Mengapa ada Laskar dan Front Pembela Islam? Struktur Sosial Islam dan Yahudi

Mengapa Islam sering dikenal karena milisi bersenjata dan kekerasan pengrusakan seperti yang ditunjukkan oleh laskar-laskar dan Front Pembela Islam?
Islam, dimana-mana jika hendak ditegakkan menjadi dasar negara, akan pasti membentuk pasukan semacam itu.

Lihat Mesir. Ketika Mursi diturunkan, reaksi orang Islam adalah protes dan kekerasan. Tanggal 27 Juli 2013, pagi dan sehabis sholat Jumat (ini biasa), mereka mencoba menyerang tentara. Lalu militer menembaki mereka. Puluhan tewas. Dokter di rumah sakit mengatakan 75 orang tewas dekat Masjid al-Adawiyah Rabaah di Kairo Nasr Cityhttp://www.aljazeera.com/news/middleeast/2013/07/201372774215454742.html
Lihat Iraq. What's been happening in July? http://www.aljazeera.com/indepth/interactive/2013/07/2013724141933455196.html Juli 2013 telah menjadi bulan paling keras kedua tahun ini, dan telah melihat kebangkitan konflik sektarianSetidaknya 642 orang telah tewas di Irak bulan ini sejauh ini, dan lebih dari 1.451 orang telah terluka, menurut AFPGelombang pemboman terkoordinasi telah menjadi penyebab sebagian besar pertumpahan darah, dan pasar yang ramai dan kafe telah ditargetkan ketika orang berkumpul setelah berbuka puasa selama bulan Ramadhan.

Mengapa bulan Ramadhan malah banyak kekerasan, pemboman dan pembunuhan? Mengapa orang Islam dari dulu sering membentuk tentara sendiri dan memberontak melawan militer? Inilah alasan dan jawabannya:

Alasan pertama,

sebab mereka diajari demikian, meniru teladan Nabi Muhammad ketika membentuk milisi bersenjata dan menyerang Khaybar (contoh bagus bukti apa motivasi perang Muhammad sesungguhnya), Mekkah, seluruh Arab, dan seluruh Afrika Utara yang saat itu semua dalam kondisi damai dan menjadi pusat agama Nasrani. Pusat Nasrani adalah Jerusalem, Antiokia, Damaskus, Philadefia (sekarang Amman), Alexandria di Mesir, kemudian seluruh Turki dan Yunani. Di pesisir utara Afrika, ada beberapa pusat Kristen yang terpenting, Cyrene, Kartago (Tunisia), Aljazair itu dulu adalah wilayah pusat Kristen. Lalu oleh Islam ditundukkan dengan pasukan bersenjata, dan diislamisasi secara sistematis. Jadi ingatlah kalian bahwa ada hukum karma, dan ramalanku, suatu kali Afrika Utara dan Timur Tengah ini akan kembali menjadi Nasrani lagi dengan cara semula, jika kekerasan dan hukum syariah yang diprakarsai Muhammad sudah dijalani tuntas, dibuktikan kekejamannya yang ekstrim itu, dan akhirnya dibasmi oleh peradaban modern yang cinta damai.

Gagasan Islam politik itu teladan Muhammad. Tetapi darimana Muhammad mendapatkan idenya dengan sistem Islam itu?

Setelah mendalami struktur agama Yahudi dan sistem sosial politik ekonomi Yahudi abad pertama aku dengan pasti mengambil kesimpulan bahwa Muhammad mengambil sistem Islam ini dari sistem Yahudi. Lihat ringkasan persamaan sistem Yahudi abad 1 dan Islamnya Muhammad. 

Sistem Yahudi ini padahal sudah dibubarkan dan diganti oleh Isa Almasih. Cara Yahudi ini dianut sampai akhirnya negara Yahudi dihancurkan oleh Roma. Agama syariat ini tidak dipakai selama 6 abad, diganti oleh agama Nasrani yang bertahan dalam aniaya Romawi tanpa sekalipun mengangkat senjata. Oleh Muhammad cara lama syariat Yahudi ini dipakai lagi dan dengan cara itulah pasukannya bergerak ke seluruh dunia. Jadi, Muhammad inilah penyesat dan Almasih Addajal itu sendiri, karena dipakai musuh Almasih (Dajjal) untuk menghancurkan sistem yang dibangun oleh Isa Almasih. Dari abad pertama hingga abad tujuh dunia Timur Tengah damai, kecuali Israel yang tahun 70 ditaklukkan oleh penjajah Romawi. Dunia kristen selama beberapa abad itu damai. Barulah dengan dipimpin Muhammad mulai lagi perang agama sampai hari ini. Bahkan di Jawa atau dimanapun Islam selalu masuk kemudian mendirikan kerajaan sendiri. Kerajaan Demak, Pajang, Mataram, dan seterusnya. Beda dengan Nasrani yang bisa menguasai Roma dan Eropa dengan damai tanpa mendirikan kerajaan sendiri. Bahkan orang Eropa itu baru sadar ketika wilayah mereka diserbu sampai ke Prancis dan Balkan. Dari cara Islam inilah orang Eropa dari abad 12 mulai meniru cara Islam ini, menyerbu seluruh dunia dengan berbekal ideologi agama. Sebelumnya tidak pernah ada bangsa manapun membawa penyebaran agama sebagai alasan perang.

Struktur Sosial Agama-Syariah

Agama Yahudi di masa Isa Almasih adalah contoh bagus negara berlandaskan syariah atau hukum. Di masa Isa Almasih, ada 4 (empat) golongan orang Yahudi:
  1. Orang Saduki, inilah orang Yahudi liberal pro penjajah. Mereka setara dengan orang Islam liberal dan teknolog didikan barat. 
  2. Orang Farisi, inilah para ulama yang mengabarkan tatacara agama Yahudi yang ketat (sama persis dengan para ustad Islam sekarang), berkhotbah giat kemana-mana, berpakaian khas gamis (pokoknya sama persis sekarang), yang juga fanatik, sangat pro tatacara agama syariat Yahudi. 
  3. Orang Zelot, inilah militan Yahudi, yang rela bertempur sampai mati demi nasionalisme dan agama Yahudi. Setara persis dengan Front Pembela Islam. Satu murid Isa adalah Simon orang Zelot.
  4. Orang Nazarani (orang yang bernazar), kelompok spiritualis dan petapa Yahudi. Kalau sekarang inilah Islam aliran spiritual kebatinan. Isa Almasih lahir dari kelompok ini.

Persis, bukan? Bahkan struktur sosial Islam itu sama dengan Yahudi dulu di abad pertama. Jadi kalau kita jalan dimana-mana ketemu yang berjilbab dan berburqa, itu kita sedang ada kembali ke abad pertama Yahudi sebelum agama Yahudi direformasi oleh kedatangan Isa Almasih.

Terus, mengapa dalam masyarakat Yahudi bisa ada kelompok Zelot ini? Ini dari ajaran agama Yahudi yang merindukan kedatangan Mesias penyelamat yang akan menjadi raja secara fisik di wilayah fisik seperti Raja Daud dulu. Ini tujuan Zionis. Sama juga dengan tujuan perjuangan Islam dengan melakukan sejarah diatas. Tetapi beda dengan Isa karena Isa tidak pernah mau didaulat menjadi raja, tetapi selalu mengatakan "kerajaanku bukan dari dunia ini" artinya bukan kerajaan dunia fisik, tetapi kerajaan alam spiritual, atau mungkin kerajaan alam semesta antar bintang yang bukan di dunia ini. Kali yang lain Isa berkata "kerajaan Allah itu ada diantara kamu" yang berarti suatu pemerintahan yang tidak fisik melainkan batiniah. 

Agama yang benar itu bukan agama tatacara duniawi fisik badani seperti syariat Islam. Agama yang diajarkan Isa Almasih itu agama rohani atau spiritual yang lebih tinggi derajatnya.  

Lalu sistem syariah agama Yahudi ini terbukti gagal total. Penyebab utamanya adalah kelompok Zelot ini, kelompok jihadist, militan yang terus membangkang dan mengangkat senjata, lalu seluruh Yahudi ditumpas dan dicerai-beraikan oleh penjajah kafir. Sama dengan nasib kalian yang garis keras. Pasti suatu kali nanti kalian kalau terus membangkang dengan laskar pembela agama kalian, lalu membuat bom, menembaki, membakari, pasti akan ditumpas habis juga oleh pasukan sekuler. Allah tidak akan menolong kalian. Ingat itu baik-baik. Orang Yahudi garis keras yang kalian tiru itu sudah mengalaminya dan nyaris mengakibatkan kepunahan bangsa Yahudi.
Ajaran dan teladan Muhammad itu adalah bahaya laten yang diambil dari agama Yahudi abad pertama. Tidak bisa diajak negosiasi dan kompromi. Sekarang, militer tiap negara sudah tahu, bahwa orang Islam yang makin islami dalam arti meniru perbuatan nabi mereka, akan menjadi bahaya latent dan ancaman subversi bagi negara, sumber dari semua masalah kemunduran negara dan konflik di masa depan. Jadi sebelum Islam garis keras makin merajalela, harus disikat dulu, sehingga mereka akan dipaksa berhenti. Sekarang kalian tahu mengapa Densus 88 serius sekali mencari dan menangkapi tersangka? Sebab mereka tahu, Islam garis keras itu jika dibiarkan, akan pasti gantian membunuhi polisi dan tentara.  Syariat Islam itu seperti virus gagal yang masih terus mau dicobakan dan dipaksakan karena pelakunya sudah dicuci-otak, menjadi ilusi dan mimpi utopia yang gagal. Nasib satu bangsa ke depan akan celaka. Alih-alih membangun dan maju bersaing dengan Amerika dan negara2 lain, negara mundur menjadi negara "madani" padang pasir abad 7 seperti dicontohkan Muhammad dulu, rusuh dan kacau terus seperti Iraq dan Mesir. 

Tunggu, kata para pembela FPI ini, ini semua hanyalah salah persepsi, bedakan antara yang Islam moderat dan yang ekstrim, kata mereka. Tetapi masalahnya, antara Islam dan Islamis ekstrimis garis keras ini sering tidak ada batas jelas.

Jadi oleh militer dan bangsa yang lebih kuat, resep menghabisi bahaya laten Islam garis keras itu adalah juga dengan kekerasan, diberi pelajaran pahit, dibuktikan bahwa Allah tidak akan membela pembunuh dan perampok; ditumpas dan dicari sampai ke akarnya. Terpaksa harus diinjak keras dan dihabisi layaknya bibit penyakit kemanusiaan yang tidak berguna. Apakah orang Islam mau terus menerus berusaha menempuh jalan ini?

Solusinya? Bukan sesuai ajaran Muhammad, bukan juga Kristen sekarang sebagai agama barat buatan Paulus. Solusinya adalah Islam yang spiritual sesuai ajaran Isa Almasih. Kunjungi http://almasihisa.blogspot.com 

Tidak ada komentar: