Ajaran Isa Almasih (1) : Sumber-Sumber Sejarah Isa

Apakah ajaran Isa Almasih yang asli? Suatu hari aku mencampuri perdebatan antara seseorang yang berpendapat bahwa Isa adalah manusia biasa dan seseorang yang berpendapat Jesus adalah Tuhan. Perdebatan tidak ada kata sepakat hingga karena tidak sabar aku berpendapat: "Aku gak peduli Isa itu dianggap Tuhan,  manusia, atau monyet, pertanyaanku, untuk apa berselisih pendapat? kenapa kalian tidak melakukan ajaran Isa? Tidak usah sok tahu tentang Beliau, biarkan itu menjadi rahasia Beliau sendiri. Tidak usah mempersoalkan Jesus itu Tuhan atau manusia, atau setengah manusia atau apapun. Yang penting kalau kalian lakukan ajaran Isa, kalian akan melihat syurga sama seperti Isa."

Demikianlah, umat beragama sekarang terpecah-pecah antara yang menganggap Jesus itu Tuhan, Isa itu bukan Jesus, Jesus itu Yahweh, Isa itu manusia biasa, dan sebagainya yang semakin lama semakin membingungkan. Seri tulisan bagian pertama adalah klarifikasi dari sisi sejarah dan kesahihan sumber dulu. Itu penting, karena tulisan tentang Isa itu sangat banyak. Selanjutnya ada beberapa seri tulisan tentang Ajaran Isa Almasih.




Begini saja, untuk memulainya, kita tetapkan yang lebih pasti saja dulu:
Menurut aturan hadis sahih, sebuah hadis bisa dikatakan sahih jika diriwayatkan seorang sahabat atau yang mendengar langsung dari sumber cerita. Lalu harus ada rantai penceritanya. Jadi berdasarkan aturan itu juga, aku berpendapat bahwa empat Injil dalam Bible itulah yang lebih sahih. Sedangkan tulisan-tulisan hadis Isa yang dalam literatur Islam itu tidak sahih, sebab ditulis 700 tahun kemudian oleh orang yang sama sekali tidak dikenal atau mengenal Isa, bukan murid Isa, bukan pengikut Isa, dan hidup di seberang padang pasir nun jauh disana seribu kilometer jauhnya! Jadi darimana mereka mendapat cerita itu? dari pencerita turun temurun, yang ketika dirunut sanad atau rantainya juga tidak ditemukan. Jadi pendapat Islam mengenai Isa itu hadis kurang sahih, dengan metode sejarah adalah tidak sahih.
Kalau orang Islam masih mau membantah bahwa Injil yang ditulis sahabat-sahabat Isa di Bible itu dipalsukan, kembali harus ditanyakan, mana yang asli? Kalau tidak bisa memberi alternatif yang lebih sistematis dan masuk akal, maka jangan coba mengatakan lebih benar. Itu metode sejarah juga. Sejarah itu kalau menurut saksi mata akan lebih detil, sistematis, urut, dan kelihatan keasliannya. Itu semua ditemukan dalam injil-injil tulisan sahabat Jesus. Meskipun ditulis beberapa orang yang beda, dan tidak sama antara semuanya, masih juga ada kesamaan yang pasti. Beda dengan pendapat AlQuran dan Hadis yang jelas hanya opini sepotong-sepotong, satu dua ayat, bertebaran dimana-mana sulit sekali dikumpulkan, bukan sebuah cerita yang urut dalam seuah buku.  Jelas AlQuran dan hadis adalah bukan sumber sejarah nomor satu yang bisa dipercaya mengenai ajaran dan hidup Isa yang asli. Apalagi pendapat para ulama dan mazhab-mazhab fikih dan studi Islam. Itu harus diterima dulu, kalau mau jujur cari kebenaran.

Berikut adalah beberapa sumber tulisan tentang Isa:

1. Empat injil sinoptik yang diakui gereja: tulisan Matius seorang murid Isa, Markus seorang murid Petrus salah satu sahabat terdekat Isa, Lukas muridnya Paulus yang bukan sahabat Isa langsung tetapi menjadi pengikut Isa, dan Yohanes/Yahya yang adalah murid terdekat Isa atau Yesus itu. Ceritanya adalah narasi, cerita, cukup sistematik, urut, bahkan ada yang sampai tanggal dan jamnya. Empat Injil itu isinya sama, meskipun saling melengkapi.

