Agama itu Harus Menjadi Inspirator Kemajuan

Agama bisa mempengaruhi sebuah bangsa menjadi maju atau mundur.

Coba lihat gambar di bawah ini. Ini adalah platform agama-tradisi atau agama-hukum, religion of law. Agama yang membakukan segala sesuatunya dalam sistem hukum yang makin kaku dan ketat. Ada beberapa platform agama, bisa progresif mengikuti perkembangan, atau sebaliknya. Inilah masa depan dan tujuan dari agama-hukum. apakah ini yang kita cari dan kejar? Bagaimana solusi terbaik untuk agama yang dituntut mengikuti perkembangan zaman dan teknologi dan moral manusia modern yang semakin lama semakin rumit dan terus berubah? Temukan dalam blog ini dan blog http://almasihisa.blogspot.com

Agama harus menjadi motor penggerak, pendorong, inspirator kemajuan rohani di garis depan sekaligus pengontrol moral, lalau bagaimana kalau malah jadinya seperti di bawah ini:


Coba perhatikan lelakinya, adakah perubahan? Sekarang perempuannya, adakah perubahan? Terus bagaimana menjelaskan tentang diskriminasi perempuan?

Dari kebebasan kepada belengggu.

Dari somebody menjadi anybody, nobody, thing (milik lelaki), dan akhirnya NOTHING.



Apakah budaya Arab ini tepat untuk mensejajarkan perempuan dengan lelaki? Apakah tidak ada metode agama yang jitu untuk masalah hawa nafsu lelaki dan etika rumah tangga? mengapa Buddha dan Isa dan pengikut mereka bisa mengatasi hawa nafsu, tidak kawin atau setia pada satu istri, tetapi mengapa ada manusia bergelar nabi terbesar sepanjang zaman  bahkan mengumbar hawa nafsu dengan puluhan istri plus plus tawanan perang, anak enam tahun, pembantu dan menantu? Binatang saja ada yang bisa setia satu pasangan? Lelaki yang bebas bernafsu seenak mereka kok perempuan yang menderita?? Apa salah Allah membuat nafsu dalam diri manusia lelaki dan perempuan? Apa salah kodrat Allah salah mencipta bunga itu bagus dipajang untuk nikmat dipandang?? 

Pastilah ada yang salah dalam ajaran atau teori agama semacam itu! Manusia bisa berteori dan punya kemampuan menyusun akidah  (==dalil==teori) agama, itulah faktanya. Bahkan manusia bisa berteori tentang Tuhan itu seperti apa, sekalipun mereka tidak pernah bertemu atau berkomunikasi dengan Tuhan.

Semua ini berdampak serius, dan sangat menjadi beban untuk perempuan dalam era modern yang makin banyak masalah ini. Perempuan adalah 50% tenaga kerja dan pencari nafkah. Menyuruh perempuan tidak sekolah tidak bekerja sama dengan kerugian luar biasa bagi sebuah bangsa. Perempuan dibutuhkan untuk hidup sehari-hari keluarga. Hidup sudah sulit malah dibebani aneka aturan agama yang sangat pro lelaki. Bayangkan kalau tidak ada ajaran olah batin dan spiritual seperti yang diajarkan Buddha dan Isa Almasih, bangsa kita akan terbenam dalam kegelapan rohani yang makin pekat dalam sistem agama diskriminasi buatan manusia lelaki semacam ini.

Contoh klasik adalah perkembangan tiap regional. Inilah sejarah:
- Abad pertengahan awal, pusat perkembangan dunia ada di Eropa dan Islam mencapai puncaknya di Baghdad. Lalu muncullah perbedaan antara tafsiran AlQur'an dan Hadis apa adanya (Arab abad 8-9) dengan tafsiran kaum mu'tazilah yang mengadaptasi perkembangan ilmu dari Yunani dan Rumawi. Terjadi konflik antara tafsiran ulama dengan  tafsiran para ilmuwan. Misalnya, pandangan Alquran itu makhluk atau tidak? dst. Terjadilah bahwa kepentingan politik menegakkan Islam lebih penting ketimbang pada filsafat ilmu pengetahuan. Kemudian yang terjadi, kekhalifahan Islam memilih Ahlusunnah WalJamaah yang artinya Islam back to sunnah. Ilmuwan mu'tazilah dihabisi. Langsung ilmu pengetahuan Islam stagnan dan pelan mundur sampai hari ini tidak ada satupun penemuan ilmiah dari dunia Islam. Kesalahan strategis Islam ini karena sistem Islam memang tidak memungkinkan kemajuan dan kebebasan berpendapat. Coba lihat Saudi Arabia itu...

- Sementara itu di abad pertengahan gereja Katolik yang kolot dan menghambat ilmu pengetahuan juga direformasi oleeh kaum Protestan. Agama protestan memungkinkan banyak reformasi ilmiah. Muncullah renaisance, lalu abad industri lalu Eropa menjajah dunia. Kaum gereja mundur dari politik dan membatasi diri pada wilayahnya. Ilmu pengetahuan bisa berkembang pesat. Sementara itu Islam berhenti di Timur Tengah dan Afrika Utara. Tidak ada suara dan kemajuan, kecuali kerajaan2 yang makin terpecah-belah menjadi kecil-kecil, sampai habis kekaisaran Ottoman di Turki, habislah juga kemampuan Islam mendirikan imperium besar, karena tidak ada lagi penemuan teknologi.   

- Abad 20, Jepang dan Jerman merasa diri mereka ras paling unggul di dunia. Kalau di Jepang, didasari oleh kepercayaan mereka pada kaisar. Di Jerman mereka makin meninggalkan agama kristen dan beralih pada ideologi nasionalisme bangsa Arya, berusaha menguasai dunia dengan militer. Usaha mereka gagal total dengan korban jutaan orang. Sekali lagi ideologi militer menyebabkan mereka hancur, bukannya kemenangan.

- Amerika Serikat didirikan atas dasar kebebasan beragama, dan akibatnya mereka maju sampai sekarang. 

- Kemudian China, mencoba komunisme Maoisme, meninggalkan ketuhanan dan menolak agama, malahan gagal total dan kembali timbul korban sangat besar. Mereka melonggarkan ideologi komunis dan beralih pada reformasi, sehingga sampai hari ini China maju dan telah menjadi pesaing utama dunia. Kini tinggal Korut yang masih bertahan. Russia meraih kebebasan beragama, dan mereka juga maju.

- Dunia Arab??  Mesir mencoba mengganti militer Mubarak dengan Islam, dan kita lihat eksperimen itu gagal total. Syria bertahan karena mereka tahu kalau Syria jatuh ke Islam, maka sama dengan Mesir.  Rakyat semakin menderita. Iraq, masih berkutat dalam cengkeraman para penjajah. Iran? Adakah kemajuan di Iran, kita tidak melihatnya kecuali ancaman dan mulut besar. Afghanistan kacau karena Taliban garis keras. Somalia kacau karena Islam garis keras. Sudan juga demikian. Aljazair menginjak keras para militan Islam. Nigeria bagian utara yang syariah, kemajuan apa yang mau diberitakan dari sana selain pemboman dan pembunuhan.
Sementara itu orang Islam selalu menyalahkan Yahudi Zionis dan Nasrani sebagai sebab penderitaan mereka. Lihatlah China dan Vietnam yang tidak menyalahkan siapapun padahal apa yang mereka alami jauh lebih parah daripada dunia Arab, tetapi membangun kebebasan dan kemajuan, sehingga sekarang Amerika kewalahan berhadapan dengan China. Masalah negara Islam adalah karena aliran ISLAM kolot yang membuat mereka tidak berpikiran maju, yang tidak bisa membuat perdamaian, yang suka kekerasan, yang melarang kebebasan beragama dan berpendapat, sehingga juga menghentikan semua kemajuan iptek. 

Agama, termasuk Islam, tidak kompeten mengembangkan iptek, sebab bukan wilayahnya, tetapi bisa menjadi pendorong atau penghambat kemajuan. 

Coba lihat kasus ini:
Al Shabab militia Somalia melakukan yang sama dengan Taliban melarang rokok, main bola, nonton film, TV, BeHa, dan sekarang (Januari 2014) melarang internet, padahal mereka sendiri juga menggunakan internet untuk propaganda

Kepada yang muslim, kalian harus mereformasi Islam! kalian harus berani membuka diri pada kemajuan. Kalian harus berani menghadapi fakta-fakta yang aku tulis di sini. Hitam katakan hitam. Putih katakan putih. 
Jangan malahan menjadi konservatif, militan, ganas, mengamuk di depan umum, menjadi pembom, ikutan laskar dan menyerbu gereja atau pertemuan liberal atau yang lain. Nasib Indonesia tergantung dari kalian, bukan hanya sekarang tetapi abad-abad selanjutnya, apakah mau dibuat kacau seperti timur tengah sementara masih sibuk menyalahkan zionis sementara bangsa lain maju dengan kekuatan mereka sendiri. Lakukan reformasi, pertama misalnya dari yang sederhana, dari tatacara agama, yang menjadi beban berat dan tidak bermakna, buang dan reformasi!  Lihat tuh puasa, sudah susah payah, tetap saja tidak membuat bangsa kita makin bermoral atau maju seperti bangsa lain. Banyak tatacara dan haram halal fisik yang tidak ada gunanya dilakukan setelah diterangkan dengan ilmu pengetahuan dan spiritual.   

Agama atau ideologi secara riil berperan besar sebagai pendorong atau penghambat kemajuan. Kembali pada gambar perempuan diatas, bukankah itu simbol dari kemunduran dan anti kebebasan?


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Anda salah, jangan salahkan agamanya, salahkan orang yang membuat kebijakannya. Islam adalah agama yang flexible, dapat mengikuti perkembangan zaman. Pikiran mereka lah yang kolot tidak mau berkembang.Islam memperbolehkan kaum wanita bekerja dengan catatan pendapatan suami tidak memadai atau bahkan suami tidak memiliki pendapatan. Islam juga mencintai perdamaian. Sekali lagi jangan salahkan agama, salahkan orangnya. Al-Qur'an telah menjelaskan seluuruh tulisan anda di atas, bacalah sendiri dengan mata anda. :)