Ajaran Isa Almasih (3): Kasihilah Tuhan dan Sesamamu

Setelah mendefinisikan Tuhan sebagai Pengasih dan Penyayang sehingga disebut dengan istilah "Bapak", maka ajaran Isa berikutnya tercakup dalam jawabannya ketika ditanya seorang ulama Yahudi mengenai hukum yang terutama. 

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, pikiran dan kekuatanmu.
dan Kasihilah sesamamu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri


Manusia disuruh mencintai Tuhan dan sesama! Inilah "hukum syariah"nya Isa Almasih. Perhatikan bahwa hukum itu bersifat positif, menyuruh sesuatu. Perhatikan bahwa hukum ini sama sekali tidak jasmaniah, melainkan batiniah. Karena menyangkut nilai-nilai rohaniah, maka hukum ini tidak membahas tatacara ibadah, tatacara atau ritual yang lain. Inilah esensi dari agamanya Isa Almasih. Tingkatannya pada batin, pada nilai spiritual yang abadi.   

Bagaimana mungkin manusia dan Allah saling mengasihi?


Manusia diciptakan sebagai pribadi. Satu manusia satu pribadi. Kepribadian itu mengikat dan mempersatukan seluruh ciri khas kita menjadi diri kita sekarang. Ciri khas pribadi adalah tidak berubah dari lahir sampai kapanpun. Ciri yang lain, tidak ada pribadi yang sama. Ciri lain, antar pribadi bisa saling bergaul, karena ada perbedaan khas tadi. Seandainya tidak khas pasti tidak terjadi pergaulan, teman akrab, menikah dan kawin cerai, dll. Aku tidak bisa menguraikan misteri Pribadi ini, sebab itu ada dalam dimensi batin, tetapi kita mengalaminya. Pasti tidak kebetulan jika kita punya satu perangkat tetap sifat yang disebut kepribadian, sehingga Pemdun adalah tetap begitu wataknya dari dulu sampai sekarang, apapun kondisi lingkungan yang ada di sekitar.    

Allah itu ternyata juga Pribadi! Itu yang diungkapkan Isa.  

Karena ketanpa-batasanNya, Pribadi Allah yang Satu itu bisa banyak. Ada yang mengatakan tiga! Hindu mengajarkan Trinitas ini. Kristen mengajarkan Bapa Putera dan Roh, meskipun tidak jelas sehingga malah jadi perdebatan. Islam sebenarnya mencantumkan adanya tiga: Allah, Kalimatullah dan Rohullah. Urantia Book mengajarkan tiga juga, mirip Kristen dan Islam juga: Bapa, Putera atau Kalimatullah, dan Roh atau Rohullah. Bedanya, dalam Urantia Book lebih jelas fungsi mereka. Seperti Satu dengan tiga wajah. Mirip dalam dunia proyek: Bapa adalah sumber dan pikirannya; Putera adalah kalimat, blueprint atau arsiteknya;   Roh adalah pelaksana kontraktor, kecerdasan dan teknologinya.   

Tidak masalah, bagaimanapun kekuasaan dan kodrat Allah itu, yang penting adalah Allah adalah tetap SATU. Ia adalah pencipta dan pusat semua pribadi termasuk aku dan kamu. Itu yang penting, karena dengan demikian kita dan Allah bisa bergaul, membina hubungan dan keakraban, bahkan menyatukan diri dengan Dia dalam sebuah ikatan yang abadi, seperti cita-cita para spiritualis itu.    

Maka dengan demikian antara kita dan Allah bisa saling mencintai, mengasihi, bahkan bisa saling membenci! Kenyataannya, Allah sesuai ajaran Isa adalah Pengasih dan Penyayang. Hal itu sudah final selamanya. "Ia" sebagai pribadi memutuskan mengasihi kita, bukan benci kita, karena kita menurut Isa adalah anak-anak-Nya.  

Kalau tidak ada tatacara jasmani yang standar, lalu bagaimana mekanisme bekerjanya agamanya Isa?  

Sekarang mekanismenya. Ini sangat penting, karena manusia memang sudah terbiasa dengan tradisi, tatacara, ritual, kewajiban, dan pedoman beragama, semua yang sifatnya fisik jasmani, lalu tiba-tiba disodori ajaran tentang agama batiniah.  

Pertama, Isa mengatakan Allah adalah ruh. Isa tidak pernah mentatakn Allah itu dzat atau yang lain. Sesuatu yagn spirit atau ruh bukan berwujud dzat. Ruh atau roh yang bisa ada dimanapun. Tidak perlu ada lokasi tertentu,  hari tertentu, atau waktu tertentu. Allah tidak dibatasi ruang dan waktu seperti kita. Kitalah yang harus menyesuaikan diri pada kodrat Allah itu, bukannya Allah harus kita batasi pada waktu dan tempat tertentu.        

Kedua, Allah yang Ruh itu tidak diam, Ia bekerja, tetapi dimana?? Bukan dalam dunia fisik, tentu saja, tetapi dalam dimensi roh. Nah, bedanya, dalam dunia batin yang tidak kelihatan ini, Allah bekerja bersama-sama batin manusia.  Manusia harus bekerjasama dengan cara:
- Membuka batin, menerima dan mengundang pekerjaan Ruh Allah atau Ruhulqudus. Kalau di dalam kalian ada jin setan dari pesugihan atau hasil dari doa diulang-ulang/mantra atau punya jimat, lepaskan dulu, suruh dulu penghuni kotor itu keluar! Undang Isa Almasih untuk masuk dan membersihkan batin.   
- Tunduk jika diajari sesuatu dalam batin, melalui pengalaman dan perenungan hidup, melalui masalah, kondisi yang terjadi, belajar untuk berserah dan ikut petunjuk Dia.  Di sinilah perlu semacam tatacara. Perlu disiplin, misalnya tiap pagi menggunakan waktu setengah jam untuk mengheningkan cipta dan mendengar suara Roh itu. Dengarkan dan komunikasi dengan batin! tidak perlu ndremimil mengucapkan ayat berdoa berjam-jam membuang waktu sia-sia. Komunikasi dengan Tuhan yang hidup, bukan memutar kaset yang itu-itu juga. Berdoalah dengan cerdas, bukan seperti rekaman robot yang hanya bisa itu dan itu lagi. 

Kita perlu membangun hubungan cinta dengan Allah. Komunikasi, dua arah. Fokuskan dengan segenap hati, batin, dan kekuatan.

Jika fokus agama pada hukum, maka orang sibuk menaati hukum itu secara fisik, tetapi agamanya Isa itu berfokus pada batin, dan itu perlu perjuangan lebih berat lagi. Misalnya kalau ikut puasa berdasarkan syariah cukup ikut aturan ini dan itu, lalu kalau sudah tiba jamnya berbuka puasa kembali lagi pada dosa yang lama. Bertahun-tahun syariah tidak akan mengubah batin manusia. Tetapi kalau agamanya Isa, kalian akan dibawa untuk memutuskan dalam batin, untuk langsung stop dosa korupsi, dosa zinah, dan sebagainya. Kalau dalam syariah dosa zinah diberi solusi untuk diumbar dengan mengambil empat istri, bisa kawin cerai, jadi empat mestinya akan selalu cukup. Tetapi dalam agama batin kita akan diajar mengendalikan nafsu supaya cukup dalam semua situasi, nikah atau tidak, tetap tidak zinah. Itulah sebabnya Isa mengatakan: dalam hukum syariah yahudi kalian diajari siapa tidur dengan perempuan lain ia melakukan zinah, tetapi aku mengatakan siapa memandang perempuan dan timbul niat di batinnya, ia sudah berbuat zinah. 

Nah, perubahan batiniah itu dilakukan dalam batin manusia oleh Ruh Tuhan itu.  Apa yang tidak mungkin dilakukan manusia jadi mungkin dilakukan, kalau batin manusianya yang diperbaiki. Jadi, ekstrimnya jika kita jalan di pantai penuh perempuan telanjang, walaupun kita lelaki normal. tetap bersih dari zinah. Namun demikian, Isa menasehatkan untuk menghindari lokasi godaan, karena sekalipun roh itu kuat, namun daging jasmani itu lemah, kata Isa.  

Jadi, Allah bukan sosok yang ongkang-ongkang kaki entah dimana. Allah bekerja dalam batin manusia sekarang ini, pada saat kalian baca ini. 


Kasihilah Sesamamu Manusia seperti Dirimu Sendiri. 

Apa yang kamu tidak ingin orang lakukan padamu, jangan lakukan, demikian Confusius.
Apa yang kamu ingin orang lakukan padamu, lakukan, demikian Isa.

Cintailah sesama, sesama anak-anak Tuhan apapun mereka, beriman atau tidak, sebangsa atau tidak, karena mereka adalah saudaramu, terlepas mereka benci atau tidak padamu, terlepas apakah mereka musuh atau tidak. Demikian kira-kira hukum moral golden rule yang dinyatakan Isa. Hukum moral sederhana ini adalah yang terbaik dari semua aturan moral atau akhlak yang pernah dirumuskan manusia.

Intinya, kalau mau melakukan sesuatu, lihat hati nurani sendiri dulu. Nyamankah batin ini? Lihat juga hukum universal yang bernama karma, siapa menabur akan menuai. Siapa melakukan kebaikan akan mendapat pahalanya. Siapa melakukan kejahatan akan dapat hukumannya. Tetapi siapa membalas kebaikan pada kejahatan mestinya akan mendapat pahala dua kali lipat.

Tetapi ingat, hukum kedua ini, baru bisa dilaksanakan jika hukum pertama dilakukan, yaitu membangun hubungan cinta dengan Allah. Sebab dengan merasakan cinta Allah barulah kita bisa berubah dan mencintai sesama. Tanpa cinta Allah mengalir melalui hidup kita, sungguh kemustahilan mencintai sesama yang adalah musuh yang selalu mencari celah mencelakakan kita.

Itu adalah tulisan ajaran Isa seri ketiga. Tidak banyak sebetulnya ajaran Isa. Semua itu tidak teori tetapi praktek. Pantas saja Isa sama sekali tidak menulis kitab suci apapun...