Cara Mencari Kebenaran Universal dan Ajaran Benar atau Salah dalam Agama

Apa itu kebenaran? Bagaimana mencari kebenaran? Darimanakah sumber pembuktiannya? Bagaimana cara membuktikan bahwa ini benar dan salah?  Bagaimana membedakan yang salah dari yang benar? dan sebaliknya yang benar dari yang salah?  Mengapa ada banyak ajaran saling bertentangan dan masing-masing mengaku paling benar? Mengapa karena beda pendapat saja orang bisa saling caci maki bahkan saling membunuh? Mengapa jika diungkapkan fakta sejarah tentang nabinya orang tidak berterimakasih tetapi berbalik memusuhi? Mengapa orang beragama senang memelihara ketololan dan kebodohan dalam agamanya, lebih percaya kitab kuno, opini ulama dan mistik tanpa bukti ketimbang fakta sejarah yang terang benderang?

Semua ini karena pencarian kebenaran dan penentuan benar salah dalam agama itu paling kacau dari semua disiplin pengetahuan manusia! Jika sains ilmu pengetahuan bisa menetapkan standar pencarian kebenaran ilmiah, mengapa orang beragama yang katanya bermoral benar itu justru tidak bisa?

Inilah metode universal untuk menemukan kebenaran, dalam bidang-bidang pemikiran yang sangat luas dan kadang subyektif, seperti dalam agama dan filosofi.



Meraba Kebenaran dari Pengalaman Nyata



Alam semesta ini masih penuh misteri. Manusia terbatas akal dan pengetahuannya. Maka ada banyak kebenaran yang belum terungkap di alam semesta ini. Kita ini buta dan belum banyak memahami alam semesta dan realita. Masih banyak yang belum kita ketahui. Tanyakan para ilmuwan, maka mereka akan mengakui bahwa banyak hal yang tidak mereka ketahui. Dunia dan kosmos ini memang masih penuh misteri yang belum terpecahkan, tidak terkecuali kebenaran dan agama.

Kondisi pencarian kebenaran adalah mirip seperti kisah berikut ini ini:
Alkisah, beberapa orang buta ingin mencari tahu apa itu gajah. Maka mereka dihadapkan pada seekor gajah.
Orang buta pertama memegang belalainya, dan kesimpulannya, gajah itu seperti pipa.
Orang buta kedua memegang perutnya, dan kesimpulannnya, gajah itu seperti tembok yang kasar.
Orang ketiga dan seterusnya memiliki kesimpulan masing-masing, ada yang bilang seperti tombak karena memegang gadingnya, seperti ranting pohon berbulu karena memegang ekornya, tiang karena memegang kakinya, dan seterusnya.
Semuanya bertahan pada pendapat masing-masing. Bisa jadi lantaran karena perbedaan itu mereka bertengkar jika yang satu berusaha memaksakan kehendak pada yang lain.

Semua pendapat benar.

Semua parsial tetapi bisa dimaklumi.

Kemudian orang-orang buta itu memutuskan untuk berdialog, saling berdiskusi satu sama lain, mereka mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang seekor gajah. Model gajah itu secara umum seperti apa, bahwa gajah itu ternyata binatang besar dengan kulit tebal dan punya kaki telinga dan belalai gading. Namun masih sangat banyak lagi tentang gajah yang belum mereka ketahui, perilakunya, cara makannya, anatominya, fisiologinya, dan seterusnya. Ketika ada fakta baru yang ditemukan, harus pas dengan model besar itu, sebab jika tidak pasti ada yang salah dan model besarnya itu harus direvisi.

Mencari kebenaran itu mirip seperti kisah diatas. Kita ini buta dan harus melakukan observasi dengan jujur dan mencari pengalaman nyata jika hendak mendapatkan kebenaran.  Apalagi kita mencari kebenaran tentang TUHAN yang membuat trilyunan bintang dengan semua variasi dan kemungkinan makhluknya. Mana bisa Tuhan demikian digambarkan dengan model padang pasir abad 7 atau kerajaan Majapahit abad sekian?

Perluasan pengetahuan dan wawasan kosmos, penemuan fakta baru, semua itu memperluas dan merevisi model tentang Tuhan, tentu semakin baik dan semakin mendekati kebenarannya, sekalipun kebenaran itu tidak mungkin dipahami oleh akal manusia. Intinya, jangan mengatakan suatu pandangan itu salah hanya karena tidak masuk akal, atau karena tidak cocok dengan model besar yang kita sudah pelajari dari agama  nenek moyang kita abad 7 Masehi. Dunia berkembang. Apa yang kita pahami berkali-kali lipat lebih maju dari nenek moyang kita.

