Ajaran Isa Almasih (4): Kerajaan Tuhan yang Spiritual dan Universal di Alam Semesta

Dalam dua tulisan sebelumnya bahwa berita baik Injil = Allah adalah pengasih dan penyayang, kemudian hendaklah kita mengasihi Allah dan sesama sebagai hukum agamanya Isa. Ajaran Isa yang pokok tidak banyak lagi, mungkin dua atau tiga artikel lagi selesai. Maklumlah Isa mengajarkan agama batiniah yang sederhana dan harus dibuktikan dalam hidup sehari hari sehingga tidak mudah untuk dilakukan. Tulisan keempat ini adalah mengenai konsepsi organisasional pengikut agama Isa. Bentuknya seperti apa para pengikut Isa itu.

Para pengikut Isa itu digambarkan sebagai warga dalam Kerajaan Allah. Tetapi, ingatlah selalu ajaran hukum spiritual yang diajarkan Isa, bahwa Allah itu Roh adanya. Kerajaan Allah itu bukan bersifat fisik wilayah kerajaan dunia, tetapi suatu pemerintahan dalam alam roh juga.


Apakah kerajaan roh lebih rendah derajatnya dari kerajaan fisik wilayah dunia??

Lihatlah ke langit, ada berapa bintang ada di sana?

Tidak sama sekali. Dari sumber The Urantia Book dikatakan bahwa roh itu sulit dibedakan dari energi. Roh itu energi hidup. Sekarang, berapa energi yang ada di alam semesta, lalu bandingkan dengan berapa wilayah dan harta benda yang ada di planet ini, materi yang berkarat dan dimakan rayap. Energi dan materi itu satu spektrum, satu asal, hanya beda wujud. Asal semua materi adalah energi, dan roh itu punya kemampuan mengendalikan energi karena roh itu energi hidup. Katakanlah matahari, bagaimana bisa dikendalikan oleh sesuatu yang berwujud materi daging dan darah seperti kita? Matahari itu baru satu dari sekian juta trilyun bintang yang ada di kosmos ini.  Kalau Tuhan itu pengelola semuanya, maka dengan wujud apakah Dia bisa melakukannya kalau bukan dalam wujud energi hidup yang disebut Ruh itu? Sebab itu, alam ruh itu punya makhluk-makhluk yang super-super power diluar akal manusia, karena memiliki kemampuan mengelola energi yang super dahsyat di alam semesta ini.

Jadi teranglah jika Isa sama sekali tidak berminat pada harta wilayah dunia ini. Apalah artinya uang dan  harta bagi dia. Ketika dicobai Iblis, Isa mungkin hanya senyum saja, dan Isa berkata pada pengikutnya, "kerajaanku bukan dari dunia ini." Artinya kerajaan Isa itu kerajaan antar planet antar bintang, bisa juga diartikan wilayah spiritual. Untuk apa Allah dan Rasulnya berminat pada harta lalu merampok, menjarah dan membagi jarahan? Isa itu pernah menciptakan roti dari tidak ada menjadi ada, dari air anggur dari air biasa, surga itu bagi yang pernah dibawa kesana, lantainya saja emas, dinding bangunannya permata, dan apa artinya harta? Untuk apa Allah dan Rasulnya berminat pada wilayah politik hingga berperang mengusir semua kafirin pergi atau melakukan hal hina seperti menjarah kota? Sedangkan semua yang ada itu Mereka punya dan Mereka buat dari tidak ada menjadi ada.

bendera negara islam Indonesia
Salah besar, jika Allah dikatakan berfirman menghendaki ummatnya disuruh menduduki sebuah wilayah tertentu, bertempur, merebut paksa, apalagi kemudian menerapkan sistem politik tertutup dimana semua penduduk diawasi dan diwajibkan tunduk pada hukum agama yang fisik. Itu menghina Allah yang mencipta kosmos begini agung.

Jadi dengan demikian, Kerajaan Allah yang hendak didirikan di bumi itu bukan fisik, tetapi pemerintahan (atau lebih tepat disebut pengaruh) Tuhan pada semua roh dan makhluk hidup di alam semesta ini.  Jadi, ini kontak dan jaringan batin dan roh, atas semua orang di bumi, jaringan yang tidak kelihatan namun ada. Jaringan ini tidak butuh organisasi manusia tertentu untuk eksis, tidak butuh wilayah tertentu, tidak butuh nama tertentu, tidak butuh alat musik, alat ibadah, lokasi atau tatacara ibadah tertentu. Kerajaan Allah tidak butuh senjata fisik apapun. Dimanapun makhluk hidup ada dan tunduk pada pengaruh dan berkomunkasi dengan Allah, makhluk itu adalah warga kerajaan Allah dan disitu Allah memerintah.

Apakah Allah punya kemampuan komunikasi intraseluler super menyelimuti seluruh kosmos ini? Jawab saja sendiri. Apakah ada wilayah perbintangan yang tidak terliput jaringan koneksi seluler roh? Provider telekomunikasi bumi bisa saja canggih, tetapi teknologi komunikasi roh kosmos pastilah jauh lebih hebat lagi, karena bisa melewati jarak ribuan tahun cahaya. Jaringan itu tidak butuh speaker untuk berteriak-teriak keras mengingatkan orang untuk berdoa atau memanggil Allah seperti Allah itu kurang pendengaran. Mungkin speaker hanya efektif untuk wilayah satu desa, tetapi antar planet dan antar bintang??

Jadi melihat ukuran alam semesta dan wilayah yang diliput, Allah sungguh tepat menerapkan konsepsi Kerajaan sebagai pemerintahan atas batin manusia satu persatu, semacam koneksi jaringan komputer server-client super raksasa yang bisa mengatasi ruang dan waktu.

Maka, jangan bermimpi seperti orang Israel Zionis lagi, menurut cita-cita Raja Daud, wilayah dari Laut hingga Sungai Efrat harus dijadikan wilayah Israel, lantas bagaimana dengan orang Yordania, Palestina, Syria, Lebanon, Arab, dan Iraq? Mau dibuang semua kelaut?? Sudah berapa banyak kekejaman terjadi di sana, apakah masih kurang Yahweh minta sesaji darah dan penderitaan manusia?? Atau memaksa semenanjung Arab menjadi Islam dan mengusir semua Nasrani dan Yahudi keluar Arab, seperti wasiat  sang Nabi menjelang ajal?

Jejaring roh ini berpusat pada Allah sendiri. Sebagai Pribadi Roh (lihat tulisan seri ketiga), Allah membuat komunikasi intensif dengan pribadi-pribadi makhluknya di seluruh kosmos.
Bahkan hingga ekstrimnya, Ia menaruh dalam diri manusia satu persatu, satu Percikan RohNya, untuk menetap dan membimbing manusia dari dalam.

Selanjutnya, jika cocok, artinya manusia ikut petunjuk Roh itu, manusia akan semakin dimuliakan dan akhirnya akan menyatu dengan Roh itu, memiliki hidup sendiri selamanya. Para spiritualis mengakui dan membuktikan bahwa Roh Percikan Illahi itu ada dalam diri semua orang.

Para spiritualis juga mengakui adanya kekuatan Roh dari Isa, yang disebut Roh Kebenaran, atau Rohulqudus. Roh ini wujudnya adalah roh, pekerjaannya adalah memberitakan kebenaran mengatasi ruang dan waktu. Rohulqudus bukan manusia sama sekali. Jangan main tafsir ayat semaunya, sebab ini bicara entitas Roh yang ada dan bisa dibuktikan oleh mereka yang mendalami spiritual. Memang roh ini misteri yang tidak kelihatan, tetapi seperti angin, kata Isa, tetapi hasilnya kelihatan dalam perubahan hidup manusia.

Perubahan itu yang disebut Isa sebagai Lahir Baru dalam Roh. Orang yang mulai mengenal dan menerima Isa dalam batinnya akan dilahirkan sesuatu yang baru yaitu jiwa.
Jiwa manusia lahir sebagai bayi roh. Jiwa itu akan tumbuh dari pengalaman, dibesarkan, diajar dan dibentuk oleh Roh. Makin dewasa, hingga akhirnya muncul sebagai jiwa dewasa, arwah manusia yang dewasa yang makin sempurna.
Arwah itulah jiwa manusia yang keluar dari manusia ketika mati. Arwah atau jiwa itulah yang akan menyatu dengan Roh lalu hidup selamanya naik terus, ditumbuhkan terus, hingga keabadian entah sampai kapan di akhirat, di seluruh kosmos, sesuai pesan Isa:
"Jadilah kamu sempurna sama seperti Bapamu disurga adalah sempurna."

Jadi masuk surga itu bukan masuk taman yang fisik, tetapi alam akhirat. Surga itu bisa dimasuki dalam wujud spiritual juga. Mereka yang hidup benar, yang disucikan, yang selama hidupnya taat dan ikut perintah Roh yang menempati dia. Ada syarat tingkat spiritual tertentu. Tingkat spiritual itu bukan suatu hal yang sulit, asalkan kita ikut petunjuk Roh yang didalam kita, karena kita diajari bertahap melalui pengalaman hidup yang biasa kita lalui, baik atau buruk. Roh akan mengajari kita, dan dengan melalui pengalaman hidup kita akan makin dewasa dalam spiritual.


Persyaratan utama untuk berkembang secara spiritual adalah memiliki jiwa yang mau diajar. Jiwa seperti anak kecil yang tulus dan percaya. Tidak sok pintar dan tidak sok tahu, tidak sok curiga dan tidak sok protes.


Spiritual itu bukan berarti kemampuan melihat gaib atau melakukan keajaiban. Kemampuan ajaib itu hanyalah ketrampilan yang bisa dipelajari. Spiritual itu berkenaan dengan pembentukan jiwa manusia menjadi makin rohaniah. Menjadi spiritual dengan cara mengikuti petunjuk spirit atau roh itu. Makin spiritual artinya memiliki karakter sifat yang makin mendekati sifat Roh Tuhan yang adalah Pengasih dan Penyayang itu. Makin spiritual artinya makin mirip Tuhan. Nilai-nilai yang kita anut makin sesuai sifat Tuhan. Kita menjadi makin ilahi. Makin mirip diri kita dengan Tuhan, makin spiritual kita. Itulah tujuan kita menjadi anak-anak Tuhan.

Demikian ringkasan dari berbagai sumber-sumber yang kusebutkan dalam artikel pertama mengenai sumber data ajaran Isa Almasih. Pada artikel berikut adalah mengenai bentuk riil agama yang dibawa Isa Almasih itu idealnya seperti apa melihat dasar ajaran Beliau dan perkembangan modern saat ini.