Misteri dan Asal Usul Tatacara Kurban dalam Agama

Tatacara kurban (qurban) dan ajaran pengurbanan, penebusan dan penghapusan dosa serta penyucian ada dalam berbagai agama primitif dari sejak dulu kala. Dalam islam ada Idul Adha hari raya Qurban. Darimana asal usul dan siapa yang mengajarkan qurban ini secara detil?
Tatacara qurban ini tatacara primitif hampir semua agama dunia dari sejak dahulu kala. Artikel ini akan membahas dari asal-usul, kaitan dari semua itu, maknanya dan pedoman untuk jaman modern sekarang. Artikel ini membahas antropologi dan sejarah kuno, yang dibuktikan secara ilmiah dan studi sejarah, jadi bukan fatwa ulama beralasan bahwa ini semua perintah Tuhan dan sejenisnya.
Harus diingat bahwa kita akan belajar memahami pola pikiran manusia primitif, jadi jangan salahkan aku, karena memang ini apa yang aku jelaskan sering kelihatan begitu bodoh. Ingat, ini adalah sejarah manusia ribuan tahun, jadi bukan langsung jadi modern seperti sekarang. Manusia merayap dari level primitif menuju sekarang memerlukan perjuangan sangat panjang. Sampai sekarangpun agama masih ada yang memelihara tatacara primitif.


Sejarah manusia beragama itu sendiri sudah ribuan tahun, dan dari sumber-sumber kitab suci yang kita miliki sekarang ada praktek tatacara semacam itu. Kali ini aku banyak mengutip dari Bible sebab itu banyak memuat contoh tatacara kurban di masa dulu.

Asal usul agama primitif: Takut roh dan takut nasib buruk.

Orang primitif, sampai hari ini masih ada, percaya dan takut pada hantu atau roh. Mereka anggap ilah dan dewa dewi mereka juga berwujud seperti itu.Orang mati, kata orang primitif juga akan menjadi seperti itu. Sebab itu orang primitif selalu takut hantu. Kalau anjing melolong, katanya mereka melihat hantu, kucing di Mesir menakuti dewa kejahatan, garam juga bisa mengusir hantu, dan seterusnya.

Selain itu, orang primitif, sampai sekarang juga masih ada, takut pada nasib buruk. Hoki dan sial adalah tema utama agama purba. Kalau berburu dan mencari rejeki kemana hari ini, apa saja yang harus dipersembahkan agar sukses hari ini, dan seterusnya. 

Asal mula agama berakar dari kepentingan manusia untuk nasibnya, baik atau buruk, dunia dan setelah mati. Itulah pentingnya agama dipercayai. Namun karena salah pengertian, sampai hari ini ada saja orang melegalisir semua cara dalam beragama, menganggap nasib baik dan hidup setelah mati bisa dicapai dengan cara yang tidak etis seperti bom bunuh diri atau cara-cara lain. Agama dari semula adalah studi tentang nasib manusia sekarang dan selamanya, sebab itulah agama tidak mungkin dihapus.


Bagaimana agar mendapat nasib baik dan beruntung?   Demi nasib baik, hari ini masih ada orang yang mempertaruhkan segalanya demi nasib baiknya, kekayaan dan keberuntungan, uang dan kekuasaan. Ada yang memakai bantuan dari oknum makhluk gaib yang tidak kelihatan demi kekayaan. Nasib baik di dunia hasanah di akhirat hasanah, dan seterusnya adalah selalu menjadi tema dan alasan mengapa agama itu ada.
 
Bagaimana cara membujuk agar roh yang tidak kelihatan itu menuruti kehendak mereka? Mereka berpikir harus memberikan sesaji, persembahan, dan itulah pertama untuk memberikan nasib baik pada peruntungan mereka hari itu, menghindarkan nasib buruk dan kesialan. Sesaji, tumbal, dan qurban dengan demikian berakar pada anggapan bahwa Tuhan bisa disuap untuk menuruti kehendak mereka.


Entah bagaimana, satu misteri yang tidak tahu persis, orang primitif selalu merasa bersalah dan berhutang. Kalau ada bencana, mereka merasa ada yang salah. Kalau ada kesialan, mereka merasa ada yang bersalah. Siapa yang membuat mereka demikian? Bisa saja karena sengaja diajari demikian itu oleh alien mengaku tuhan yang tidak bertanggung jawab. Ada pantangan yang tidak boleh dilanggar. Ada yang haram yang menyebabkan azab neraka. Haram halal itu sering sangat menakutkan. Tabu, pantangan atau haram itu menghantui manusia tanpa ada buktinya. Pokoknya dianut turun temurun tidak tahu apa alasan rasionalnya. Deretan tabu haram dan pantangan itu berderet bertumpuk sehingga hidup menjadi penuh takhayul. Kalau melanggar takutnya setengah mati. Bahkan ada yang mati gara-gara takut. Dosa dan rasa bersalah menjadi tema ritual dan kepercayaan masyarakat primitif, tidak usah aku sebut, tetapi sampai hari ini banyak yang demikian.

Dengan semua tuntutan dan daftar haram halal yang harus dipertanggung jawabkan itu, harus ada solusi. Ada kesalahan atau dosa yang mereka harus bayar. Solusinya menurut orang primitif adalah dengan memberikan persembahan dan akhirnya pengurbanan. Berharap agar para dewa menolong dan memperbaiki kesalahan. Dicarilah persembahan yang paling menyenangkan. Para dewa dianggap sangat senang dengan persembahan terbaik dan penderitaan kesakitan manusia. Sampai hari ini pun ada ajaran agama yang demikian. Semua yang menyakiti diri dipandang sebagai persembahan untuk menyenangkan tuhan, tatacara seperti tindik atau melubangi telinga, memotong kemaluan (sunat dan sunat perempuan), memotong gigi, memotong jari, dan seterusnya masih dilakukan tanpa orang sadar darimana asal usul itu semua. Sesaji dipersembahkan pada roh-roh demi pengampunan dosa dan berkah keberuntungan.

Demikianlah kaitan antara haram halal, dosa, dan cara yang diduga akan mendapatkan pengampunan. Apakah benar itu dosa? Apakah benar ada hukumannya? Apakah benar Tuhan sudah mengampuni? tidak ada yang tahu. Pokoknya para pemuka agama dengan gencar mempromosikan tema itu sampai orang merasa tertuduh dan bersalah. Ini adalah permainan pikiran bawah sadar. Lihat artikel cara agama mempengaruhi manusia. sampai pada titik menipu tanpa manusia pengikutnya sadar.

Orang primitif berpendapat bahwa persembahan terbaik itu kalau mereka mempersembahkan yang terbaik, harta benda, anak sulung, anak gadis, karena kesakitan dan penderitaan dianggap bisa membujuk dan menyenangkan para dewa ini. Dengan merendahkan dan menyakiti diri, tuhan senang dan memberikan perkenan atau ridha pada manusia. Maka mereka memotong jari tangan, potong rambut, potong gigi, tindik telinga, melubangi hidung, tattoo, cabuti rambut, cabut kuku, mandul, sunat (betul, sunat itu berasal dari anggapan kuno bahwa dengan kesakitan, bahkan dengan kastrasi membuat mandul para imam itu adalah persembahan yang menyenangkan dewata.). Yahweh mengatakan di Bible bahwa tanpa pengurbanan darah tidak ada pengampunan dosa.

Muncullah berbagai tatacara pengurbanan.

Pengurbanan manusia. Sebenarnya kanibal atau makan sesama manusia itu biasa dilakukan di bangsa-bangsa primitif, bahkan sampai abad sekarang pun masih ada bangsa yang demikian. Makan memakan manusia itu bisa karena balas dendam antar suku primitif, bisa juga karena anggapan bahwa itu makanan para pemimpin, makanan yang disucikan. Orang primitif menganggap bahwa para dewa itu perlu diberi yang terbaik, dan karena yang terbaik adalah makanan, maka mereka mempersembahkan kurban manusia dan hewan sebagai makanan para ilah itu.
Kita lihat catatan sejarah mengenai suku Maya dan Aztec yang karena ingin matahari tetap terbit, mereka mengurbankan manusia tiap hari. Orang Israel biasa mempersembahkan yang sulung atau pertama dari hasil mereka. Ibrahim masih menganut tatacara pengurbanan manusia ini ketika ia hendak mengurbankan Ishak atau Ismail di bukit (Kejadian 22), yang konon dibatalkan pada detik terakhir oleh malaikat Tuhan dan diganti oleh kambing yang tersangkut di semak, asal kata "kambing hitam" scapegoat atau kambing congek yang selalu disalahkan. Islam memperingati kurban sebagai peringatan versi Islam ketika nabi Ibrahim yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, akan mengorbankan putranya Ismail, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.
Ibrahim mempraktekkan pengurbanan manusia

Kalau Firaun atau raja Cina kuno meninggal, harus dikurbankan sekian sekian kambing domba, pasukan, dan aneka harta benda lainnya. Tatacara ini makan biaya dan kurban sangat besar. Musa melarang pengurbanan manusia, tetapi ia tidak berdaya pada pengurbanan hewan kambing domba, sebagai persembahan terbaik dari manusia, harta benda terbaik saat itu.

Perhatikan contoh ini dan huruf cetak tebal sebagai maknanya:
Dalam satu riwayat Aisyah disebutkan Nabi Muhammad SAW bersabda: "Tidakkah keturunan Adam melakukan suatu perbuatan pada hari nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah? Hewan sembelihan itu akan datang pada hari kiamat membawa tanduknya, kuku, dan bulunya. Sesungguhnya darah hewan sembelihan itu sampai pada Allah lebih dahulu daripada sampai ke tanah. Maka sucikanlah diri kamu dengannya." (Riwayat Ibnu Majah dan At-Tarmizi).  Hadis sahih dari Anas bin Malik "Nabi SAW berkurban dengan  dua ekor kambing kibasy yang berwarna amlah dan bertanduk, yang beliau sembelih sendiri dengan tangan beliau sendiri dengan menyebut nama Allah dan bertakbir lalu meletakkan kaki beliau pada bagian kedia belikatnya."
“ dalam rangka menghidupkan sunnah para nabi terdahulu, khususnya sunnah Nabi Ibrahim, yang dikenal sebagai Bapak agama monoteisme (Tauhid), Ibadah qurban berasal dari pengurbanan agung yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim terhadap puteranya yang memenuhi perintah Allah."
“Allah sangat menghargai dan memuji pengurbanan Nabi Ibrahim yang dilandasi oleh iman dan takwanya yang tinggi dan murni, kemudian mengganti puteranya Ismail yang akan dikurbankan itu dengan seekor hewan domba yang besar (QS Ash-Shaffat, 37:107)."
“dalam rangka menghidupkan makna takbir di Hari Raya Idul Adha, dari tgl 10 hingga 13 Dzul-Hijjah, yakni Hari Nasar (penyembelihan) dan hari-hari tasyriq. Memang Syari-at agama kita menggariskan, bahwa pada setiap Hari Raya, baik Idul Fitri ataupun Idul Adha, setiap orang Islam diperintahkan untuk mengumandangkan takbir."
Lihat juga http://www.duriyat.or.id/qurban.htm

Sekedar cerita.
Aku punya "piaraan" beberapa kucing liar yang sering kuberi makan dengan melemparnya keluar jendela. Ada beberapa perbuatan aneh yang mereka lakukan padaku. Sering mereka membunuh tikus lalu diseret dan ditaruh di depan jendela rumah begitu saja. Tidak dimakan seperti biasanya. Seperti sesaji saja, mereka "persembahkan".  Bayangkan, aku disuguhi bangkai busuk.
Coba bayangkan kalau Tuhan yang memberi hidup dan memelihara dengan limpah, pencipta binatang dan memberi nyawa mereka disuguhi bangkai hewan yang dibantai secara kejam? Itulah yang logika manusia tidak memikirkannya. Untuk apa "penebus dosa" berupa darah dan nyawa ini selain untuk akal-akalan?   



Penebusan dan Penyucian

Agama berkembang terus, dan konsep pengurbanan dan dosa yang harus dibayar itu menimbulkan solusi ajaran penebusan. Lihat di atas, bahkan Muhammad mengatakan qurban adalah untuk menyucikan diri. Dalam ajaran Israel kuno, seperti pegadaian, manusia diajari mereka sudah tergadai, hutang harus dibayar dan bayarnya dengan ditebus. Yang ini aku tidak tahu, dugaanku ada oknum alien Yahweh mengaku tuhan dengan pintar mengajari manusia dengan ajaran keliru ini. Ajaran ini menjerat manusia menempatkan pada posisi tidak berdaya.

Orang Israel pada hari Paskah berkunjung ke Jerusalem dan pada hari akhir ritual raya Paskah mereka mengurbankan seekor kambing domba atau burung dara. Jadi, asal usul tatacara kurban ini ada di Bible kitab Imamat, Bilangan dan Ulangan, yaitu untuk menebus dosa, menghapus salah, untuk menguduskan atau menyucikan. Kitab Imamat Bible menyebutkan jelas bahwa pengurbanan itu untuk penebusan dosa, untuk menghapus dosa, atau untuk penyucian diri. Itulah yang disebut Nabi Muhammad tradisi "anak-anak Adam,"  diwariskan sampai Yahudi dan Islam, meskipun sama sekali tidak ada bukti Adam melakukan itu. Keturunan Adam yang melakukan itu adalah Kain (Qabil) dan Habil, dan jelas Yahweh lebih suka darah kambingnya Habil daripada sayuran persembahan Qabil. 
Yahweh, siapa dia? Yahweh minta darah untuk penebusan penyucian dan penghapusan dosa. Inilah asal mula tatacara Qurban atau Idul Adha dalam Islam yang ayatnya kita sudah lihat di atas. Tatacara ini jelas diambil dari tradisi perintah dari Yahweh. Orang Islam tidak tahu bahwa pada akhir tatacara haji mereka mengurbankan kambing itu adalah berasal dari tatacara ilah elohim Yahudi bernama Yahweh itu. Dalam kisah Ibrahim tidak jelas tatacaranya, tetapi dalam kitab Imamat diulangi lagi dengan perintah Yahweh, bahkan tatacaranya ditulis jelas. Idul Qurban dengan demikian adalah tatacara Yahudi penyembah Yahweh dipakai dalam Islam. Tatacara ini dilakukan diseluruh dunia, pengurbanan kambing domba dan sapi pada hari raya Idul Adha.

(Namun demikian, harap diingat bahwa tatacara sadis pemotongan kambing domba itu adalah salah satu yang sangat dibenci Isa Almasih. Isa pernah marah besar hanya sekali selama hidupnya, dan itu terjadi pada hari pemotongan qurban, hari Paskah Yahudi, yang sekarang sama persis dengan hari raya Idul Adha. Kisah ini ada dalam Injil Matius 21 yang disaksikan seorang sahabat Isa. Jadi, hati-hatilah kalian yang masih gemar memotong kambing dan menganggap tatacara penderitaan hewan berdarah-darah adalah tatacara mulia perintah Tuhan.)

Bahkan Isa dianggap "anak domba Allah yang menghapus dosa dunia" sampai hari ini. Sentral ajaran krsten adalah penebusan. Yesus dianggap Penebus dosa dunia. Kalau itu benar, artinya Allah adalah dewa sadis penggemar tumbal sajen dan qurban, dan kalau itu benar, artinya juga Isa sudah menghapus tatacara kurban hewan dan telah membayarnya lunas dengan darah dan nyawanya. Artinya mulai dari kematian Isa, tatacara kurban semacam Idul Adha itu sudah dibatalkan. Tidak berlaku lagi. Diamandemen dengan satu kurban final yang menghapus tatacara biadab primitif ini. Semua pengikut Isa haram melakukan tatacara ini. Bahkan ini tatacara yang paling dibenci Isa Almasih, sang Hakim atas Hari Kiamat itu.  

Pada perkembangan berikutnya, kurban atau persembahan itu bisa berbentuk aneka ragam tatacara, yang intinya sama: menyakiti diri sendiri demi untuk menyenangkan tuhan dan mendapatkan ridha atau berkah keberuntungan keberhasilan.
Dalam kategori ini adalah:
- Puasa. Puasa untuk merendahkan diri, tetapi pada hakekatnya untuk menyiksa diri agar Tuhan berkenan melihat manusia dan mengampuni dosa. Ada yang melakukannya sekarang ini.
- Tidak kawin, selibat karena dianggap seks adalah kesenangan. Ini aliran Paulus. Paulus menyuruh orang tidak kawin, dan yang janda duda juga bertahan demikian.
- Seks adalah kesenangan, maka seks dibatasi. Tuhan dianggap tidak senang melihat manusia mengalami kenikmatan itu. Muncul berbagai pembatasan terhadap perempuan. Ini juga salah satu yang mendukung pemakaian Jilbab atau burqa.

Apakah makna kurban untuk masa modern sekarang?
Apakah itu berarti upacara penyucian diri dengan penumpahan darah,
atau memberi makan sesaji darah pada oknum alam gaib,
atau yang lain? 

Oleh sebab itu aku sangat mendukung ketika PKS mengusulkan agar kurban kambing diganti kurban sadaqah atau pemberian harta benda dan uang untuk sesama yang tertimpa bencana, untuk orang miskin, dll seperti yang menjadi semangat utama Idul Adha, yaitu semangat untuk membantu meringankan sesama orang miskin. Beramal dengan pengurbanan harta benda amalan yang mulia. Makna ini harus dipegang, sebab itu menghasilkan pahala amal baik yang akan mendapat balasannya kelak.  Sebaliknya, menggorok leher hewan dan menyebabkan mereka meregang nyawa dalam penderitaan adalah bukan amal baik, dan akan mendapat balasannya juga. Aku mau tunggu saja apa jawaban kalian di depan Isa Almasih nanti. Daripada buang uang untuk beli kambing banyak yang mubasir, karena orang miskin tidak butuh kambing, mereka lebih butuh handphone untuk kerja. Akhirnya hanya anak-anak abg itu yang pesta sate kambing, sementara yang tua sama sekali tidak makan karena takut kolesterol. Alasan tradisi kejam itu harus dikembalikan pada makna aslinya, jangan sekedar melakukan tatacara, apalagi jelas itu tatacara kurban diperintahkan ilah Yahudi kuno bernama Yahweh, kemudian ditiru begitu saja oleh Islam tanpa menyadari asal usulnya yang jelas.

Demikian secara singkat. Secara berkala akan aku update tulisan di atas dengan sumber-sumber yang sahih dan ilmiah. Para pemuka dan ulama serta pejabat agama tentu punya versi mereka, yang bertujuan agar ummat tetap menghormati mereka, menegakkan institusi agama, memberikan dukungan pada organisasi agama. Jadi tidak jarang terjadi tipu menipu yang mengatas namakan perintah Allah atau Tuhan. Pokoknya bagi pada karyawan organisasi agama ini, kebenaran adalah nomor dua, kalau perlu manusia harus terus ditipu supaya buta dan tuli, sementara show going on dan eksistensi organisasi agama jalan terus.

Tambahan bacaan:

Bible kitab Imamat mengenai tatacara Pengurbanan, Najis Tahir, dan Haram Halal.

http://www.ilmoe.com/1932/kumpulan-kajian-fikih-hukum-syarat-hewan-kurban-dan-idul-adha.html

Aku menulis mengenai Siapa itu Yahweh dan mengapa ia minta kurban kambing domba dan sesaji darah? Analisis dari sumber kitab suci dan pengalaman manusia modern bertemu dengan Yahweh.

Aku juga menulis tentang misteri UFO alien yang minta kurban darah dan nyawa ini. Untuk apa mereka minta kurban darah semacam itu?

Juga seri Siapa dan Apa Ajaran Isa Almasih sebagai solusi bagi berbagai kelemahan agama secara umum saat ini.

3 komentar:

Hati baja mengatakan...

Bagaimana dengan kepercayaan mengorbankan manusia,Yesus, supaya dosanya umatnya bisa diampuni? Apa ajaran tsb tidak sadis dan sama dengan tatacara agama primitif.

Apakah benar, cara menghapus dosa orang yang salah dengan menghukum bunuh orang yang benar/suci. Contoh, orang yang merampok dirumah anda dapat disucikan dengan membunuh anak yang paling baik di rumah anda.

Bagaimana dengan mereka yang mengorbankan Yesus (Imam-Imam Yahudi, dan Yudas Iskariot). Seharusnya mereka dianggap orang suci. Seharusnya foto mereka dipasang di setiap gereja. Karena jasa mereka sehingga Yesus bisa disalibkan. Kalau Yesus tidak jadi disalib, maka orang-orang kristen berdosa seumur hidup, alias masuk neraka.

Anonim mengatakan...

Anda keliru manilai islam dan makna dari kurban dalam islam!!!
Kurban dalam islam bukan untuk persembahan kepada siapa pun!!bukti nya sehabis di potong ternak kurban tersebut di makan bersama sama,,bahkan jika ada di sekitar umat muslim yang pemuja isa almasih juga di perkenan kan mencicipi hasil kurban tsb!!!jadi inti kurban (pemotongan)hewan ternak adalah menghilang kan dan mematahkan kepercayaan jahiliah apapun yang mensakral kan hewan ternak!!!mau domba atau pun lembu jika di sembelih tidak memiliki kekuasaan apa pun selain mengembek!!!
Nah,,,darah nya pun di tanam agar tidak menjadi penyakit!!!bukan di sajikan buat alien atau gozila apa lagi anakonda!!!jika anda menganggap kurban yang dilakukan islam adalah untuk jin anda bisa memakan daging nya yang masih berasa seperti sedia kala!!!bukan seperti makanan yang jadi sajen,menjadi hambar!!banyak makna positif dari ibadah kurban!!!bukan seperti yang di FITNAH KAN OLEH orang orang kafir!!!ha ha

Saya setuju dgn mas hati baja,,,yang ngaku pemdun mana berani jawab,,,kalau pun jawab pasti ngelantur n gak masuk akal,,,

PEMERHATI DUNIA mengatakan...

Sudah aku jelaskan dari awal panjang lebar asal usul tatacara kejam ini. hentikan saja tatacara ini, karena jelas dari penyembahan dewa dewi kegelapan