. Lihat itu takbir Idul Adha di malam buta lebih mirip lolongan dan film horor, dengan nada minor, menangis dan memelas, tanpa iringan alat musik dan tanpa kegembiraan.  

Lalu terakhir Isa Almasih yang diutus untuk mengabarkan Tuhan yang pengasih dan penyayang, kemajuan dari konsepsi Yahudi yang berpusat pada syariat Musa. Isa bahkan tidak memakai nama Yahweh atau Elohim. Isa menggunakan istilah baru menyebut Tuhan yaitu ABBA atau Bapak. Isa mengabarkan kabar baik, manusia adalah anak-anak Tuhan, dan manusia mulai bersukacita karena status yang baru, yang cukup diterima dengan iman.  Nyanyian pengikut Isa itu nyanyian kebebasan dan kemenangan, kepastian dan jaminan syurga, nadanya  bukan minor tetapi mayor dan penuh ritme dan alat musik.

Isa melarang pengurbanan kambing sapi itu, dan sudah menggantikannya dengan tatacara Perjamuan Suci yaitu makan roti dan minum anggur yang adalah perlambang daging dan darah, dan kemudian diperkuat oleh kematian Isa Almasih disalib, yang dianggap pengikutnya merupakan kurban penebusan terakhir menggenapi dan membatalkan semua tatacara kurban Yahudi sebelumnya. Isa dianggap melakukan penebusan terhadap murka Yahweh Yahudi yang pemarah dan pencemburu itu. (Ini ajaran keliru tentang Tuhan.)

Isa terkenal welas asih dan tidak pernah marah. Peristiwa satu-satunya Isa Almasih marah dan bahkan mengamuk adalah pada saat hari raya Paskah, saat pengurbanan dan orang sibuk berdagang kambing mengotori bait suci. Ini menjadi awasan bagi kalian yang suka mengotori halaman tempat ibadah suci kalian, bahwa Allah yang pengasih dan maha penyayang dan pengampun itu membenci tatacara kurban yang keji ini. Potong kambing jangan di halaman masjid atau sekolah. Apalagi penderitaan hewan untuk ditontonkan pada banyak anak kecil seperti itu. Kalian yang masih menunggu Isa Almasih sebagai pamungkas akhir zaman menghadapi Addajal jangan pernah lakukan tatacara sadis permintaan Yahweh ini, karena Dajjal itu menurutku adalah Yahweh itu yang memang suka tumbal sajen darah dan nyawa.

Isa ditolak oleh orang Farisi dan legislatif Yahudi, Sanhedrin, karena kalau ajaran Isa diterima, maka para pemuka ini akan kehilangan kuasa atas orang Yahudi melalui sistem syariat hukum agama yang disebut Taurat itu. Isa ditangkap dan dibunuh oleh mereka. Padahal Isa sudah meramalkan kehancuran Yahudi jika terus berjuang melawan penjajah seperti itu. Isa mengabarkan Allah yang rohaniyah sehingga tidak perlu kerajaan dunia untuk eksis. Isa mengabarkan sistem hukum rohaniyah, bukan sistem hukum agama Taurat yang mengharuskan angkat senjata melawan penjajah. Mereka tidak terima injil baru ini dengan alasan politik, dan membunuh Isa, tanggal 7 bulan April tahun 30 Masehi.

Lalu ramalan Isa terbukti 40 tahun kemudian. Kutukan hukum karma membunuh utusan Allah mereka tanggung.

Pada tahun 70 Masehi, mereka melakukan Paskah untuk terakhir kalinya, sejuta lebih orang berkumpul di Jerusalem. Pasukan Romawi datang dan mengepung kota itu, dan menghabisi hampir seluruh orang yang datang berhaji ke Jerusalem itu.

Pengikut Nabi Isa dari semula TIDAK lagi melakukan tatacara kurban ini sesuai keterangan di atas. Alasannya jelas. Kalau Tuhan itu pengampun dan pengasih, untuk apa kekejaman pada hewan ini dilakukan?? Isa jelas mengganti tatacara Paskah ini dengan tatacara makan dan minum dan bahkan mengurbankan dirinya sebagai "Anak Domba Allah" menurut pengikutnya. Lalu untuk apa semua tatacara kekejaman khas pemujaan setan dan dewa dewi kuno pada Yahweh ini??

Semua tafsiran dan dogma sentral kristen tentang penebusan itu hanya didasarkan usaha mencocokkan konsep Yahweh yang menakutkan dan fakta Jesus wafat disalib. Doktrin penebusan hanyalah usaha untuk membuat orang Yahudi percaya. Tetapi itu tidak terjadi. Alih-alih membuat orang Yahudi percaya, Paulus dkk membuat ajaran baru yang sesat mengenai penebusan, ajaran yang TIDAK diajarkan oleh Isa Almasih. Yahudi tidak mau percaya sampai hari ini. Berpegang pada ajaran dosa asal dan penebusan yang keliru ini, Kristen sekarang ditolak orang Islam yang menganggap ajaran penebusan ini tidak masuk akal. Alih-alih membuat orang sedunia percaya, gereja Kristen sendiri yang membuat orang Yahudi plus Islam menolak Jesus!

Gereja Kristen, jangan salahkan orang Islam kalau kalian nanti diadili oleh Isa Almasih. Salahkan dirimu sendiri mengapa mengabarkan "injil" yang menyimpang dari ajaran Isa Almasih. Isa Almasih tidak mengajarkan dirinya menjadi kurban untuk menyenangkan Yahweh (yang memang ganas dan suka kurban seperti dicatat di kitab-kitab Yahudi). Isa itu kurban kekejaman Yahweh dan para pengikutnya.

Antara tahun 70 sampai 600 Masehi, tatacara kurban hilang. Kurban di Jerusalem dihentikan. Yahweh gigit jari tidak dapat suguhan darah dan nyawa lagi. Orang Timur Tengah belajar agama rohaniyah dan kedamaian, bukan agama tatacara dan hukum lagi.

Kebangkitan Sistem Yahweh melalui Islam 

Lalu muncullah Islam saat itu di daerah yang belum mengenal syariat agama, Arab.

Arab dengan cepat mengikuti jejak Yahudi dengan menerima syariat agama.

Tiba-tiba, Nabi Muhammad melakukan pengurbanan lagi! dan ini aku duga karena pengaruh orang-orang terdekat Nabi, yang adalah orang YAHUDI semacam Abu Hurairah yang menulis sebagian besar hadis shahih.

Islam meniru tradisi agama sebelumnya bukan barang baru. Puasa, haram halal, babi haram, sunat, sholat, haji, sistem politik (terutama  majelis syuro), sistem agama, dan banyak lagi. Satu dua ajaran dari Kristen, sedikit dari ajaran Isa, tetapi sebagian terbesar adalah dari agama Yahudi. Lihat di link itu semua buktinya. Hampir semua konsepsi ketuhanan, sistem politik dan hukum, sistem sosial, dan tatacaranya ditiru persis. Bahkan caranya menyebarkan agama (seperti ditunjukkan kekhalifahan baru Abubakar al Baghdadi ISIS di tahun 2014) lebih canggih bagi. Agama syariat itu diekspor ke seluruh dunia dengan pedang. Yahweh memakai nama baru untuk mempropagandakan sistem lama dia ke seluruh dunia.

Tidak terkecuali rupanya ini, tatacara qurban yang menjadi inti syariat.

Maka Nabi Muhammad mengatakan bahwa kurban itu untuk pengampunan dosa pada kisah hadis berikut ini.
Dalam satu riwayat Aisyah disebutkan Nabi Muhammad SAW bersabda: "Tidakkah keturunan Adam melakukan suatu perbuatan pada hari nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah? Hewan sembelihan itu akan datang pada hari kiamat membawa tanduknya, kuku, dan bulunya. Sesungguhnya darah hewan sembelihan itu sampai pada Allah lebih dahulu daripada sampai ke tanah. Maka sucikanlah diri kamu dengannya." (Riwayat Ibnu Majah dan At-Tarmizi). Hadis sahih dari Anas bin Malik "Nabi SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibasy yang berwarna amlah dan bertanduk, yang beliau sembelih sendiri dengan tangan beliau sendiri dengan menyebut nama Allah dan bertakbir lalu meletakkan kaki beliau pada bagian kedua belikatnya."
“ dalam rangka menghidupkan sunnah para nabi terdahulu, khususnya sunnah Nabi Ibrahim, yang dikenal sebagai Bapak agama monoteisme (Tauhid), Ibadah qurban berasal dari pengurbanan agung yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim terhadap puteranya yang memenuhi perintah Allah."
“Allah sangat menghargai dan memuji pengurbanan Nabi Ibrahim yang dilandasi oleh iman dan takwanya yang tinggi dan murni, kemudian mengganti puteranya Ismail yang akan dikurbankan itu dengan seekor hewan domba yang besar (QS Ash-Shaffat, 37:107)."
“dalam rangka menghidupkan makna takbir di Hari Raya Idul Adha, dari tgl 10 hingga 13 Dzul-Hijjah, yakni Hari Nasar (penyembelihan) dan hari-hari tasyriq. Memang Syari-at agama kita menggariskan, bahwa pada setiap Hari Raya, baik Idul Fitri ataupun Idul Adha, setiap orang Islam diperintahkan untuk mengumandangkan takbir."
Lihat juga http://www.duriyat.or.id/qurban.htm

Mengubah Konsepsi Manusia tentang Tuhan 

Dasar ajaran Kurban adalah untuk menyenangkan Tuhan atas dosa dan kesalahan manusia. Kurban adalah tumbal untuk membayar menyuap Tuhan agar berkenan dan mengampuni dosa serta melimpahkan nikmat  tidak menimpakan murka dan azab. 

Itu adalah anggapan Yahudi sebelum kedatangan Isa.

Meja perayaan Paskah orang Yahudi sekarang. 
Sekarang Tuhan tidak lagi dianggap pemurka demikian. Orang Yahudi pun sekarang merayakan Pesach atau Paskah dengan makan-makan.

Orang Kristen sekarang merayakan Paskah dengan ke gereja menghormati kematian dan kebangkitan Isa Almasih. Minum makan perjamuan suci simbolis penderitaan Isa. Sudah sangat beradab.

Hanya orang Islam yang masih primitif merayakan Idul Adha dengan tatacara pemujaan kurban berdarah-darah itu, di jalanan dan di tempat umum. Masih sangat tidak beretika bahkan tidak beradab.

Dan itu bisa diubah dengan mengubah konsepsi manusia tentang Tuhan.

Pertama, sadarilah bahwa ajaran pokok qurban ini diperintahkan oleh Yahweh dewa Yahudi, jauh sebelum Islam dan Kristen ada. Hentikan mengikuti Yahweh yang penuh azab dan murka ini!!

Kedua, tatacara kurban, haram halal, dan puasa itu terus terang disebutkan "mengikuti umat sebelum kamu."
Umat dan tatacara yang mana? Bukan satu, banyak contohnya:
1. Puasa itu mengikuti orang Kristen Syria sebelumnya yang puasa 40 hari untuk mengikuti Isa. Yahudi tidak punya tatacara puasa sebulan. Sekarang orang Kristen sudah sadar bahwa puasa seperti itu bukan wajib. Mereka tidak melakukannya lagi. Lalu mengapa Islam masih terus menerus melakukannya? Apa benar korupsi turun, ekonomi maju, penemuan ilmiah maju, jika berpuasa 30 hari??
2. Babi haram itu diturunkan dari tatacara penyembah dewa Seth di Mesir kuno yang pernah menjelma jadi babi, jadi pengikutnya dilarang makan babi takutnya makan penjelmaan Seth. Logika ini sama seperti larangan makan sapi di India. Musa dan orang Yahudi yang membawa haram ini dari Mesir. Orang Kristen tidak mengikuti aturan ini sebab kata Isa Almasih begini kira2: "Bukan yang masuk mulut yang menajiskan orang di hadapan Tuhan, melainkan yang keluar dari dalam hati, segala niat kejahatan muncul dari dalam hati."  Lalu pertanyaannya mengapa orang Islam tidak mengikuti umat Kristen yang sudah melakukan reformasi tetapi mengikuti tatacara Yahudi yang diperintahkan Yahweh itu??
3. Kurban itu dilakukan umat sebelum Muhammad oleh orang Yahudi. Mereka datang berhaji ziarah ke Jerusalem setahun sekali dan mengurbankan kambing domba. Lagi-lagi Isa sudah membatalkan dan mengganti tatacara ini dengan yang lebih simbolis dan beradab yaitu makan dan minum "roti dan anggur" perjamuan suci. Lalu pertanyaannya, mengapa Islam tidak mengikuti versi reformasi yang lebih baik dari Isa tetapi lagi-lagi mengikuti syariat umat sebelumnya lagi yaitu Yahudi???  

Aku mencurigai pengaruh orang-orang Yahudi semacam Abu Hurairah yang membusukkan agama Islam dan mengajarkan tatacara ini sehingga diikuti Muhammad dan pengikutnya sampai hari ini tanpa mereka tahu maknanya. Mengapa Islam yang katanya mengajarkan bismillahirramanirahiim ini prakteknya hampir semua memakai tatacara Yahudi yang Yahwehnya itu menakutkan, tidak pengasih dan tidak pengampun??? Aku tidak tahu siapa yang tolol di sini, tetapi ini adalah penipuan terencana dari Yahwehnya orang Yahudi untuk minta makan tumbal seperti yang dulu ia nikmati dari orang Yahudi tetapi kemudian dihentikan oleh Isa Almasih. Masa Yahweh minta sesaji untuk makan dari orang Yahudi dan menjanjikan keberuntungan sebagai imbalannya?? Tuhan yang tidak beradab, tidak bermartabat, jelek adatnya, cemburuan, gampang ngambek dan suka kurban. Itulah de facto Yahweh di Bible yang tatacara kurbannya masih diikuti orang Islam susah payah patungan beli sapi tanpa mereka tahu asal usulnya dari "umat sebelum kamu" itu.  

