Kemerdekaan dari Penjajahan Agama

Tiap tahun kita rayakan kemerdekaan negeri kita. Padahal tahukah kita bahwa sebenarnya hidup kita ini belum sepenuhnya merdeka? Kita memang secara fisik dan hukum berstatus merdeka, tetapi kita masih terikat dan terjajah, keuangan kita, belanja kita, pekerjaan kita, nasib kita sehari-hari, bahkan oleh bangsa kita sendiri yang sewenang-wenang? Dengan atau tanpa persetujuan kita, kita tetap saja terjajah.   
 Namun ada lagi satu penjajahan yang jarang kita sadari tetapi penjajahan itu sangat menyusahkan hidup kita. penjajahan oleh sistem dan ideologi, oleh AGAMA. Kita dijanjikan masuk surga bla bla bla, lalu kita diajari sistem tatacara yang panjang lebar dan sulit. Tiap hari tiap saat diatur waktunya dengan ketat harus diikuti, tiap jengkal hidup kita diikat, dari tatacara berpakaian, dari aturan makan, minum, bersin dan menguap, bahkan hingga uang dan dana yang harus kita siapkan untuk membeli kambing atau sapi, cara berdoa dan berbagai pengetahuan asing harus dihafalkan, segala seuatu diatur dengan aturan dan ditakuti jika tidak diikuti. 
 Sistem agama semacam ini dimulai oleh orang YAHUDI sampai abad pertama Masehi. Dengan niat yang baik, menurut mereka, tetapi kemudian mereka menumpuk tatacara. Mereka menyusun aturan dari hukum tertulis, kumpulan hukum buatan para rabbi, tafsiran, hukum lisan, dan hukum lain-lain. Akhirnya jadi klitab hukum ribuan halaman, mengatur segala sesuatu dalam hidup: politik, ekonomi, sosial, agama, etika, dan seterusnya.    


Maka akhirnya agama itu menjajah manusia dalam sebuah sistem dunia tertutup. Persis sistem komunis garis keras. Yahudi sangat keras menaati agamanya yang sangat monoteis atau Tauhid itu. Mereka ingin wilayah negara seperti dulu di jalan Raja Daud dan mengembangkan cara perlawanan dengam semua cara termasuk kekerasan. Terus menerus memberontak tanpa mengembangkan kekuatan negara dan bangsa yang memadai. Akibatnya mereka nyaris dimusnahkan oleh bangsa Rumawi di tahun 70 Masehi. Sampai hari ini banyak bangsa Yahudi yang masih bercita-cita mendirikan negara Yahudi dengan sistem agama Yahudi. 

Sistem agama tatacara atau agama hukum atau agama politik atau agama syariat ini adalah ciri khas agama Yahudi kuno. Agama ini sudah direformasi oleh Isa Almasih. Oleh Paulus dan rekan-rekan, ajaran ini dipadukan dengan tradisi dan konteks budaya Laut Tengah saat itu. Jadilah yang namanya agama Kristen dengan semua ciri khas kebarat-baratan, kekuatan dan kelemahannya. 

Sekarang kita juga menghadapi kondisi yang sama. Orang dijajah oleh sistem agama syariat. Manusia dianggap budak atau hamba dalam sistem itu. Diperbudak oleh aturan. Mereka tidak tahu harus bagaimana. Solusinya adalah ajaran Isa Almasih lagi. Kali ini aku mengajak para pemikir Islam untuk memajukan ummat Islam dengan menerapkan ajaran Isa Almasih. 

Tantangan Islam kedepan, kalau masih mau eksis dan maju, adalah mereformasi Islam sesuai ajaran Isa supaya menjadi agama khas yang sesuai kondisi Indonesia.  

Mengapa? Sebab Isa itulah yang membuktikan bahwa agama yang Ia ajarkan itu benar. Ada buktinya dalam hidup Isa sendiri sebagai manusia biasa. Ada buktinya hidup setelah mati. Ada mujizatnya. Ada kebahagiaan hidup. Ada perubahan hidup nyata. Ada bukti akhirat. Ada kepastian hidup selamanya. 

Dimerdekakan dari penjajahan agama tradisi dan hukum. 


Isa mengajarkan sistem agama SPIRITUAL (batiniah dan rohaniah). 
Ia berkata begini kepada para muridnya:
"Kalau Anak (Isa menyebut dirinya Anak Manusia) itu membebaskan kamu, kamu akan benar-benar merdeka." 
Merdeka dari penjajahan syariat yang memperlakukan manusia seperti budak. 

Inilah perkataan Isa pada murid-muridnya tentang merdeka secara rohani.

Yahya 8:32

(30) Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.(30) Sesudah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.(30) As He said these things, many believed in Him [trusted, relied on, and adhered to Him].
(31) Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku(31) Kemudian Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang sudah percaya kepada-Nya, "Kalau kalian hidup menurut ajaran-Ku kalian sungguh-sungguh pengikut-Ku,(31) So Jesus said to those Jews who had believed in Him, If you abide in My word [hold fast to My teachings and live in accordance with them], you are truly My disciples.
(32) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."(32) maka kalian akan mengenal Allah yang benar, dan oleh karena itu kalian akan dibebaskan."(32) And you will know the Truth, and the Truth will set you free.
(33) Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"(33) "Kami ini keturunan Abraham," kata mereka. "Belum pernah kami menjadi hamba siapa pun! Apa maksud-Mu dengan berkata, 'Kalian akan dibebaskan'?"(33) They answered Him, We are Abraham's offspring (descendants) and have never been in bondage to anybody. What do You mean by saying, You will be set free?
(34) Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.(34) "Sungguh benar kata-Ku ini," kata Yesus kepada mereka. "Orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.(34) Jesus answered them, I assure you, most solemnly I tell you, Whoever commits and practices sin is the slave of sin.
(35) Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.(35) Dan seorang hamba tidak mempunyai tempat yang tetap di dalam keluarga, sedangkan anak untuk selama-lamanya mempunyai tempat dalam keluarga.(35) Now a slave does not remain in a household permanently (forever); the son [of the house] does remain forever.
(36) Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."(36) Karena itulah, kalau Anak membebaskan kalian, kalian sungguh-sungguh bebas.(36) So if the Son liberates you [makes you free men], then you are really and unquestionably free.

Dari status hamba menjadi status anak. Merdeka. 

Aku sudah membuat blog khusus tentang itu di http://almasihisa.blogspot.com 

MERDEKA!





Tidak ada komentar: