Kembali pada Sebenarnya Apa itu Agama?

Kita mengenal studi politik, ekonomi, hukum, sosial dan sebagainya, lalu muncul pertanyaan: dimanakah peran dan khittah esensi sebenarnya AGAMA? Apa itu agama? Dimanakah kekhasan dan keunikan, wilayah dan lingkup agama yang memang tidak bisa dikembangkan oleh bidang yang lain?



Ambil contoh, studi hukum agama, sejujurnya, mengapa hukum agama itu selalu ketinggalan dibanding studi hukum internasional dan ilmiah yang bisa diterima semua bangsa?  Mengapa jika hukum dunia sudah begitu maju membahas mengenai clean governance, dan berbagai macam perkembangan hukum media dan perkembangan modern, sedangkan hukum agama itu tidak jauh dari kawin cerai, seks, pembagian warisan, pakai pakaian, berkumur, tatacara doa, mandi, haram halal, dan hal-hal yang makin tidak relevan dengan dunia modern? Perhatikan komentar para ulama fikih dan paus yang sudah tua renta, maka harap maklum jika komentar mereka itu sering jauh dari kemajuan modern.

Contoh lain adalah tatanan sosial, ika agama masih menganjurkan kafir mengafirkan dan diskriminasi antar pemeluk agama, apakah itu bukan pelecehan hak asasi manusia yang paling keji? Mengapa studi agama tidak berhasil dari dulu merumuskan sesuatu yang global sesuai dengan nilai-nilai persaudaraan umat manusia? Sepakbola di Liga Premier Inggris saja bisa menghukum kapten tim Inggris dengan keras karena melecehkan sesama pemain lain hnaya dengan kata-kata, mengapa ulama di masjid itu sering memaki-maki dan mempolitisir anti cina, anti salibis, dan seterusnya dengan tidak pantas? Kasus Pilakada DKI 2012 adalah contoh pahit Rhoma Irama yang keluar dari khittah beliau sebagai pembawa nilai moral melalui lagu menjadi alat politik praktis golongan tua yang harus lengser. 

Jadi pemuka agama dan studi agama sekarang ini sudah sangat rancu. Agama dipolitisir menjadi mainan politisi, agama dibisniskan menjadi mainan para pebisnis, agama diekonomikan menjadi sistem ekonomi yang kuno, agama dihukumkan menjadi sistem hukum yang menindas manusia dalam sebuah sistem tertutup, bahkan agama dijadikan slogan dan teriakan untuk perang dan kekejaman tiada tara.  

Agama sudah dijadikan apa saja, dikomoditaskan, dijadikan alasan untuk cari uang setoran haji dan labelisasi makanan halal, dijadikan tema dan nama pendirian sekolah agama yang sangat komersial. dijadikan alasan untuk merampok toko emas dan memotong kepala orang, dijadikan saranan untuk mendatangkan uang dalam seminar,  dan saranan untuk bisnis servis pernikahan dan layanan konseling dalam agama, dijadikan alasan untuk apa saja, kecuali tujuan utama agama itu.
 
Dunia ini kehilangan agama sebagai suatu bidang yang sangat mulia dan pedoman menuju tujuan esensial pokok manusia hidup, yaitu menuju hidup setelah mati.

Hidup setelah mati adalah tujuan orang beragama. Bukan demikian?

Prakteknya sudah dilupakan. Orang membom sesama dan mengklaim akan masuk surga sepertu surga itu punya neneknya. Orang mengira syurga itu punya nenek dia. Dia lupa bahwa dalamdunia ini ada sekian ratus suku dan agama, dan di alam semesta ini ada sekian trilyun bintang dan galaksi (yang kata informasi yang selalu kulihat dimanapun) berpeluang ada kehidupan. Bahkan banyak di Youtube dan dimana-mana situs mengenai alien dan pesan perwujudan mereka. Tidakkah kita sadar bahwa surga itu ditentukan bukan oleh ajaran agama kita, melainkan hukum-hukum universal yang berlaku di seluruh jagad raya?

Hukum karma, misalnya, hukum menabur dan menuai, adalah hukum universal.yang berlaku tanpa pandang bulu. Siapa melakukan yang jahat akan menuai yang jahat, siapa melakukan yang baik akan menuai yang baik. Layaknya sebuah akunting semesta, hukum ini berlaku tanpa memandang rupa, baik itu manusia, jin atau Tuhan sekalipun pastilah mematuhi hukum itu. Dengan hukum itulah maka keseimbangan alam raya ini terjaga seperti layaknya gravitasi selalu memaksakan kekuatannya pada siapapun. Tidak ada yang bisa lepas dari gravitasi tanpa melawannya dengan gaya anti-gravitasi, termasuk (pastilah) Tuhan sekalipun akan mematuhi hukum itu, sebab itu berlaku tanpa kecuali seperti yang kita lihat di alam semesta ini. Sebab itulah para astronom bisa membuat perhitungan, sebab hukum gravitasi itu universal. Sebab itulah aku berpendapat dengan bukti, bahwa Tuhan sekalipun mematuhi hukum (yang Ia buat itu, atau yang sudah ada dari sono nya dari kekal sampai kekal).

Maka anjuranku, pelajarilah hukum-hukum dan nilai-nilai yang lebih universal, belajarlah pada berbagai agama, jangan mengkotakkan diri pada satu aliran tertentu. Buka mata, lihat mana yang bagus dilakukan orang lain, terbukti berhasil, dipakai dan ditiru. Jangan meniru hal-hal yang jahat sudah dilakukan sepanjang sejarah agama yang coreng moreng ini.

Aku menganjurkan situs http://duniapemerhati.blogspot.com ini tentang ajaran Isa Almasih, dan tulisan lain tentang fakta agama, karena ajaran Isa ini sangat universal dan terbukti membawa pada hidup setelah mati. Ajaran Isa itulah yang aku rekomendasikan dengan semua bukti. Ajaran Isa itulah esensi dan khittah semua agama. Isa tidak mendefinisikan agama dengan sebuah kalimat, tetapi Ia membuktikan dan menjalani agama itu dan menunjukkannya pada kita untuk diikuti. Agama hidup. Itu fakta bukan opini.

Kalau kalian tidak percaya Isa Almasih, coba baca semua artikel lain mengenai bukti kegagalan dan penipuan yang sudah dilakukan pemuka dan pendiri agama kalian dari dulu sampai sekarang. Baca sampai  kalian muak dengan semua penipuan dan kejahatan atas nama agama ini. Sudah waktunya agama dikembalikan pada khittah dan esensinya yang sejati. Kalau kalian tidak mau percaya, aku sudah tampilkan semua bukti sampai kalian tidak bisa membantah lagi. Tidak usah malu, tidak usah maki-maki aku, tidak usah marah, tidak usah mengancam. Hadapi kenyataan demi nasib kalian sendiri di hari pengadilan. Itu fakta bukan opini.

http://duniapemerhati.blogspot.com

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Penjual obat pinggir pasar tradisional selalu bilang ini fakta bukan opini!!!tapi apa is penjual obat tahu apa arti fakta???

Is penjual obat mengatakan fakta tapi tidak ada bukti!!!apa itu fakta???opini dipaksakan supaya di akui sebagai bukti adalah ciri khas penjual obat di pinggir pasar tradisional!!!supaya air comberan yang di kemas dalam botol menarik laku terjual,dan ia mendapat keuntungan!!!inilah realita kehidupan.....

Anonim mengatakan...

Benar!!!tukang obat tradisional jika menjual air comberan dalam kemasan menarik dan di bumbui cerita muluk muluk yang kata nya fakta!!!dan bahkan penjual aircomberan tsbt mengatakan obat (air comberan) yang dia jual lebih baik dan lebih bagus dari pada obat dokter spesialis sekalipun!!!lengkap denggan ciri khas nya ia mengatakan ini fakta bung!!!!air ini lebih baik dari obat dokter!!!nah looo,,,

Tapi bagi orang yang berpendidikan pasti tahu,,,dan biar lah air comberan di minum oleh golongan yang pantas meminum air comberan pula !!

Anonim mengatakan...

Buat penulis atau siapa pun pembenci islam yang masuk kesini!!!!saya mau bertanya,,dan saya mohon di jawab,

Siapa yang menciptakan adam??(Isa atau allaah bapa)
Siapa yang menciptakan bumi,langit,alam semesta beserta isis nya??(Isa atau alaah bapa)
Siapa kah yang membuat bunda maria memiliki bayi tanpa hubungan biologis?(Allaah bapa atau isa)
Siapa kah tuhan isa(yang di sembah isa)(allaah bapa atau isa)

Jika benar isa penyelamat manusia!!jadi mahluk selain manusia siapa yang menyelamat kan nya???(Seperti malaikat binatang dan lain lain)

-Jadi siapa kah yang maha kuasa???(Allaah bapa atau isa)

-jadi apa kah itu roh kudus???apa yang di ciptakan nya??

Setelah anda jawab pertanyaan di atas tolong jawab satu lagi!!!
-Apakah itu tuhan???