Pengalaman manusia itu selalu parsial. Sebagian.

Pengalaman itu benar, fakta, tetapi belum seluruhnya.

Kita sedang mencari model besar keseluruhannya.

Makin banyak orang-orang buta itu mencoba mencari pengalaman dan berdiskusi dengan rekan lain, makin banyak yang mereka dapatkan. Demikian pula dalam beragama, jangan hanya mendengar dari satu guru saja, sebab itu sangat parsial, dan jika sesat kita yang celaka. Dengarkan pendapat pastur, pendeta, bhiksu, imam, ulama berbagai aliran, bahkan pengikut ajaran sesat, dan lihatlah bukti perbuatan mereka, kalau perlu dengarkan semuanya. Semua agama itu menyimpan kebenaran dan memiliki kekurangan mereka masing-masing!

Kebenaran itu indah dan universal. Kebenaran itu seperti model besar yang merajut berbagai ekstrim dan paradoks semesta, kebenaran itu menyambung dan merangkum berbagai hal menjadi satu gambaran utuh yang indah dengan pola yang jelas. Sebuah lukisan kita anggap indah kalau ada satu pola yang mendasari lukisan atau foto itu, ada tema yang kita bisa tangkap, ada beberapa kontras dan penonjolan, beda dan kontras warna tetapi ada temanya. Demikianlah kebenaran itu selalu indah dan universal.

Selain itu, kebenaran itu selalu sederhana. Kebenaran tidak rumit. Kebenaran cukup dengan beberapa kata saja. Sebaliknya ratusan alasan selalu dibutuhkan untuk mendukung suatu kepalsuan.

Variasi kebenaran sangat banyak. Hitam adalah hitam, putih adalah putih, tetapi ada 16 juta warna  diantaranya.

Kebenaran sebagai gambar besar selalu sederhana.
Jadi berusahalah memahami gambar besarnya lebih dahulu sebelum mendalami variasinya.
Berusahalah memahami berbagai konsep agama sebelum terjebak dalam berbagai tatacara salah satu agama.
Kesalahan kita adalah, kita hanya mendalami satu ajaran agama, tidak mau memahami konsep besar kebenaran yang hanya bisa kita peroleh dengan mempelajari berbagai agama lain.

Kemudian, jika ada hal baru ditemukan, hal baru itu harus cocok dan pas dengan gambar besar kebenaran, bukan bertolak belakang atau beda prinsip sehingga membingungkan. Kalau selalu tidak pas, maka kemungkinan ada yang salah pada gambar besar kita. Kita perlu revisi model besarnya, bukan menolak  faktanya.

Contoh mudah adalah dalam agama. Kita diajari turun temurun dan percaya si Nabi A adalah utusan Tuhan, tetapi giliran kita baca kisah hidupnya, kok banyak pembunuhan dia lakukan, lho kok banyak perampokan dia lakukan, kok perang agama? kok di bagian lain dicantumkan ukuran syurga dan neraka itu seperti sebuah timbangan antara yang baik dan jahat, tetapi apa mungkin syurga itu isinya campur aduk setengah bajingan setengah orang baik, apalagi ada si Nabi A di syurga itu, apa tidak dirampok dan dibunuh semua isi syurga itu nantinya oleh Si Nabi? Terus bagaimana itu ukuran baik-jahat, dan seterusnya, terjadi begitu banyak kontradiksi. Contoh lain, kalau Tuhan itu katanya maha pengampun dan maha baik, lo kok ada ajaran lain ia mengancam kutukan dan azab neraka, atau minta tebusan dosa dengan darah kambing domba?
Harus dimaklumi bahwa agama itu berisi berbagai teori dan pendapat para pemuka dan tokohnya, sehingga pecah belah menjadi banyak. Ada kepentingan politik masuk disitu. Kebingungan selalu menjadi masalah agama dari sejak dahulu. Sebabnya adalah karena orang diajar agar tidak mengenali kebenaran. Ada agenda misterius di balik adanya agama. Orang beragama tidak diajari cara mengenali kebenaran dan model besarnya. Hal inilah yang menyebabkan kerancuan dan kekacauan dalam agama. Ditemukan  banyak kontradiksi dalam ajaran agama yang kita percayai.  Semua karena kita tidak diajari kebenaran oleh pemuka agama kita, melainkan kepalsuan atau kebodohan turun temurun. Mungkin para pemuka ini salah membuat model besar kebenarannya, atau mereka sengaja mengajarkan yang salah demi kepentingan politik atau pribadi mereka! Pemuka agama tidak mau kehilangan umat, karena mereka pasti akan kehilangan kekuasaan dan penghasilan.
Bisa juga karena para pemuka agama tidak tahu kepalsuan itu. Ada grand design rancangan agama yang sengaja dibuat salah dari dasarnya. Ini bisa jadi jika yang memfirmankan itu bukan Tuhan tetapi alien, seperti aku buktikan dalam artikel-artikel bahwa ada berbagai ALIEN yang mewahyukan agenda mereka di planet ini. Jadi kalau misalnya Alien Pemdun mewahyukan Agama Pemdun melalui blog ini, mungkin kalian tidak terima, tetapi bagaimana kalau Agama Pemdun dinyatakan resmi, dilengkapi ancaman neraka bagi yang tidak percaya, dipropagandakan tiap hari melalui media massa, dan yang murtad atau menjelekkan dimasukkan penjara, lalu bagaimana? Bukanlah Agama Pemdun akan lancar jaya?
Agama itu kacau karena ada agenda alien-alien misterius di baliknya.

Agama adalah juga produk peradaban manusia dengan semua kelemahan manusia, bukan semua firman Tuhan. Darimanakah asal ajaran? dari penafsiran para pendiri madzhab atau sekte. Berbagai madzhab dan sekte dengan ajaran berbeda adalah bukti bahwa manusia lah yang membuat ajaran agama.

Pada umumnya, kontroversi dalam ajaran agama terjadi, karena yang diajarkan itu bukan kebenaran tetapi kepalsuan dan penipuan ajaran, karena model besarnya yang salah. Gambaran besar salah, maka faktanya yang ditemukan selalu tidak pas dalam model itu. Gambaran besar "gajahnya" itu salah!


Pengungkapan Kebenaran dalam Agama



Berkaca dengan melihat cerita orang buta mencari kebenaran tentang gajah di atas, kitapun harus melakukan hal yang serupa dalam pencarian kebenaran dalam agama, mencari yang benar dari berbagai kekacauan dan pertentangan ajaran sekarang ini.

1. Jika dalam ilmu pengetahuan dikenal pembuktian ilmiah melalui percobaan dan pengamatan untuk mendapatkan kebenaran, maka dalam agama diperlukan pembuktian "ilmiah" yang lain yaitu pengalaman pribadi kita yang kemudian kita buktikan dalam hidup, dan yang kemudian bisa dibuktikan ulang oleh orang lain.
Fakta ilmiah dalam sains dan pengalaman nyata dalam agama itu bukti utama, main proof, prime evidence dalam pencarian kebenaran.
Fakta itu jelas, tidak bisa menipu. Membunuh adalah membunuh, sebuah kesalahan jika dilakukan sengaja main hakim sendiri dengan tujuan politik atau niat pribadi yang tidak baik, misalnya ingin hartanya orang. Tidak peduli itu dilakukan oleh yang digelari ulama, nabi atau tuhan sekalipun, tetap saja itu perbuatan salah, bukan benar, tetapi sejarah itu adalah kebenaran. Kita mau bunuh orang atau apapun tetap saja itulah faktanya.
Tidak boleh kita mengkafirkan atau mengatakan sesat karena orang mengalami pengalaman nyata! Itu Apalagi kemudian kita membakar rumahnya atau menyerang dia.

2. Kebenaran itu dibuktikan dalam fakta perbuatan, bukan sekedar opini atau wacana. Banyak sekali orang menuduh sesat karena ajaran seseorang berbeda dari ajaran standar agama yang dianggap sah. Ahok wakil gubernur DKI 2012 itu terpilih sekalipun banyak orang menuduhnya karena non muslim, diskriminasi cina, dan seterusnya. Setelah ia mulai memerintah dan menegakkan cara antikorupsi melalui pengawasan anggaran, barulah orang terbuka matanya. Demikian pula dengan agama. Jangan sekali-kali mengatakan orang sesat hanya karena ia berpendapat.  
Bukti kebenaran haruslah jika itu dipraktekkan. Lebih baik atau tidak? Lebih universal atau tidak? Mana buktinya?  
Isa mengatakan "pohon dikenal dari buahnya"

3. Mencari gambar besar kebenaran, pengalaman kita dan kelompok kita sendiri tidak cukup. Kita wajib dan harus mau diskusi dan tukar menukar pendapat dengan orang lain. Diskusinya dengan pengikut agama LAIN, bahkan ekstrimnya dengan aliran yang kita anggap sesat, bukan sekedar dengan sesama yang sudah sealiran.
Dari situ kita bisa mengenali gambar besar berbagai agama dan membedakan putih dan hitam.

