Agama Penipu dan Metode Tipu Menipu dalam Agama

Dunia sekarang ini sudah biasa dengan hal yang disebut kepuasan konsumen dan kesuksesan sebuah produk: ada janji yang ditawarkan, ada manfaat yang kita nikmati, dan ada harga yang dibayar. Kita menuntut pemberi jasa men-deliver jasanya sesuai yang kita bayar susah payah.
Makam Nabi Muhammad SAW
Tetapi,
Tahukah kita bahwa banyak produk dan pemberi jasa palsu bisa menipu konsumen dengan licik menggunakan kelemahan kodrati manusia dan tidak memenuhi janji mereka? Tipu menipu? Dalam bidang AGAMA?
Mengapa agama?  Agama dan ideologi memegang peringkat teratas soal tipu menipu ini, sebab ini menyangkut wilayah batin manusia, perangkat lunak yang sentral, yang jika dimanipulasi dengan pintar, akan mampu mengendalikan seluruh manusia itu untuk berbuat APAPUN.
Kalau belajar menipu dalam level tertinggi, belajarlah pada agama! Agama adalah lahan subur penipuan. Seratus ajaran berbeda, seratus pendapat, dan seratus penipuan.
Bukankah kita lihat agama-agama yang ada sekarang ini kebanyakan hanya main sandiwara saja tetapi tidak pernah bisa mendeliver bukti yang kita tuntut, bahkan bukti yang pendiri agama itu sendiri janjikan terutama mengenai surga dan neraka tetapi buktinya hanya kuburan!?

Apakah bisa kaya dengan agama ?? Kalau mau kaya, sini kuberitahu kalian: bukan dengan agama, melainkan dengan bisnis: bikinlah perusahaan, jadilah profesional, jadi entrepreneur cari duit dengan cara halal, bukannya berdoa sepanjang hari, menjarah kota orang kafir atau membisniskan agama seperti para pendeta dan ustadz kaya itu.

Bukti lain, janji masuk surga, adakah agama yang paling keras berteriak-teriak di speaker itu bisa membuktikan fakta hidup setelah mati ?? Semua hanya janji, janji, dan janji. Teori., teori dan teori. Ajaran, ajaran dan sekali lagi, ajaran pendapat orang yang ia sendiri belum pernah mati, atau mengutip kata orang yang lenyap setelah mati tidak ada buktinya.

Misterinya, mengapa manusia bisa membela agama meskipun tidak ada buktinya ?? Itulah rahasia cerdik para pembuat agama untuk manipulasi pikiran manusia secara massal. Sebuah kodrat alami manusia yang bisa direkayasa untuk tujuan baik atau jahat. Dan mereka yang jahat sudah melakukan teknik ini selama ribuan tahun sampai hari ini aku akan membukanya di depan kalian ...

Agama adalah bidang yang makan waktu dan tenaga kita sangat banyak. Ada berbagai tatacara, sumbangan, hafalan, sekolah, doa dan pertemuan segala rupa. Janjinya agama juga sangat besar: sukses dunia, sukses akhirat. Kaya dunia, mati masuk surga, itu slogan yang ditawarkan. Lalu kita ikut agama itu, mirip seperti masuk kuliah atau kerja saja, ada sumpahnya, ada bayar biayanya, ada belajarnya, ada kuliahnya, ada tugasnya, ada ujiannya, dan seterusnya.

Lalu, celakanya, kita tidak bisa keluar dari situ, karena permainan pikiran untuk mengendalikan pikiran kita: kita dihipnotis dan diprogram, dan ditanamkan bahwa selain dari agama itu kita akan kena bencana dan kutuk dunia akhirat.

Apa itu semua? Sebuah rahasia.  

Rekayasa Manipulasi Pikiran Bawah Sadar

Pikiran manusia terdiri dari dua : sadar dan bawah sadar.
Sebagian besar perbuatan kita dikendalikan oleh bawah sadar.

lau bawah sadar sudah terisi A, maka yang muncul adalah perbuatan A, tanpa manusia sadari mengapa ia berbuat demikian. 
 
Antara bawah sadar dan  sadar ada batas atau filternya. Kalau orang dihipnotis maka ia diakses bawah sadarnya langsung, sehingga melakukan semua yang disuruhkan.