2. Sumber Islam. Ada dua buku Islam mengenai hadis Isa yang kuanjurkan. Pertama, Gospel of Ali (Penghargaan Islam atas Yesus) by Ali Bin Abi Thalib, Mehdi Montazer Qaem http://www.goodreads.com/book/show/1480832.The_Gospel_Of_Ali Aku punya bukunya, diterjemahkan dan diterbitkan penerbit Indonesia, itu dari sisi Syiah karena Mehdi adalah profesor dari Iran. Yang kedua dari sisi Sunni, The Muslim Jesus oleh Tarif Khalidi. http://www.amazon.com/gp/product/0674004779/  aku punya juga. Isinya sama saja dengan yang pertama.  Dua buku itu hasil dari susah payah mengumpulkan dari tumpukan hadis dan literatur Islam. Namun demikian, koleksi dari mengaduk-aduk tumpukan sumber demikian, dari tulisan yang 700 tahun setelah kejadiannya terjadi 1000 kilometer dari lokasi kejadian itu, menurutku sangat diragukan kebenarannya. Lebih aman adalah hadis Isa yang disebut Injil di poin 1 diatas itu, sebab, ceritanya urut dan detil, sekalipun dituduh dipalsukan segala macam, penuduhnya tidak bisa membuktikan dimana palsunya dan mana yang kita anggap "otentik"nya. Kemungkinan besar ya Injil yang sekarang dalam poin nomor 1 diatas itulah otentiknya.

3. Kitab Injil Thomas dan berbagai tulisan lain yang tidak diakui oleh gereja, tidak dimasukkan kanon Bible. Ternyata isinya juga tidak banyak bertentangan dengan versi Bibel resmi. Injil-injil tersebut sering dimasukkan dalam kategori Injil Gnostik, dan ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang gembala muslim di Mesir di Nag Hammadi.  http://www.gnosis.org/naghamm/nhl.html  dan  http://www.earlychristianwritings.com/gnostics.html  Injil-injil ini satu perangkat dan berbeda dari Bible. Barangkali inilah injil yang asli yang disebut Nabi Muhammad (yang garis ajarannya juga mirip dengan ajaran kristen-tauhid yang berkembang di Mesir abad permulaan). Bukti ilmiah asli sudah ditemukan. Sekarang siapapun tidak boleh sembarang membantah bahwa injil gnostik itu palsu.

4. Bahkan kalau ada yang penasaran dengan Injil, masih ada versi sejarah Isa yang lebih urut dan detil lagi dalam sebuah buku yang disebut The Urantia Book (http://www.urantia.org/urantia-book/read-urantia-book-online Paper 122 dan seterusnya hingga 195, malahan ini sangat detil lebih dari 600 halaman). Sumbernya dari catatan buatan makhluk gaib dan tim pewahyu dari pemerintah alam semesta yang merekam semua yang terjadi di bumi ini. Jadi bagiku ini adalah sumber tangan pertama juga.

5. Aquarian Gospel of Jesus Christ mengambil informasinya dari terawang kitab kehidupan (akashic records, lauhul mahfudz) yaitu sebuah perpustakaan alam gaib dimana terekam semua yang terjadi di dunia ini. Diterawang melalui meditasi. Teks itu ada di http://www.sacred-texts.com/chr/agjc/index.htm  Sejarahnya agak beda, karena katanya Isa pergi ke India, Persia dan Mesir pada masa mudanya. Karena remote viewing atau terawang jarak jauh adalah metode yang bisa dipelajari, maka mungkin suatu hari nanti ada orang lain yang bisa mengunjungi lagi lokasi perpustakaan gaib yang disebut dalam Islam sebagai Lauhul Mahfudz itu dan mencocokkan apakah isinya benar demikian.

Jadi kalau meneliti ajaran Isa harus jujur dan ilmiah sejarah, mencari mana versi yang lebih orisinil dan bisa dipercaya, dengan cara meneliti teks-teks itu secara teliti, bukan hanya kata orang. Lakukan cross check, studi lintas teks, membandingkan satu sama lain.

Itu bagian pertama dari tulisanku mengenai ajaran Isa, yaitu klarifikasi sumbernya dulu. Nanti akan kulanjutkan.