4. Mencari kebenaran menggunakan hati nurani. Ada pendapat menunjukkan bahwa kita manusia itu sebenarnya makhluk moral, bisa membedakan mana baik dan salah. Kita sebut sebagai nurani, ada sesuatu dalam kita yang bisa membedakan antara benar dan salah.
Karena kecewa pada pertikaian antar agama, ada orang yang mengatakan kita tidak butuh agama, sebab agama tidak bisa menuntun pada baik-salah, sedangkan nurani sendiri bisa. Agama tidak diperlukan lagi, kata mereka. Agama haruslah menuntun pada kebenaran berdasarkan pada nurani.

5. Mengapa pengikut agama itu bisa jadi fanatik buta dan melakukan hal-hal bodoh seperti mengkafirkan, mencaci maki, mengancam dan bahkan membunuh orang?
Jawabnya adalah karena mereka ditipu. Diajari dengan ajaran kebohongan. Diajari teori yang bernama dogma doktrin syahadat akidah itu, sebagai 'pengakuan iman' yang adalah teori pendapat manusia yang tanpa bukti disuruh dijadikan kebenaran mutlak.  Alasan lain karena agama itu dimasuki kepentingan politik dan ekonomi, karena pemimpin agama itu hendak berkuasa sehingga mengucapkan wasiat supaya semua kafir harus diusir, atau menginginkan harta benda orang Yahudi Khaybar sehingga kota itu dikepung lelaki dibunuh dan anak istri mereka diperbudak. Pemimpin itu bukan lagi mengutamakan pertimbangan moral akhlak baik buruk, melainkan kepentingan duniawi.

6. Metode penyesatan dan tipu menipu massal sering dilakukan dalam agama. Karena kepentingan politik menegakkan rezim agama, atau perjuangan kelompok melawan ancaman agama lain, atau kepentingan politik ekonomi di atas, maka metode tipu tipu psikologi massa dilakukan dalam agama.
Caranya metode tipu menipu dalam agama, pertama, dengan memaksakan doktrin standar dan ancaman Allah yang penuh azab dan murka karena teror adalah cara efektif menembus filter bawah sadar sehingga manusia banyak bisa ditipu supaya tidak sadar benar dan salah.
Manusia juga bisa ditipu dengan cara dialihkan pada yang lain, itulah metode hipnosis massal yang kedua, dengan iming-iming harta, kekuasaan, wanita (tiga itu paling diimpikan manusia), dan ajaran teori bohong tanpa bukti bahwa kalau berjihad akan masuk surga dan mendapat bidadari.

Jadi kebenaran yang sudah terang benderangpun bisa dibuat redup dan gelap karena faktor tipuan massal secara terkoordinir dan sistematis ini dalam berbagai level, baik level supranatural, dunia, ekonomi, politik, bahkan kenyataan bisa direkayasa untuk menutupi kebenaran.  Agama adalah lahan subur penipuan oleh oknum-oknum cerdas yang tidak kelihatan atau yang lebih pintar dari kita. Penipuan agama dan ideologi semacam ini sudah dilakukan ribuan tahun sampai hari ini. Kenyataannya, Setan bisa mengaku jadi Tuhan dan siapa tidak mau mengaku akan disebut murtad kafir dan dibunuh. Orang tidak tahu makna kurban itu apa, tidak bisa membedakan dari tatacara tumbal sajen pada dewa dewi kegelapan, dan sebagainya. Bahkan mengapa babi haram dan asal usul puasa harus 30 hari saja masih gelap sampai hari ini. Pokoknya harus dilakukan tanpa tahu salah atau benar. Web blog ini banyak dikunjungi karena pengunjung penasaran dengan hal-hal sederhana di atas dan aku tahu jawabannya secara sederhana. Perhatikan begitu banyak blog muter-muter kesana kemari hendak membuktikan hitam adalah bukan hitam,. namun jelas di blog ini aku to the point.
Contoh, di planet bumi ini ada sebuah kelompok yang disebut illuminati dan new world order adalah para master praktisi dalam memenjarakan manusia dalam sebuah ilusi bukan kebenaran. Mereka adalah tokoh-tokoh kaya dan berkuasa, para raja dan ratu, industrialis dan orang terkemuka. Mereka bekerjasama dengan alien-alien jahat dalam rangka melanjutkan kekuasaan mereka secara total atas planet Bumi. Merekalah sumber penyesatan, pencipta berbagai ajaran agama aneh-aneh yang ditujukan supaya manusia pecah belah dan mudah diadu.

7. Agama itu adalah kajian mengenai nasib dan hidup manusia sekarang dan selamanya di akhirat. Kajian ini universal dan perlu dipikirkan dengan serius. Bodoh dan ceroboh jika tidak memikirkan urusan sepenting itu. Memang banyak agama tidak berhasil karena kebodohan manusia dan banyak yang diperalat para penipu. Tetapi semua perjuangan dan evolusi manusia pada akhirnya akan mendapatkan hasilnya, karena pada akhirnya akan ditemukan agama yang bisa merumuskannya dan membuktikan ada hidup setelah mati di akhirat.

8. Ada agama yang bisa membuktikan ada hidup setelah mati di akhirat seperti itu: AGAMANYA ISA ALMASIH.  Isa Almasih yang hidup etis dan spiritual. Selama hidupnya hanya kebaikan ia lakukan tidak ada kejahatan. Bahkan (menurut para sahabatnya), Isa itu mati disalib, tetapi cara matinya yang sadis itupun karena karena jadi kurban kejahatan agama-syariat Yahudi meskipun Isa tidak bersalah apapun. Isa Almasih yang mati dan hidup lagi membuktikan ada hidup setelah mati, bukan mati masuk kuburan.
Isa itu hidup-mati-hidup lagi berkemenangan.

Aku sudah menulis banyak aspek agamanya Isa Almasih di blog ini. 

Turunkan salib dan patung Isa yang kalian pasang di dinding itu. Kalian yang tidak tahu masih memajang simbol kepalsuan, patung telanjang disalib itu di atas pintu kalian. Memalukan! Untuk apa kalian pajang penderitaan Isa? Itu simbol kemenangan Iblis, bukan simbol kemenangan Isa Almasih. Isa menjadi kurban darah terakhir yang memungkas kemenangan atas sistem agama syariah Yahudi yang gemar kurban darah dan nyawa itu!

9 komentar:

Anonim mengatakan...

Isa Almasih tidak menciptakan agama

ardmaz Isipol mengatakan...

BETUL, YESUS HANYA MENNYAMPAIKAN KEBENARAN YG DAWAHYAKAN KEPADANYA, SAYA MENGAKUI ADANYA SEMUA KEBENARAN DI DALAM BLOG INI,KARNA KEBENARAN YG DI SAMPAIKAN DI BLOG INI ADALAH KEBENARAN YG MUTLA DAN UNIVERSAL. LANJUTKAN KEBAIKAN MU KAWAN MWNYAMPAIKAN KEBENARAN INI SEMOGA KAU DIBERKATI TUHAN.

pengikut isa mengatakan...

Benar engkau saudaraku, ikutlah isa almasih pasti masuk surga, tdk ada yg lai

pengikut isa mengatakan...

Agama apapun tdk bisa menolong kita ke sorga, tatapi bagaimana kita hidup bersosialisasi di dunia, notabene dunia ini penuh sengan konspirasi gaib, pertanyaan buat admin?

Anonim mengatakan...

Maap sbelumnya ya min dan kawan" yg ikut berkomentar
Saya akui blog ini bnyk mengajarkan tentang cara melihat apa kebeneran sejati itu
Tetapi saya punya pendapat, saya menganggap bahwa agama itu tidak ada, semua itu hanya tuntunan kita untuk mencari kebenaran sejati
Kita manusia sudah d anugrahi akal pikiran dan budi pekerti yang dapat membedakan mana yg baik dan mana yg benar
Alam semesta, otak, akal, pikiran, perasaan dan budi pekertilah itu sebenarnya kebenaran sejati kalau kita mau menggunakannya untuk untuk memahami dan menyaring segala sesuatu yg telah terjadi pada diri kita dan alam semesta

Maap kawan" yg sangat saya hormati, jika ada salah" kata
Salam

denny kamtisfamily mengatakan...

Kebenaran sejati menurut saya adalah CINTA KASIH...

Dewi naoli mengatakan...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Khalikh Cool mengatakan...

Kebenaran itu harus DIBUKTIKAN, BUKAN DI KLAIM.
Berpikirlah!!!!!

Khalikh Cool mengatakan...

Kebenaran itu harus DIBUKTIKAN, BUKAN DIKLAIM.
Berpikirlah!!!!!