World Cup dan Persatuan Dunia

World Cup adalah contoh olahraga bisa menjadi pemersatu dunia. Mari kita sama-sama belajar.

1. Bola menyatukan dunia, sementara agama dan politik memecah-belah dan menyebabkan perang dan kejahatan tidak ada habisnya. Agama yang demikian itu adalah agama yang primitif, yang hendak kembali ke tatacara dan kebiadaban padang pasir abad dulu.






2. Bola menunjukkan Emansipasi perempuan, sementara agama menurunkan derajat perempuan menjadi warga nomor dua, bahkan kadang menjadikannya milik lelaki dan barang yang tidak ada harganya.

Dan ini:


3. Bola menunjukkan kegembiraan, sementara agama menekan dan membuat manusia stres.






Agama dengan semua kebiasaannya perlu direformasi sesuai kemajuan peradaban modern. Semua tatacaranya harus dievaluasi. Kita sudah biasa mengulang-ulang tatacara tanpa kita sadari maknanya apa. Tatacara tidak boleh lagi menyusahkan manusia. Tidak boleh lagi tempat agama memasang speaker keras2 sepanjang malam sepanjang waktu dan meresahkan hidup warga. Tidak boleh lagi tatacara wajib puasa 30 hari tanpa diketahui apa asal usulnya dan manfaatnya. Tidak boleh lagi orang memaksakan agamanya pada orang lain.

SATU SUMBER DARI KEJAHATAN AGAMA ADALAH  KESALAHAN AJARAN KONSEP TENTANG ALLAH YANG MENAKUTKAN DAN MENGERIKAN.
Ajaran seperti  itu ajaran salah. Ajaran yang disengaja oleh oknum gaib tidak bertanggung jawab untuk menjajah manusia dalam ketakutan dan kebodohan. Manusia diprogram untuk mengulang-ulang tatacara dan dikuasai dengan mudah. Sebuah penjajahan manusia dengan metode ideologi atau ibadah, yang akhirnya berbuah kejahatan.

Allah itu adalah Pengasih dan Penyayang seperti yang diajarkan dan diperagakan dalam hidup Isa Almasih. Hanya Isa Almasih yang membuktikan dirinya hidup lagi setelah mati, dan hanya orang yang melakukan prinsip yang dilakukan Isa itulah yang ahli surga.

Isa bahkan tidak mengajarkan tradisi tatacara apapun. Ia mewariskan sebuah ajaran pokok Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Allah yang ia sebut Abba atau Bapak. Allah yang menaruh RuhNya dalam batin kita, sehingga kita manusia disebut anak-anak Tuhan, Sesama anak-anak Allah yang memiliki kesatuan spiritual sehingga tidak boleh kita saling mengkafirkan.

Aku tahu ajaran ini sering dianggap syirik, tetapi demikianlah ajaran pokok Isa. Suatu pemuliaan konsep ketuhanan anggapan manusia dari Allah orang Israel yang kejam dan menakutkan (lihat video2 diatas) menjadi Allah yang baik, pengasih dan penyayang, sehingga dijuluki istilah BAPAK.

Dalam bahasa jawa "dianakke" artinya dijadikan ada, digelari atau diangkat jadi anak, sesuatu yang istimewa, bukan artinya anak itu hasil dari kawin tuhan lelaki dan perempuan seperti anggapan agama2 penyembah berhala dulu di Arab di masa Muhammad dulu menyampaikan larangan syirik itu.

Itulah ajaran Isa Almasih yang patut dipegang. Suatu reformasi konsep kepercayaan dalam benak manusia.

Hanya Isa Almasih yang membuktikan dirinya hidup lagi setelah mati, atau boleh juga kalian percaya beliau naik ke sisi Allah, sama saja, digelari yang terkemuka di bumi dan akhirat, dan hanya orang yang melakukan prinsip yang dilakukan Isa itulah yang ahli surga.

Kalau semua bangsa mengaku Tuhan adalah bapak keluarga besar umat manusia, berhentilah semua perang, dan mereka akan belajar bergaul penuh cinta dengan sesama saudara mereka. Kalau bangsa-bangsa percaya Tuhan yang pengasih, berhentilah semua yang jahat: penindasan perempuan, kekerasan agama, penindasan dari tatacara dan hukum syariat agama yang kejam itu, dan pemaksaan agama dengan tipu-tipu dan dengan kekerasan.
Kalau semua mengaku Tuhan sudah menaruh RuhNya dalam hati semua orang, maka agama yang wajib kita anut dan terbukti adalah agama ruhaniyah atau agama spiritual. Agama yang pada dasarnya adalah hubungan dengan Ruh itu dan pekerjaan Ruh gaib yang menempati manusia itu.
Kalau kita percaya kita mati menjadi arwah badan halus untuk masuk syurga yang ruhaniyah itu, maka agama yang membawa ke syurga adalah yang mengutamakan hubungan dengan Ruh itu dan pekerjaan Ruh gaib yang menempati manusia itu.
Kalau kita percaya Allah itu pengasih dan penyayang, maka pasti kita yang percaya akan diubah oleh Ruh yang menempati manusia untuk bersifat pengasih dan penyayang juga. Semua sifat baik yang ilahiyah dari Allah akan diwariskan pada anak-anakNya.
Apakah bisa? Mengapa tidak, jika Ruh penuntun ilahi itu ada dalam batin kita?  Mengapa kalian membantah fakta ini??

Tatacara jasmaniah yang diulang-ulang membosankan setiap hari itu menjadi latihan awal saja yang tidak menentukan lagi.

Semua itu hanya bisa tercapai jika kalian mau melakukan langkah pertama: mengaku Allah itu adalah Bapak kalian dan kalian adalah putra putriNya. Itu langkah awal sekaligus kepastian akhirat jika kita setia sampai akhir.
Terimalah dan imanilah status kalian sebagai anak-anakNya. Lalu ikut petunjuk Ruh yang ada di dalam batin kita.

Demikianlah dan itulah inti ajaran Isa Almasih.

Dengan demikian kalian boleh mengucap dengan sempurna makna Bismillahirrahmanirrahiim. Serta bisa memahami agama kalian benar-benar sebagai rahmatan lil alamiin dan ajaran ukhuwah islamiah, wathaniah, basyariah, dan insaniah sempurna.
Dan yang penting kita semua akan pasti berjumpa di akhirat sebagai orang-orang yang hidup sebagai anak-anak Allah selama-lamanya. Maka aku sebut ukhuwah alamiah bahkan kauniah - persaudaraan universal dan kosmik.

Keabadian adalah dambaan banyak orang? Sebagai penutup album ini bukan sekedar impian seperti lagu ini:
Forever may not long enough
Immortality... We don't say goodbye.


Tidak ada komentar: