Mentalitas Korupsi dan Solusi Pemberantasan Korupsi dengan Agama

Mengapa korupsi tidak mudah diberantas? Adakah solusi pemberantasan korupsi? Berikut adalah artikel mengatasi korupsi secara lebih komprehensif dan holistik menyeluruh, dari segala segi, hukum aturan, kepemimpinan, dan perubahan mental spiritual manusia dengan agama.  Mungkinkah agama memberantas korupsi sedangkan dalam organisasi agama terjadi korupsi? Mungkinkah lembaga penegakan hukum dan peradilan memberantas korupsi sedangkan dalam organisasi mereka terjadi korupsi yang paling hebat? Bisakah organisasi pemerintahan menjadi bersih sedangkan pemimpin dan pemerintah itu korup? 

Agama bisa membantu memberantas korupsi, dengan catatan metode yang dipakai itu benar. Seringkali agama menggunakan cara yang salah. 

Kita mulai dengan fakta tentang statistik negara-negara korup dan bersih di dunia.




Negara-negara terbersih dan terkorup didunia

Menurut survei 2011, negara terbersih adalah:
Menurut survei 2011, negara terkorup adalah:
Survei tahun 2003 mencakup 133 negara. Hasilnya menunjukan tujuh dari setiap sepuluh negara (dan sembilan dari setiap sepuluh negara berkembang) memiliki indeks 5 poin dari 10. Pada 2006 survei mencakup 163 negara. Indonesia berada pada peringkat 130 dari 163 negara tersebut dengan nilai indeks 2,4. Pada 2007 survei mencakup 180 negara. Indonesia berada pada peringkat 145 dari 180 negara tersebut dengan nilai indeks 2,3. Pada tahun 2010 survei mencakup 178 negara. Indonesia berada pada peringkat 110 dengan nilai indeks 2,8, dan pada 2011 naik menjadi peringkat 100 dari 182 negara dengan nilai index 3,0


Indeks persepsi korupsi di dunia, 2009. Hijau  menunjukkan sedikit korupsi, merah menunjukkan banyak korupsi

http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Persepsi_Korupsi

Nampaknya dari data di atas dengan analisis, negara yang korup adalah:

Negara berkembang yang masih terkebelakang,
Negara yang dikuasai fasis militer,
Negara eks-komunis,
Negara yang dikuasai agama yang ketat, sistem lebih tertutup dan ada kekuasaan lembaga agama yang besar, dalam hal ini Islam dan Katholik.

Berikut ini adalah kondisi yang mendukung berkembangnya korupsi, dikutip dari Wikipedia:

Kondisi yang mendukung munculnya korupsi

Konsentrasi kekuasan di pengambil keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat, seperti yang sering terlihat di rezim-rezim yang bukan demokratik.
Kurangnya transparansi di pengambilan keputusan pemerintah
Kampanye-kampanye politik yang mahal, dengan pengeluaran lebih besar dari pendanaan politik yang normal.
Proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah besar.
Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan "teman lama".
Lemahnya ketertiban hukum.
Lemahnya profesi hukum.
Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa.
Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil.
http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi


Lalu bagaimana solusinya? Korupsi harus dikurangi, karena hal itu perbuatan jahat dan tidak bertanggung jawab. Namun semua bangsa melakukannya, dalam kadar berbeda-beda.

Dari beberapa data di atas diperoleh beberapa alternatif solusi yang mungkin.

Solusi 1: Penegakan Hukum Dengan Tegas. 


Penegakan hukum memang diperlukan, untuk mengurangi korupsi. Sayang sekali data membuktikan bahwa hukuman dan aturan keras, apalagi dalam sistem ideologi atau agama tertutup tidak memberantas korupsi. Justru sebaliknya, pemerintahan tertutup cenderung makin korup dan tidak ada kontrol dari rakyatnya.

China ketika masih sistem tertutup tirai bambu komunis, menempati peringkat tinggi dalam korupsi. Lalu diberlakukan reformasi, menjadi makin terbuka. Kini, dengan penerapan hukuman yang keras, China hanya naik ke peringkat 78. Masih lumayan dibanding negara kita.

HUKUM: Terbukti Hukuman Mati untuk Koruptor Di China Tidak Efektif ...
www.kaskus.co.id › ... › THE LOUNGE
19 Sep 2012 – Berarti pula, hukuman mati bagi koruptor tidak signifikan menurunkan angka korupsi. Peringkat China cuma menduduki ranking ke 78.

Bagaimana dengan sistem tertutup lainnya? Saudi Arabia tahun 2006 ranking 70/163 dengan skor 3.3. Sama dengan kita. Malaysia lebih transparan dan mendapat skor 5.0. Negara yang paling tidak memberlakukan hukuman keras dan kejam, seperti negara-negara Eropa utara dan Australia justru menempati peringkat paling bersih dari korupsi.

Ada satu perkecualian, Singapura, yang sistem hukumnya ketat dan disiplin  namun tidak kejam seperti dalam negara-agama, meraih posisi tinggi negara bersih. Ketat tetapi sistemnya transparan. Jadi hukum keras atau hukum lunak bukan satu-satunya solusi. Ada faktor penting lain yaitu transparansi dan juga faktor berikut ini.

Solusi 2 : Peran Pemimpin 

Peran figur pemimpin bersih sangat didambakan oleh rakyat. Mereka dianggap bisa memberantas korupsi. Dengan dasar itulah maka kita sering memilih pemimpin.

Coba kita simak, 6 Presiden Paling Berani Basmi KORUPSI
http://sdftyujklvbn.blogspot.com/2012/10/6-presiden-paling-berani-basmi-korupsi.html
Contoh yang disebutkan adalah:
1. Felipe Calderon (Meksiko)
ini dia presiden paling tegas memberantas korupsi di negaranya. Felipe calderon memecat lebih dari 4.500 anggota polisi meksiko sebab terkait rasuah, penyalahgunaan jabatan, dan kejahatan terorganisasi. Langkah ini diambilnya sejak dua tahun lalu sampai sekarang. Namun sayang, bulan depan masa jabatannya bakal berakhir. Padahal masih banyak kasus korupsi perlu ditangani. Menurut indeks persepsi korupsi versi transparency international, meksiko masih berada di peringkat seratus bersama indonesia, argentina, gabon, madagascar, malawi, suriname, dan lain-lain, dengan nilai 3,0.
2. Ellen Johnson Sirleaf
ini presiden perempuan paling garang dalam memberantas korupsi. Ellen johnson sirleaf bahkan memecat anaknya sendiri bersama 45 pejabat negara lain sebab tidak menyerahkan daftar kekayaan pada komisi antirasuah. Mereka tidak boleh kembali menjabat bila belum memberikan deretan penghasilan diperoleh dan darimana sumbernya. Menurut indeks persepsi korupsi versi transparency international liberia ada di peringkat 91. Itu artinya, penanganan korupsi di negara ini masih lebih baik ketimbang Indonesia.


Peranan pemimpin terbatas dan tindakan ekstrim mereka makan korban besar, bisa menyebabkan resiko yang besar juga bagi kestabilan suatu negara. Namun sangat disayangkan bahwa sekalipun peran pemimpin itu cukup besar, tetapi melawan budaya korupsi yang sudah merasuk ke semua sendi bangsa, pemimpin saja tidak cukup mampu mengubah bangsa. Tidak banyak perubahan persepsi korupsi. Peran pemimpin ada, tetapi terbatas, dan tidak jarang lama kelamaan ikut terseret juga dalam budaya korupsi.
Sampailah kita pada alternatif solusi ketiga:

Solusi 3 :  Mengubah Mentalitas Pribadi Antikorupsi


Pada dasarnya, korupsi adalah Penyakit Batin atau Mentalitas. Mengapa? sebab keputusan korupsi itu letaknya dalam batin manusia. Akar Korupsi adalah keputusan pribadi yang sengaja memilih yang jahat, bukan yang baik. Apa yang baik itu dapat dirasakan dalam batin, dalam bentuk kelegaan dan kepuasan, sedangkan keputusan yang jahat itu akan menimbulkan kontroversi dan pergolakan dalam batin. Kita sebagai manusia mengetahui apa yang baik dan apa yang jahat, bahkan tanpa diajari orang. Kemampuan itu melekat dalam diri kita secara pribadi.

Demikian pula apa yang "baik" menurut masyarakat itu yang diketahui dan disetujui semua orang dalam masyarakat itu. Keputusan masyarakat itulah yang disebut moral atau akhlak masyarakat. Cara jahat itu biasanya diam-diam, harus disembunyikan, agar mencapai hasil maksimal, maka dikenal apa yang disebut kolusi, konspirasi, persekongkolan, dan sebagainya. Jadi, kalau kita kerja dalam sebuah organisasi, kita melakukan korupsi jika kita melakukan sesuatu yang tidak akan disetujui orang-orang dalam organisasi dimana kita kerja. Makanya, semua korupsi dilakukan dengan sembunyi-sembunyi, diam-diam.

Jadi solusinya adalah dalam keputusan manusia. Sesuatu yang terletak dalam batin manusia. Mampukah kita mengubah mental manusia satu persatu? agar dari dalam manusia,secara sadar dan sengaja manusia menjauhi korupsi? Mampukah kita mengajari dan mengubah manusia agar secara sadar menjauhi korupsi?

Masuk akal jika solusi ini dipertimbangkan. 

Masalahnya, dari kecil kita itu lahir dari keegoisan. Kita sebagai anak kecil sudah pasti awalnya serakah dan egois. Itu normal. Mental egois itu sudah melekat dalam mental anak. Lalu kita perlu mengajari moral etika yang lebih tinggi dan lebih baik. Kita perlu mengubah mental si anak itu agar menjadi baik. Pernah melihat anak gelandangan atau anak tetangga yang tidak diajari berbuat baik, tetapi diajari jahat? Mereka akan menjadi kriminal. Mulai dari anjing-anjingan, sumpah serapah, pukul memukul, dan akhirnya bunuh membunuh, semua bisa dilakukan anak itu tanpa ia sadari bahwa itu salah.

Mengubah mental manusia itu perlu usaha. Harus ada yang dilakukan secara positif. Tidak bisa dibiarkan demikian saja dalam kondisi demikian.

Jika belum diubah, mental manusia itu memang serakah. Egois dan mementingkan diri sendiri. Mental hanya melihat pendek, hanya kesenangan duniawi, uang, menang, kebanggaan, ketenaran, kepuasan, dan sebagainya.

Lebih parah jika mental itu dilegalisir oleh ajaran agama, meniru dari tokoh pemimpin agama itu. Agama itu ada untuk menjadi tuntunan moral, tetapi yang terjadi adalah pelanggaran moral secara sistematis dan legal. Agama melegalkan pelanggaran hak asasi manusia, ritual agama melakukan kebiadaban dan kekejaman yang tidak bermoral. Keputusan Moral (memilih yang baik) rusak, bukan karena hati nurani, tetapi oleh ajaran agama yang orang itu terima!

Apakah Agama mampu mengubah keputusan pribadi seseorang menjauhi korupsi?

Ya, jika agama itu tidak mengajarkan ajaran moral yang keliru


Agama bisa dipakai untuk mengubah memperbaiki mentalitas manusia, tetapi juga bisa untuk membusukkan mentalitas manusia menjadi bobrok!

Coba lihat kasus sejarah semacam pembantaian Khaybar yang dimuat di Wikipedia dan diteliti secara ilmiah, dan juga kasus semacam ini dan ini. Bagaimana tidak rusak moral manusia jika mereka beranggapan bahwa merampok harta dan menjarah kota orang itu karena perintah Tuhan!!?? Jangan mimpi memberantas korupsi jika masih meneladani tokoh yang jelas-jelas korup. Ini bukan sekedar korup sembunyi-sembunyi tetapi korup terbuka di depan umum, bukan sekedar mencuri diam-diam tetapi mengepung sebuah kota, membunuh orang banyak, memperbudak anak istri mereka, lalu menjarah rayah harta benda korbannya untuk dibagi-bagi.

Celakanya, agama itu berisi ajaran yang hanya akidah (=teori/dogma), yang berupa omongan dan anggapan. Tiap hari dilakukan tatacara yang berisi hipnosis dan cuci otak. Membenarkan dengan segala cara. Tidak ada bukti sedikitpun, cerita turun temurun, tidak ada bukti sejarah apapun, tetapi manusia disuruh percaya pada kebohongan.

Cerita kebohongan demikian sudah beredar berabad-abad, dan manusia tidak berani memikirkan dengan jernih!

Agama harus bisa mengubah mindset manusia menjadi lebih baik!

Mengingat kisah-kisah nyata dan metode tipu menipu di atas, maka aku menganjurkan agar semua ajaran agama dicermati dan dikritisi. Bahkan ajaran mengenai TUHAN juga harus dicermati dan diperhatikan dengan hati-hati. Apalagi ajaran mengenai hal-hal yang tidak bisa dibuktikan dengan mudah, seperti syurga dan neraka. Pengajarnya saja tidak terbukti sudah ke syurga kok beraninya dia mengutuki orang lain bakalan masuk neraka!

Agama harus bisa mengubah manusia menjadi lebih baik. Hal itu sudah menjadi tuntutan.

Dua Metode Agama untuk Mengubah Mindset Manusia: Push atau Pull


Ada dua metode dasar mempengaruhi dan mengubah mindset manusia. Memaksakan dari luar, atau mengubah dari dalam. Push atau pull. Hukum atau kesadaran.

Dua-duanya diperlukan, tetapi mari kita lihat plus dan minusnya masing-masing metode dasar ini.

Metode memaksa dari luar

Jika metodenya agama paksa memaksa, maka agama itu diajarkan dengan menteror dengan ancaman neraka dan kutukan. Termasuk jika ada multimedia yang ditayangkan itu kisah sangat mengerikan dan horor untuk menakuti manusia agar takut berbuat jahat. Jadi, ini cara mengatasi sesuatu yang negatif dengan cara negatif juga. Mampukah negatif + negatif ini menghasilkan positif? Kalau dalam matematika, dikalikan mungkin bisa, tetapi jika dijumlahkan, tidak bisa. Hal ini juga terjadi dalam kenyataan. Metode semacam ini bisa tetapi hanya sesaat, nanti lama kelamaan akan kembali lagi. Manusianya hanya takut sesaat, nanti kembali lagi berbuat. Mereka yang ditakuti memang takut, ikut, pasrah, tetapi mereka yang berkuasa akan tergoda memanfaatkan situasi ini dan mencari kiat untuk mengakali orang banyak. Jadilah yang disebut kemunafikan. Para ulama dan pemuka agama itulah yang paling sering melakukannya. "Mereka menimpakan beban yang berat pada ummat, tetapi mereka melanggar dan membuat aturan yang menguntungkan diri mereka," demikian kira-kira sindiran pedas Isa pada pemuka ulama syariah Yahudi yang disebut orang Farisi. "Kuburan yang dilabur putih, luarnya bagus, dalamnya penuh tulang belulang," "Mereka menyesatkan orang, lalu membuat para pengikut lebih jahat dari mereka." Singkatnya inilah problema dan kelemahan besar dalam agama yang menganut jalan formalitas hukum agama, taurat atau syariah agama. Pemukanya korup, maka apapun produk hukum dan aturan mereka bisa dibuat semau mereka.
Agama, jika terlalu dipolitikisasi dan dilembagakan menjadi lembaga politik dan hukum akan makin mudah melakukan korupsi. Agama makin dipolitisir dan distandarkan akan makin banyak mudharat daripada manfaatnya. Fenomena ini terjadi pada semua agama. Inilah mengapa justru Departemen Agama itulah yang banyak melakukan korupsi, mulai dari ibadah haji sampai ke pengadaan Al-Qur'an yang kita saksikan begitu ramai di tahun 2012. Kasus ini sudah ada dari masa Isa Almasih berhadapan dengan institusi agama Yahudi yang korup sampai sekarang, kapan saja orang masih mengandalkan agama sebagai alat politik dan hukum, dimana pejabat-pejabatnya yang semakin sulit dikontrol.

Maka, agama yang memaksakan dari luar dengan hukum dan aturan, sistem politik dan kelembagaan tidak akan bisa mengatasi masalah mental korup. Justru agama menjadi lahan subur kemunafikan atau mental yang paling korup dari yang korup, yaitu pemimpin agama yang merekayasa umat untuk kepentingan kekuasaan. Inilah yang terjadi dalam kepemimpinan bangsa-bangsa yang mengandalkan sistem hukum agama.

Namun, bukankah metode paksa memaksa dan teror menteror itu sering terjadi dalam agama? Corong speaker yang keras memekakkan telinga, tatacara yang diulang-ulang ulang dan ulang setiap hari, ayat-ayat yang dibuat slogan yang diulang dan diwajibkan dipercaya, dan seterusnya.  Ada lagi pemaksaan keseragaman pakaian, dan yang tidak mengenakan pakaian semacam itu dihukum.

Sekali lagi, agama tidak akan berhasil memberantas korupsi, jika agama itu mengutamakan paksa memaksa dan tindakan politik dan hukum. Agama akan gagal memberantas korupsi jika agama itu terlalu dipolitikisasi dan dilembagakan menjadi formal standar resmi dalam hukum dan aturan, karena justru nanti para pejabat dan pemimin agama itulah yang melakukan korupsi. 


Metode menarik dari dalam

Pendekatan metode agama yang kedua adalah metode menarik dan mengubah orang dari dalam. membuat orang insyaf, dengan sadar dan sengaja menjauhi korupsi.

Pertanyaan terbesar adalah, BAGAIMANA ITU BISA?

Supaya bisa, tidak cukup hanya opini, tetapi diperlukan aksi nyata. Sesuatu yang bekerja secara aktif dari dalam batin manusia. Batin itu dalam dimensi halus, maka diperlukan sesuatu yang berdimensi halus juga,  yaitu wujud Ruh.

Maka inilah peran agama menyediakan solusi yang tidak bisa dikerjakan oleh manusia.

Maka agama masuk dalam dimensi spiritual. Ruh. Supranatural. Ilahiyah. Bukan kemampuan manusia. Pekerjaan Tuhan sendiri. Ruh.

Itulah sebabnya Isa menjanjikan Ruhul Qudus, sesuatu yang Ruh, tidak kelihatan tetapi ada. Seperti angin tetapi ada akibatnya. Jika Isa bicara mengenai Ruhul Qudus, maka ia tidak menyebutkan mengenai manusia atau sesuatu yang fisik, tetapi sesuatu yang berwujud ruh, energi hidup. Jangan menafsirkan yang bukan-bukan, mengenai Ruh ini sebab ini Ruh yang keluar dari Isa, adalah benar-benar berwujud Ruh, yang tidak kelihatan tetapi ada pekerjaannya. Jangan percaya omongan orang yang menafsirkan dengan cara menggabung-gabungkan aneka ayat ditafsirkan agar cocok sesuai pendapatnya. Itulah metode pembuatan ajaran sesat. Aku bisa menyusun banyak ajaran sesat dengan cara demikian.  

Ijinkan manusia menerima pengaruh Isa Almasih melalui RuhulQudusnya yang akan mengubah manusia dari dalam. Mengubah mental serakah dan mental kuatir menjadi mental puas bersama Tuhan. Puas dan pasti melihat hidup setelah mati. Tahu bahwa ada kepastian hidup setelah mati dan kemuliaan melebihi harta dan tahta dunia. Tahu bahwa di surga itu harta tidak berarti. Tidak lagi mengandalkan harta, tetapi melihat pada hidup yang kekal. Manusia hidup dalam damai dan puas, tidak silau pada harta dan kesempatan korupsi. Pengharapan dan keimanan pada hidup kekal yang dicontohkan dalam hidup Isa Almasih itu sendiri memotivasi manusia untuk tenang dalam batin, percaya dan tahu bahwa nasibnya aman selamat dunia dan akhirat. Dunia mungkin tidak kaya, tidak terkenal, sebaliknya mungkin dianiaya, dihina, diejek, bahkan dibunuh, tetapi mereka tidak peduli demi memperoleh hidup yang abadi itu. Syurga itu sudah mereka cicipi dalam pengalaman batin mereka, melalui pengalaman pribadi dengan RuhulQudusnya Isa Almasih. Tidak ada uang korupsi yang bisa membeli kepastian supranatural ini. .Inilah keimanan yang membuat pengikut Isa bertahan dan berkembang ketika dianiaya dalam pemerintahan kaisar-kaisar Rumawi yang kejam.  Demikian pula dalam sistem komunis China yang keras, gereja bawah tanah pengikut Isa berkembang tidak tertahankan. Pengikut Isa terbukti selama ratusan tahun dalam aniaya tidak protes, tidak memberontak, tidak menyalakan bom bunuh diri, tetapi terus beribadah, berdoa dan bertekun, demikian kata Paulus dalam surat-surat kirimannya.  Harapan dan iman seperti itulah yang hanya bisa diberikan oleh sesuatu yang supranatural, dalam wujud Ruh, dalam wilayah Agama.

Perubahan itu terjadi dalam dimensi batin, dimensi roh atau spiritual, maka hasilnya adalah perubahan mindset manusia, bukan sistem agama atau yang lain.

Ruhul Qudus bekerja secara nyata dalam diri manusia, mengubah, menegur, menyatakan kesalahan, menyatakan kebenaran, bahwa benar adalah benar, salah adalah salah, bahwa maling adalah maling, putih adalah putih, hitam adalah hitam. Hidup sesuai teladan Isa Almasih seperti kartu yang terbuka di depan orang banyak. Dilihat orang dan transparan. Bertindak sesuai perilaku Isa yang berani tegas menegur dan mengkritik kemunafikan dan ambiguitas dua-muka para pemimpin agama.  Isa mengajarkan "Ya katakan Ya, Tidak katakan Tidak. Selain itu adalah dari si Jahat,"  "Tanamlah hartamu di syurga, dimana karat dan ngengat tidak merusaknya,"  "berilah maka kamu akan diberi,"  "Jangan kamu kuatir apa yang kamu akan makan dan pakai, Bapamu di syurga tahu semua itu,"  Sebagai tujuan hidupnya sebagai utusan Allah, "Serigala punya liang, burung punya sarang, Anak Manusia (Isa) tidak punya tempat untuk meletakkan kepalanya,"  dan Paulus mengatakan "Aku cukup dalam segala sesuatu, dalam kaya atau miskin, susah atau senang" 

Kalau satu orang di Indonesia beriman seperti itu, mungkin tidak terasa. Tetapi kalau duapuluh persen saja orang Indonesia beriman pada Isa dan melakukan ajaran itu, apa yang akan terjadi pada tingkat korupsi manusia Indonesia?

Referensi : Agama dan Korupsi




Ajaran dan Siapa itu Isa Almasih

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Haduh 2x .. si BODOH trus -trusan nulis artikel2.. HM//// Kesalahannya masih sama , Daftar pustaka yg dari buku gak ada y?? kmu copas aja y?? walah2x.. Penulis Copas ni... Wawasannya sempit, pintar berbicara, aku bisa jamin, anda hobby menggosip dan menceritakan seseorang kan?? Smua tulisan selalu di arahkan kepada kekerasan dan kejelekan,, dari sini kelihatan bahwa anada itu memang PEMERHATI DUNIA NEGATIF> Anda tidak pernah memandang dunia sebagai sisi positif/// Y ampun smoga ALLAH swt mengampuni dosa anda.. Insya allah dengan anda bertaubat. AMiin .. Peace.. :)

Anonim mengatakan...

bagus sekali artikelnya, hampir saja saya setuju dengan pendapat saudara. memang, mayoritas agama di indonesia adalah islam begitupun dengan mayoritas koruptornya. tapi salah sekali jika anda menempatkan posisi agama dengan praktik perbuatan manusia, khusunya di negeri ini. contoh lain seperti istilah teroris,radikal,konservatif dan istilah negatif lainnya yang sudah dilekatkan secara paksa dengan islam melalui korporasi media, apakah benar2 islam mengajarkannya?. saya yakin anda salah paham dengan arti jihad yang sesungguhnya, atau mungkin anda memang tidak mau tahu sehingga anda bersifat subjektif. lalu bagaimana dengan mexico, salah satu negara pemasok narkoba terbesar didunia dan bisa dikatakan mayoritas penduduknya adalah pemeluk kristen?, apakah agama kristen mengajarkannya?. manusia bukan tempatnya untuk dijadikan sebagai perbandingan soal agama. jika anda ingin mencari "mana yang benar-mana yang salah", maka gali dari sumber agamanya, anda bisa menggalinya dari masing-masing kitabnya lalu bandingkan dengan kitab agama lainnya, namuuun... akan fatal sekali akibatnya jika anda hanya mengambil satu ayat tanpa menghubungkan dengan ayat sebelum dan sesudahnya, tidak mau tahu sejarah bagimana turunnya ayat tersebut dan seenaknya sendiri memenggal ayat tersebut sebagai media untuk menjustifikasi bahwa ajarannya adalah salah. dan untuk islam, jika anda ingin mengubah MINDSET semua orang mukmin itu mudah sekali sebenarnya(bukan muslim, karena muslim dengan mukmin itu berbeda), silahkan anda ubah dulu isi kitabnya, hanya itu kuncinya, tapi sayangnya sampai hari kiamatpun saya jamin 100% anda tidak akan bisa. saya akui para misionaris yang menggunakan cara "persuasif" seperti menawarkan uang, pakaian, makanan dan lain2nya kepada orang yang "miskin ilmu" tentang islam sangatlah gemilang di negeri ini. silahkan anda googling mengenai orang2 yang berpindah haluan menjadi pemeluk islam, khusunya dari kalangan umat kristiani, anda akan menemukan bahwa "kebanyakan" dari mereka memiliki latar belakang pendidikan tinggi. dan sebaliknya anda akan menemukan sedikit sekali orang islam yang cukup berpendidikan berubah haluammya menjadi kristen. agama itu "harus" logis dengan akal dan "terbukti" berasal dari Sang Maha Satu, sedangkan ilmu itu menjadi perantaranya untuk membuktikan mana kitab yang benar-benar mewakili firmanNya. saya menjadi islam melalui proses penalaran logika dan melalui proses membandingkan antara Al-quran dan Injil, khusunya dalam hal ketuhanan. dimulai dengan satu pertanyaan siapakah tuhan itu? kemudian dimana dia? seperti apa dia? lalu apakah agama yang saya anut memang sudah benar menurutNya?. ingat, jika ingin melihat suatu agama jangan dari pemeluknya karena itu bukan tempatnya. tapi sekali lagi, lihat dari isi kitabnya dengan cara yang benar. anda menawarkan jalan keluar dengan cara mengenal siapa itu Isa Alamasih, lalu bagaimana dengan isi dari kitab anda sendiri?, mungkin jawaban anda adalah dengan mengenal Isa Almasih maka otomatis akan mengenal firmannya. jika anda bisa lebih jeli dan kritis maka anda sendiri akan menemukan begitu banyak ayat-ayat dari kitab anda yang kontradiktif atau berlainan satu sama lainnya. saya yakin anda sudah tahu tentang itu dan argumentasi untuk membantahnya.

anda tidak perlu mencari kelemahan dari suatu hal untuk mencari kebenaran, yang anda perlukan adalah MENELITINYA, MENGKAJINYA atau MEMBANDINGKANNYA>

semoga anda lebih jeli lagi dalam membandingkan Al-quran dengan Injil... Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita semua. Amin.

Anonim mengatakan...

Data yang menjadi sumber anda tidak akurat mas,,,lembaga apa sih yang melakukan survei??trus apa yakin 100% akurat???
Atau data nya hanya berdasarkan kasus yang terungkap dan mencuat saja???kasus korupsi yang tidak di ketahui dan tertutup rapat gimana???apa masuk hitungan juga?contoh:di eropa dan amerika korupsi nya gak sama kayak di indonesia dan asia,,,mereka lebih ahli dalam manipulasi data,,sehingga perbuatan mereka selalu tertutupi,,shingga terjadi kemerosotan ekonomi secara signifikan di wilayah amerika dan eropa!!!bahkan vatikan (para pengikut isa almasih)sendiri pernah tercemar dengan skandal korupsi??!!jadi bagai mana menurut pembaca???apa data is penulis iNi akurat???



Trus saya heran!!kenapa anda selalu menjelek jelek kan dan menghina islam???apa ISA ALMASIH MENGAJARKAN ITU??APA INI HASIL MENYEMBAH ISA ALMASIH???apa ini arti buah menunjuk kan pohon nya???

Kalau kami mengikuti ajaran nabi muhamad saw dan memluk islam apa ada masalah buat anda???apa rejeki anda berkurang???

Islam tidak mendapat keuntungan apa apa jika anda jadi pemeluk islam!!!dan islam tidak di rugikan sedikit pun jika anda tidak percaya dan tidak mengikuti ajaran nya!!!

Anonim mengatakan...

Maju Terus Pemdun !

Saya mendukung Anda dan Blog ini

Pada Akhirnya semua akan mengetahui doktrin palsu yang didengung-dengungkan di seluruh bumi.

Ungkapkan kebenaran tepiskan yang sesat
kupas setajam Silet

Gimana umatnya gak korup
Kalo ajarannya dari
Seorang yang Sadis
membunuh, Teror, genocide, Serakah, merkosa, teror, budak ..
katanya Nabi kok gak tahan Duniawi ?

berarti perbuatan kayak gitu aman-aman aja dong ?
Kalo aman pantesan banyak pengikutnya yang laknat dan maksiat

Doain dia.. kasihan dia di neraka katanye..

Sesuatu banget yaa

Hahahaha

Gak setuju ?
Silahkan