Islam adalah kurban penipuan Yahweh yang cemburuan, penuh azab dan murka neraka, dan sistem syariat Yahudinya.

Isa datang dan dengan hidupnya Isa membantah dasar ajaran pokok Tuhan penuh azab ini. Isa memperkenalkan Allah adalah BAPAK sem/ua manusia yang maha pengasih dan penyayang, yang meskipun DIA adil dan mengizinkan manusia mengalami azab akibat dosanya namun sesungguhnya Allah SWT itu penolong, pengampun dan tidak butuh kurban hewan untuk pengampunan dosa, apalagi untuk tumbal pesugihan atau keberuntungan hidup.

Hidupnya Isa membuktikan hal itu. Isa mengaku diutus oleh Tuhan, Bapaknya, dan ia membuktikannya dalam hidupnya, melalui perbuatan baik, dan bahkan melalui kuasa membangkitkan orang mati.

Kalau saja Isa hidup hari ini, maka tentulah dia akan mengajarkan Allah SWT dengan konsep tertinggi demikian. Jangan turunkan konsep kita tentang Allah SWT ke level pemujaan kuno seperti yang ditunjukkan oleh tatacara qurban. Hentikan tatacara takhayul tidak berguna itu. Kalau niat kita adalah sosial, mengapa tidak kita berikan dalam wujud yang lebih baik dan beradab? Cukup makna berkurban itu saja yang dikhotbahkan untuk mengubah hati manusia, tidak perlu lagi ritual "memberi makan Yahweh" ini.

Bacaan Lebih Lanjut: 

Siapa itu Yahweh yang Memerintahkan Kurban Darah dan Nyawa itu dan Hubungannya dengan Pemujaan Setan? Di sebelah ini adalah gambarnya seperti yang dilihat manusia yang pernah diculik dan berjumpa Yahweh di pesawat induknya. Bahwa sekarang ada juga nabi Yahweh yang bisa mengundang UFO datang. Yahweh betul-betul alien sebagai makhluk yang suka makan daging dan darah. Manusia dan hewan di planet ini dimakan olehnya. Yahweh menipu manusia dengan sistem agamanya demi mendapat makan gratis. Kalau ada pelaku paranormal tahu apa yg aku maksudkan dengan tujuan tumbal dan sesaji itu untuk apa.

Caranya Yahudi Melakukan Ritual Pembunuhannya sampai sekarang Jika Isa Almasih saja mereka bunuh, mengapa tidak pada yang lain? Caranya mirip yang dilakukan pengikut setan dan iluminati.

ISIS atau Negara Islam yang juga memotong leher tawanan dan hubungannya dengan Yahudi dan Dajjal

Melacak asal usul dan makna Kurban dalam berbagai bangsa dan agama kuno

Merdeka dari belenggu perbudakan tatacara dan hukum Agama Syariat kepada Agama Rohaniyah Pokok ajaran Isa Almasih yang membebaskan manusia dari tatacara fisik potong memotong yang sementara dan mengangkatnya kepada agama rohaniyah yang abadi.

Apa saja pokok perbedaan agama Yahudi dan dan agama yang dibawa Isa Almasih?  paparan satu persatu poin penjelasan apa itu yang bisa disebut agama.

Isa yang pernah marah besar pada hari pemotongan hewan kurban. Satu kali saja Isa Almasih mengamuk dan tidak kebetulan bahwa itu terjadi pada saat pemotongan hewan kurban di Jerusalem.


Apa saja ajaran Isa?

Ajaran Almasih tentang Agama

Kronologi Yahudi, Kristen, dan Islam - dan Reformasi Masa Depan Islam

Problema Terbesar Agama Syariat: Dibajak oleh Dajjal untuk Kekuasaan Duniawi, Studi Kasus ISIS, Kekerasan untuk Pembelaan dan Penyebaran Agama, dan kasus mengenai perbedaaan aliran Shiah dan Sunni.


Hijrah dari Jalan yang Lurus

Solusi satu-satunya untuk Islam: Back to The Start : Misteri Keimanan Muhammad yang Asli tentang Isa Almasih Jalan yang Lurus

KEMBALI KE TITIK AWAL SEBELUM MENYIMPANG DARI JALAN YANG LURUS




2 komentar:

ervan asri mengatakan...

Orang Kristen tidak mengadakan lagi penyembelihan domba Paskah, karena penebusan dosa oleh darah domba , hanya sbg lambang. Dan saat yg benar / aslinya sudah ada , digenapi oleh Yesus dikayu Salib, maka TIDAK PERLU lagi penyembelihan domba itu
Kasihan mereka yg masih melakukan hal itu , disebabkan karena KETIDAK MENGERTIAN mereka , melakukan hal yg sia2

Furniture Jepara mengatakan...

informasi yang sangat bermanfaat.. terimakasih