Bahaya Dibalik Penyusunan Dalil (Akidah, Doktrin, Dogma) Agama

Kita sering mencap orang lain sesat dan kafir tanpa kita sadar diri. Aku seringkali dibilang sesat bahkan kafir, sekalipun mereka tidak bisa membuktikan sesatnya dimana. Fakta aku beberkan dengan jelas. Perbandingan agama aku tulis dengan gamblang. Moral akhlak aku bahas dengan benar. Hitam aku katakan hitam, putih aku katakan putih. Kalau salah tolong katakan dimana. Kalau sesat tolong buktikan. Bahkan untuk tiap problema yang dihadapi agama aku berikan solusinya yang jelas dan terbukti. Masih juga dibilang sesat dan sombong..

Mengapa orang bisa menuduh orang lain sesat? Sebab mereka diajari satu versi ajaran, lalu gurunya bilang bahwa semua yang lain adalah sesat. Ini indoktrinasi kacamata kuda supaya kalian tersesat. Apa yang fakta pun tidak akan dianggap. Benar jadi salah, salah jadi benar. Semua ini berkaitan dengan cara orang menyusun ajaran atau dalil agama.

Berikut adalah bahasan darimana dan bagaimana asal usul dan cara orang menyusun akidah agama. Kemudian cara membuktikan sebuah ajaran itu sesat atau tidak, yaitu dari buah atau akibat hasilnya.

Ajaran itu bisa sesat karena berbagai sebab. Inilah beberapa sebabnya:


Berikut sebuah kisah nyata. Suku Maya (lihat di Wikipedia) mengurbankan darah dan nyawa manusia, setiap dini hari hanya agar dewa membuat matahari terbit. Kurban atau qurban nyawa dan binatang, penumpahan dan pencurahan darah adalah ciri khas agama primitif. Lalu, masalahnya, mengapa Tuhan tidak mencegah tatacara sadis yang berasal dari dalil yang salah ini?
Bagaimana mungkin sebuah ajaran keliru bisa menyebabkan orang mengurbankan nyawa manusia tiap hari hanya karena anggapan atau akidah atau dogma atau teori agama bahwa matahari akan terbit kalau diberi sesaji darah dan nyawa??
Sudah terlanjur ribuan orang dikurbankan, demi ajaran yang ternyata salah dan sesat. 

Inilah bahaya besar, ajaran agama keliru itu SANGAT MUNGKIN TERJADI. Apalagi setelah kita tahu tahu cara orang menafsirkan dan menyusun ajaran agama,

Asal usul kekeliruan yang pertama. Ajaran atau dalil agama pertama berasal dari tradisi turun temurun, tidak dipikir dulu langsung dilakukan saja. Meniru tanpa dipikir.
Kurban kambing, misalnya, susah pasti dari tradisi timur tengah dan ternak mereka, tatacara ini dipakai begitu saja tanpa dipikir maknanya. Mungkinkah disubstitusi atau diganti tanpa menghilangkan makna? Mungkinkah diubah demi makna yang lebih baik? Coba pikir, kurban kambing itu bisa berarti 1) memberi sesaji tumbal untuk menyucikan diri dan mengampuni dosa, 2) menyenangkan hati Allah dengan pengurbanan harta dan penderitaan hewan, 3) mengajari orang agar takut dengan pertunjukan kekejaman dan agar mereka tega berbuat sadis pada sesamanya jika diperintahkan oleh agama, 4) beramal dengan membagikan daging kurban pada orang miskin. 

Hayo, makna mana yang akan dipakai? Ayat-ayat sahih dari hadis, Nabi SAW menunjuk jelas bahwa Muhammad melakukan itu karena alasan pertama dan kedua, agar menyucikan diri dan menyenangkan hati Allah. Makna ketiga adalah turunan dan akibat langsung yang tidak bisa dihindarkan dari pelaksanaan pembantaian terbuka di depan umum ini, anak kecil diajari sehingga dewasa tega menggorok leher siapapun. Makna keempat adalah yang terbaik, makna sosial.

Jadi, dengan makna keempat, sekarang tanya, apa yang paling dibutuhkan orang miskin? Kalau jawabannya daging kambing, kalian tidak realistis. Orang miskin tidak butuh daging kambing. Mereka sudah sering makan protein telur dan ayam. Mereka tidak butuh daging kambing yang bisa menyebabkan struk. Makan sepuluh tusuk saja bisa berbahaya. Orang miskin butuh pendidikan, sarana komunikasi seperti hp untuk membantu usaha mereka, dan mungkin komputer agar anak mereka tidak terus bodoh. Itulah makna modern yang layak dan pantas, bukannya daging kambing dan sapi! Coba ada berapa netbook yang bisa diberikan orang miskin agar anak2 mereka bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik, bisa melihat dunia melalui internet, sehingga paling tidak mereka bisa mengejar ketinggalan mereka dari orang yang lebih mampu.  
Tidak heran bukan jika akhirnya anak-anak tanggung itulah yang pesta pora barbeque daging kambing? 

Para pemuka agama itulah yang harusnya memimpin umat pada kemajuan, bukannya ikutan tanpa pikir melanjutkan tradisi yang sudah kadaluarsa dan tidak cocok lagi.

Ajaran atau dalil agama bisa juga dari penafsiran ayat ini dicocok-cocokkan dengan ayat lain di bagian lain yang ditulis entah siapa, entah kapan, entah dengan tujuan apa. Inilah yang banyak terjadi dalam aliran Kristen dan Islam. Beda tafsir ayat saja bisa bikin aliran baru. Ayatnya sangat ambigu, banyak makna tidak jelas, apalagi itu puisi seperti Al-Qur'an. Kalian tahu pantun bukan? Pantun empat baris itu akhir suaranya dicocokkan, dicarikan kata-katanya agar kelihatan bagus bunyinya. Akhirnya kalimatnya tidak jelas, makan mangga makan belatung, makin belajar agama makin bingung.  Kalau ayat demikian itulah yang ditafsirkan para ulama, mangganya, belatungnya, agamanya, bingungnua, akhirnya pasti jadi ajaran sesat.

Demikianlah aku bisa sebutkan aliran-aliran dalam agama yang beda tafsiran. Di Islam ada beberapa madzhab fikih, dan itu berdampak besar pada dalilnya dan tatacaranya. Madzhab Imam Syafi'i beda sekali dengan pendapat Imam Hambali, ini belum lagi aliran sufi ada sekian lagi tafsiran. Tiap madzhab beda tafsiran, padahal sama asal ayatnya. Kalau ada empat madzhab, bisa saja yang dua atau tiga keliru. Ayat lain, gantian madzhab yang lain keliru. Jumlahkan saja sekian ayat, sekian tafsiran dan sekian dalil, maka jelas dalam satu agama saja ada dihasilkan sekian banyak ajaran sesat.

Menyusun dalil agama itu sering menjadi sumber ajaran sesat.

Contoh lain. Dalam Kristen dikenal dogma penebusan, yang konon didasarkan pada perkataan Isa bahwa roti dan anggur itulah simbol dari kematiannya untuk pengampunan dosa orang banyak. Selama hidupnya Isa tidak mengajarkan dan melakukan ajaran ini. Isa dihukum mati oleh pengikut Yahweh dengan tuduhan musyrik, menyekutukan Tuhan, menyamakan diri dengan Tuhan (mengaku sebagai anak Tuhan), oleh para pemuka majelis ulama Yahudi. Lihat Lukas 22 ayat 67 sampai akhir dan bagian yang sama di Injil Matius 26 ayat 65 serta Markus. Pada hari ketiga, Isa hidup lagi dan empatpuluh hari kemudian terangkat naik ke syurga. Peristiwa itu begitu menggemparkan batin para murid dan sahabat, yang kemudian MELUPAKAN ajaran Isa semasa hidup dan menyusun ajaran baru yang disebut penebusan itu. Ajaran salah buatan Paulus dkk dijadikan sentral ajaran Kristen menggantikan ajaran Isa/Jesus semasa beliau hidup! Kenapa bisa demikian? Tanyalah pada ilalang yang bergoyang, sebab tidak ada pendeta manapun tahu pergulatan sejarah dan penyusunan dogma ini aslinya seperti apa. 
Semasa hidup Isa tidak mengajarkan kurban tebus menebus itu. Isa mengabarkan Injil yang artinya Kabar Baik bahwa Allah itu Pengasih dan Penyayang, Bapak umat manusia, dan kita semua adalah disebut para putra-putriNya. Inilah Injil yang bertentangan dengan ajaran Yahweh bahwa Yahweh adalah pencemburu, pemurka dan minta kurban darah untuk menebus dosa manusia. Lalu mengapa bukan Injil yang dikabarkan tetapi Penebusan diajarkan pada orang Islam, Hindu dan Budhis yang serta merta menolaknya?

Para penyusun dalil dogma penebusan itu tidak memperhitungkan kalau saja kematian Jesus benar untuk menebus dosa, maka fakta yang berikut ini harus diterima juga:
1) Yahweh adalah tuhan yang kejam suka dengan tumbal sajen layaknya semua ilah kegelapan, dedemit, Iblis atau Setan. 
2) Yahweh adalah tidak maha pengampun, karena tidak bisa mengampuni tanpa tumbal,
3) Tuhan dalam perjanjian lama itu tuhan yang beda dari konsep ketuhanan menurut Isa, Yahweh itu bukan Abba atau Tuhan yang dikabarkan Isa. Perjanjian Lama Bible itu tidak bisa dipercaya dan dewa Yahudi Yahweh itu adalah dewa kegelapan yang suka tumbal sajen darah dan nyawa. Bisa jadi Yahweh itulah Iblis yang menyamar sebagai Tuhan.

Jelek sekali bukan maknanya? Namun itulah asli dan faktanya Yahweh dan konsekuensi jika dogma baru yang bernama doktrin penebusan itu dipercaya.

Demikian juga doktrin Trinitas dan siapa itu Jesus menurut Kristen itu bukan dari satu kepastian firman Tuhan, melainkan hasil dari sebuah konsensus dari beberapa kali konsili. Penyusun ajaran trinitas itu adalah sebuah tim perumus yang melakukan konsensus. Di Bible Perjanjian Baru apalagi PL tidak pernah dijumpai ajaran itu disebut. Lalu orang menarik dari ayat anu dari perjanjian lama digabung ayat ini dari perkataan Isa, ayat itu dari tulisan Paulus, dari tulisan entah siapapun kurun waktu 5000 tahun,  dijadikan ajaran baru dari hasil deduksi-induksi atau penarikan kesimpulan. Sekarang dibantah sesat tentu mudah sekali. Pendukungnya juga mengajukan alasan yang aneh-aneh. 

Pengaruh manusia sangat besar dalam penyusunan dalil dan akidah. Sebuah ajaran bisa karena melanjutkan tradisi turun temurun, bisa jadi karena hasil penyusunan saling silang penggabungan dan tafsir aneka ayat.  

Sebab itulah, sudah harus kita waspadai dan cermati dalil-dalil itu. Semua harus dicermati. Belum tentu yang kita yakini sekarang itu yang paling benar. Bisa jadi karena sejarah ditulis oleh yang menang. Aliran yang menang melenyapkan aliran lain. Ajaran yang kita pegang bisa jadi itu hanya karena hasil konsensus.

Kita sudah demikian sering mendengar di masjid atau gereja bahwa ajaran ini atau itu adalah ajaran yang paling benar bla bla bla yang semua hanya pendapat manusia dan akidah, didasarkan pada tulisan kuno yang katanya "firman tuhan" tetapi hanya anggapan dan kepercayaan tidak ada buktinya sama sekali. Sebuah ajaran mungkin dianggap benar di padang pasir oleh orang butahuruf di tengah bangsa primitif yang tulisanpun belum ada, tetapi apa itu benar juga disorot dari kacamata modern, setelah dibuktikan selama berabad-abad itu adalah ajaran gagal kadaluarsa yang tidak cocok lagi?  Dulu benarlah itu firman tuhan atau hanya meracau gila, ayan, atau kesurupan jin?

Lalu bagaimana membedakan ajaran itu sesat atau tidak?

Isa mengajarkan Pohon bisa dilihat dari Buahnya. Pohon baik akan berbuah baik. Pohon jahat akan berbuah jahat. 

Sederhana saja, sesat atau tidak tidak bisa dibuktikan dari isi ajarannya, tetapi dari hasilnya jika dilakukan. Sebuah pesan yang mengaku "wahyu" tidak bisa dibuktikan begitu saja, kecuali itu ditest dengan kehidupan nyata, benarkah dan sesuaikah dengan dengan kenyataan, apakah lebih baik atau tidak.  

Contoh, untuk melihat apakah Jokowi itu benar atau tidak, lihat saja hasilnya. Untuk melihat Muhammad benar atau tidak, lihat saja buah hasilnya. Bandingkan saja perbuatan dan peradaban pengikutnya dengan pengikut Isa atau Buddha. Lihat tuh pengikut Taliban, laskar-laskar mujahidin, para pengebom bunuh diri, boko haram, shiah vs sunni di Iraq, dll dsb. Kurasa kalau kalian bilang itu ajaran paling benar, aku akan garuk kepala, dan bilang: POHON BISA DINILAI DARI BUAHNYA.

16 komentar:

PEMERHATI DUNIA mengatakan...

Aku sudah biasa dikatakan sesat, kafir, diazab, dikutuki, diserang dengan kata kotor. Dari situlah aku menemukan bahwa ajaran Isa Almasih memang jempolan. Pemdun memang agak angkuh, ya benar, mungkin karena ajaran Isa Almasih itu begitu kuatnya sehingga dengan mudah aku bisa menghabisi argumen dari agama lain. Kesannya jadi sombong. Ajaran Isa Almasih ditakdirkan untuk mengganti ajaran agama-agama lain yang inferior.
Tetapi Pemdun sangat berani dan jujur. Bahkan Yahweh Tuhan sembahan Yahudi itu kulawan terang-terangan. Kalau melawan ilah dan dewa saja berani dan tidak apa-apa sampai sekarang (bukti itu tuhan peyek keok abis melawan aku Pemdun), jadi mengapa aku tidak ketus pada manusia yang kurangajar berani mengatakan sesat kafir segala macam? Ilah fiktif macam Yahweh itu beraninya menakuti dengan azab dan teror, tetapi itu hanya angin tanpa bukti. Aku akan high profile. Tidak ada alasan untuk low profile menghadapi para musuh yang inferior.

Anonim mengatakan...

Semua kata kata mu adlah buah dari pohon itu!!!!!ironis sekali,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Mengatakan agama lain sesat,,memfitnah agama lain dengan segala macam argumen yang ngawur!!!padahal diri sendiri antah barantah,,,,malah mengaku baik,,,,ironis memang!!!

Tapi Inilah contoh nyata manusia!!dan kebenaran islam!!!
Benar nya di mana,,,???
Di sini"Sampai kapanpun mereka(iblis,dan seluruh musuh islam)tidak akan senang dan tenang sebelum kamu mengikuti mereka!!!
Itu kata kata ribuan tahun yang lalu!!!tapi sampai saat ini tidak ada FAKTA bahwa ini kadaluarsa,dan hingga saat ini masih BERLAKU!!!

Anonim mengatakan...

Ibarat tukang jual obat pinggir pasar traditional!!!ia akan selalu menjelek jelekkan dokter spesialis!!!!tapi is penjual obat tradisional meskipun hanya menjual air comberan yang di beri kemasan PASTI akan tetap NGOTOT mengatakan obat nya yang paling baik dan paling asli,,,,dan mulut is penjual obat hanya akan diam jika datang petugas satpol PP membubarkan rumah sakit pinggir jalan nya!!!!

Anonim mengatakan...

heee,,,
kalo post > Ingat, kata-kata kotor yang tidak bermutu membuktikan siapa diri dan kepercayaan Anda sesungguhnya. Pengungkapan kebenaran selalu membuat orang kaget dan bisa mengamuk. Demi bangsaku, demi kamu sendiri, aku tulis koment ini.

Anonim mengatakan...

Demikian juga doktrin Trinitas dan siapa itu Jesus menurut Kristen itu bukan dari satu kepastian firman Tuhan, melainkan hasil dari sebuah konsensus dari beberapa kali konsili. Penyusun ajaran trinitas itu adalah sebuah tim perumus yang melakukan konsensus. Di Bible Perjanjian Baru apalagi PL tidak pernah dijumpai ajaran itu disebut. Lalu orang menarik dari ayat anu dari perjanjian lama digabung ayat ini dari perkataan Isa, ayat itu dari tulisan Paulus, dari tulisan entah siapapun kurun waktu 5000 tahun, dijadikan ajaran baru dari hasil deduksi-induksi atau penarikan kesimpulan. Sekarang dibantah sesat tentu mudah sekali. Pendukungnya juga mengajukan alasan yang aneh-aneh.

Pengaruh manusia sangat besar dalam penyusunan dalil dan akidah. Sebuah ajaran bisa karena melanjutkan tradisi turun temurun, bisa jadi karena hasil penyusunan saling silang penggabungan dan tafsir aneka ayat.

Sebab itulah, sudah harus kita waspadai dan cermati dalil-dalil itu. Semua harus dicermati. Belum tentu yang kita yakini sekarang itu yang paling benar. Bisa jadi karena sejarah ditulis oleh yang menang. Aliran yang menang melenyapkan aliran lain. Ajaran yang kita pegang bisa jadi itu hanya karena hasil konsensus.

Anonim mengatakan...

Demikian juga doktrin Trinitas dan siapa itu Jesus menurut Kristen itu bukan dari satu kepastian firman Tuhan, melainkan hasil dari sebuah konsensus dari beberapa kali konsili. Penyusun ajaran trinitas itu adalah sebuah tim perumus yang melakukan konsensus. Di Bible Perjanjian Baru apalagi PL tidak pernah dijumpai ajaran itu disebut. Lalu orang menarik dari ayat anu dari perjanjian lama digabung ayat ini dari perkataan Isa, ayat itu dari tulisan Paulus, dari tulisan entah siapapun kurun waktu 5000 tahun, dijadikan ajaran baru dari hasil deduksi-induksi atau penarikan kesimpulan. Sekarang dibantah sesat tentu mudah sekali. Pendukungnya juga mengajukan alasan yang aneh-aneh.

Pengaruh manusia sangat besar dalam penyusunan dalil dan akidah. Sebuah ajaran bisa karena melanjutkan tradisi turun temurun, bisa jadi karena hasil penyusunan saling silang penggabungan dan tafsir aneka ayat.

Sebab itulah, sudah harus kita waspadai dan cermati dalil-dalil itu. Semua harus dicermati. Belum tentu yang kita yakini sekarang itu yang paling benar. Bisa jadi karena sejarah ditulis oleh yang menang. Aliran yang menang melenyapkan aliran lain. Ajaran yang kita pegang bisa jadi itu hanya karena hasil konsensus.

Anonim mengatakan...

Demikian juga doktrin Trinitas dan siapa itu Jesus menurut Kristen itu bukan dari satu kepastian firman Tuhan, melainkan hasil dari sebuah konsensus dari beberapa kali konsili. Penyusun ajaran trinitas itu adalah sebuah tim perumus yang melakukan konsensus. Di Bible Perjanjian Baru apalagi PL tidak pernah dijumpai ajaran itu disebut. Lalu orang menarik dari ayat anu dari perjanjian lama digabung ayat ini dari perkataan Isa, ayat itu dari tulisan Paulus, dari tulisan entah siapapun kurun waktu 5000 tahun, dijadikan ajaran baru dari hasil deduksi-induksi atau penarikan kesimpulan. Sekarang dibantah sesat tentu mudah sekali. Pendukungnya juga mengajukan alasan yang aneh-aneh.

Pengaruh manusia sangat besar dalam penyusunan dalil dan akidah. Sebuah ajaran bisa karena melanjutkan tradisi turun temurun, bisa jadi karena hasil penyusunan saling silang penggabungan dan tafsir aneka ayat.

Sebab itulah, sudah harus kita waspadai dan cermati dalil-dalil itu. Semua harus dicermati. Belum tentu yang kita yakini sekarang itu yang paling benar. Bisa jadi karena sejarah ditulis oleh yang menang. Aliran yang menang melenyapkan aliran lain. Ajaran yang kita pegang bisa jadi itu hanya karena hasil konsensus.

Anonim mengatakan...

Demikian juga doktrin Trinitas dan siapa itu Jesus menurut Kristen itu bukan dari satu kepastian firman Tuhan, melainkan hasil dari sebuah konsensus dari beberapa kali konsili. Penyusun ajaran trinitas itu adalah sebuah tim perumus yang melakukan konsensus. Di Bible Perjanjian Baru apalagi PL tidak pernah dijumpai ajaran itu disebut. Lalu orang menarik dari ayat anu dari perjanjian lama digabung ayat ini dari perkataan Isa, ayat itu dari tulisan Paulus, dari tulisan entah siapapun kurun waktu 5000 tahun, dijadikan ajaran baru dari hasil deduksi-induksi atau penarikan kesimpulan. Sekarang dibantah sesat tentu mudah sekali. Pendukungnya juga mengajukan alasan yang aneh-aneh.

Pengaruh manusia sangat besar dalam penyusunan dalil dan akidah. Sebuah ajaran bisa karena melanjutkan tradisi turun temurun, bisa jadi karena hasil penyusunan saling silang penggabungan dan tafsir aneka ayat.

Sebab itulah, sudah harus kita waspadai dan cermati dalil-dalil itu. Semua harus dicermati. Belum tentu yang kita yakini sekarang itu yang paling benar. Bisa jadi karena sejarah ditulis oleh yang menang. Aliran yang menang melenyapkan aliran lain. Ajaran yang kita pegang bisa jadi itu hanya karena hasil konsensus.

Anonim mengatakan...

Demikian juga doktrin Trinitas dan siapa itu Jesus menurut Kristen itu bukan dari satu kepastian firman Tuhan, melainkan hasil dari sebuah konsensus dari beberapa kali konsili. Penyusun ajaran trinitas itu adalah sebuah tim perumus yang melakukan konsensus. Di Bible Perjanjian Baru apalagi PL tidak pernah dijumpai ajaran itu disebut. Lalu orang menarik dari ayat anu dari perjanjian lama digabung ayat ini dari perkataan Isa, ayat itu dari tulisan Paulus, dari tulisan entah siapapun kurun waktu 5000 tahun, dijadikan ajaran baru dari hasil deduksi-induksi atau penarikan kesimpulan. Sekarang dibantah sesat tentu mudah sekali. Pendukungnya juga mengajukan alasan yang aneh-aneh.

Pengaruh manusia sangat besar dalam penyusunan dalil dan akidah. Sebuah ajaran bisa karena melanjutkan tradisi turun temurun, bisa jadi karena hasil penyusunan saling silang penggabungan dan tafsir aneka ayat.

Sebab itulah, sudah harus kita waspadai dan cermati dalil-dalil itu. Semua harus dicermati. Belum tentu yang kita yakini sekarang itu yang paling benar. Bisa jadi karena sejarah ditulis oleh yang menang. Aliran yang menang melenyapkan aliran lain. Ajaran yang kita pegang bisa jadi itu hanya karena hasil konsensus.

Anonim mengatakan...

Demikian juga doktrin Trinitas dan siapa itu Jesus menurut Kristen itu bukan dari satu kepastian firman Tuhan, melainkan hasil dari sebuah konsensus dari beberapa kali konsili. Penyusun ajaran trinitas itu adalah sebuah tim perumus yang melakukan konsensus. Di Bible Perjanjian Baru apalagi PL tidak pernah dijumpai ajaran itu disebut. Lalu orang menarik dari ayat anu dari perjanjian lama digabung ayat ini dari perkataan Isa, ayat itu dari tulisan Paulus, dari tulisan entah siapapun kurun waktu 5000 tahun, dijadikan ajaran baru dari hasil deduksi-induksi atau penarikan kesimpulan. Sekarang dibantah sesat tentu mudah sekali. Pendukungnya juga mengajukan alasan yang aneh-aneh.

Pengaruh manusia sangat besar dalam penyusunan dalil dan akidah. Sebuah ajaran bisa karena melanjutkan tradisi turun temurun, bisa jadi karena hasil penyusunan saling silang penggabungan dan tafsir aneka ayat.

Sebab itulah, sudah harus kita waspadai dan cermati dalil-dalil itu. Semua harus dicermati. Belum tentu yang kita yakini sekarang itu yang paling benar. Bisa jadi karena sejarah ditulis oleh yang menang. Aliran yang menang melenyapkan aliran lain. Ajaran yang kita pegang bisa jadi itu hanya karena hasil konsensus.

Anonim mengatakan...

Demikian juga doktrin Trinitas dan siapa itu Jesus menurut Kristen itu bukan dari satu kepastian firman Tuhan, melainkan hasil dari sebuah konsensus dari beberapa kali konsili. Penyusun ajaran trinitas itu adalah sebuah tim perumus yang melakukan konsensus. Di Bible Perjanjian Baru apalagi PL tidak pernah dijumpai ajaran itu disebut. Lalu orang menarik dari ayat anu dari perjanjian lama digabung ayat ini dari perkataan Isa, ayat itu dari tulisan Paulus, dari tulisan entah siapapun kurun waktu 5000 tahun, dijadikan ajaran baru dari hasil deduksi-induksi atau penarikan kesimpulan. Sekarang dibantah sesat tentu mudah sekali. Pendukungnya juga mengajukan alasan yang aneh-aneh.

Pengaruh manusia sangat besar dalam penyusunan dalil dan akidah. Sebuah ajaran bisa karena melanjutkan tradisi turun temurun, bisa jadi karena hasil penyusunan saling silang penggabungan dan tafsir aneka ayat.

Sebab itulah, sudah harus kita waspadai dan cermati dalil-dalil itu. Semua harus dicermati. Belum tentu yang kita yakini sekarang itu yang paling benar. Bisa jadi karena sejarah ditulis oleh yang menang. Aliran yang menang melenyapkan aliran lain. Ajaran yang kita pegang bisa jadi itu hanya karena hasil konsensus.

Anonim mengatakan...

memang kalau kita pahami doktrin antara islam dan kristen bagai pinang dibelah dua mereka sama-sama ngotot bahwa agama mereka yang paling benar dan yang lainnya salah. Untuk pencerahan hati mari kita cari kebenaran yang paling sejati tentunya dengan mendalami semua ajaran agama dan tabiat masyarakat yang menganut agama itu. Agama yang benar adalah agama yang membuat penganutnya memiliki sifat mulia, dapat menerima siapapun ditempatnya, selalu ramah kepada semua orang dan yang paling penting dalam ajarannya mengatakan SEMUA MAHLUK ADALAH SAUDARA.

Anonim mengatakan...

Aku tidak iri kepada siapapun, dan Aku tidak berat sebelah kepada
siapapun. Aku bersikap yang sama terhadap semuanya. Tetapi siapapun
yang mengabdikan diri kepada-Ku dalam bhakti adalah kawan,
dia berada di dalam Diri-Ku, dan Aku pun kawan baginya.

Aku adalah sumber segala dunia rohani dan segala dunia material.
Segala sesuatu berasal dari-Ku. Orang bijaksana yang mengetahui
kenyataan ini secara sempurna menekuni bhakti kepada-Ku dan menyembah-
Ku dengan sepenuh hatinya.

Kepada mereka yang senantiasa setia ber-bhakti kepada-Ku dengan
cinta kasih, Aku berikan pengertian yang memungkinkan mereka datang
kepada-Ku

Coal Mining Business mengatakan...

"Bila seseorang tidak percaya akan wahyu Tuhan, maka tidak akan ada cara lain untuk membuktikan obyek-obyek iman melalui logika penalaran, melainkan hanya dengan menjawab penolakannya atau penyangkalannya —bila memang dia memilikinya— terhadap iman atau kepercayaan tersebut"

wemy nurkholish mengatakan...

Emang lu tolol..sok belagu..

Anonim mengatakan...

TOLOL