Kodrat pikiran manusia, seperti layaknya komputer, kalau sudah terprogram, sulit sekali untuk berubah. Program itu kalau sudah begitu, ya dilaksanakan terus. Sama dengan otak manusia. Sekali berhasil diprogram agar percaya, maka ia percaya tanpa tahu mengapa demikian. Bawah sadarnya sudah terprogram, dan itulah sebagian besar waktu yang dihabiskan dalam agama: untuk menanamkan manipulasi dan programming pikiran itu, melalui ketakutan neraka dan nasib buruk, dengan cara menghafal doa dan syahadat-dogma-slogan dalam bahasa asing yang tidak dimengerti dan mengulang tatacara berulang-ulang-ulang dan ulang. Belum lagi ancaman massa, berani berpikir beda, dilempari, dirajam, dikutuk, dibakar rumahnya,  Speaker berteriak keras-keras tiap hari, layaknya propaganda dan indoktrinasi. Teror atau cara paksa adalah cara efektif untuk menembus filter bawah sadar kita, memberi akses pada kekuatan asing menguasai kesadaran kita. Dengan demikian agama itu efektif memprogram fungsi bawah sadar kita sehingga kehilangan akal sehat dan nalar logika berpikir yang wajar. Agama itu mengakses bawah sadar dan menghipnotis kita. Agama itu melakukan fungsi pemrograman bawah sadar kita dengan sangat efektif. Kita jadi robot, kita jadi tidak berakal, tidak sadar diri lagi, kita dikuasai dan diperbudak, diperhamba dan dijajah.




Manipulasi Pikiran dengan Agama dan Ideologi


Sekarang bagaimana menembus filter untuk menguasai bawah sadar manusia itu? 

Nah disini kunci permainan pikiran manusia itu. Harus dilakukan cara untuk menembus bawah sadar, demi memperoleh akses dan kontrol penuh atas manusia.

Ringkasnya, inilah cara menembus filter bawah sadar dan memanipulasi pikiran manusia:
1. Menembus melalui teror, menakuti dengan neraka dan azab, dengan tayangan dan khotbah yang menakutkan.
2. Memprogram melalui syahadat, hafalan, dogma, yang diulang-ulang dengan tradisi doa yang diulang-ulang-ulang-ulang tiap hari tanpa henti.
3. Menekan, mempropaganda, memaksakan melalui tayangan yang dibuat khusus, suara keras, dan sebagainya,
4. Memberikan janji muluk (prinsip hipnotis), berdasarkan suatu keinginan manusia yang hakiki dan alami, misalnya ingin masuk surga, supaya berhasil  menjerat perhatian manusia, menangkapnya, sehingga bisa dipengaruhi masuk bawah sadar mereka, karena janji muluk syurga itu sebagai pemikat.

Pertama, janji muluk. Ini cara hipnosis manusia. Sama juga prinsipnya seperti janji kosong arisan berantai dan judi togel yang memang memancing keinginan korban untuk untung dan kaya mendadak, meskipun itu menipu, tokh orang ikut juga. Bersamaan dengan itu, korban ditembus melalui ketakutan para neraka dan azab atau nasih buruk. Dua itu cara efektif menembus filter bawah sadar manusia. 
Kedua, setelah akses bawah sadar manusia tertembus, manusia tertangkap, terkendali, lalu mulai diprogram dengan syahadat, doa-doa dan bacaan terus menerus tiap saat, supaya program itu mantap. Komunikasi massal above-the-line dilakukan dengan propaganda, misalnya dengan speaker masjid yang keras, tontonan yang bagus, atau khutbah yang menggebu-gebu. Inilah indoktrinasi dan propaganda untuk memprogram pikiran orang banyak. Mirip iklan di TV itu, yang mencuci otak kita, pencitraan, branding, prinsip hipnosis juga, untuk menanamkan sesuatu dalam otak manusia, sehingga apa yang buruk sekalipun akan terlihat baik.

Akhirnya, manusia diperas dan direkayasa habis-habisan tanpa ia sadari bawah ujungnya semua itu sia-sia.

Dengan demikian manusia tidak sadar bahwa agama itu sebetulnya TIDAK men-deliver janji yang ditawarkan.


Perangkap Matrix Ilusi Virtual Reality

Faktor cuci-otak dan ancaman, atau manipulasi pikiran inilah kunci mengapa manusia tidak bisa lepas dan tidak sadar dirinya dibohongi oleh hanya janji tetapi tidak ada bukti. Yang terjadi adalah manipulasi pikiran dan perasaan. Akal sehat dan nurani di bypass, di override, ditundukkan dan dikendalikan. Disainer dan promotor agama bisa melakukan rekayasa demikian sehingga manusia tidak tahu dirinya ditipu, dengan manipulasi kodrat pikiran manusia diatas. Apalagi dengan implant yang ditanam, manusia semakin dikendalikan sepenuhnya. Manusia lantas hidup terperangkap dalam alam virtual reality, matrix rekayasa untuk pengendalian pikiran. Ia hanya tahu bahwa orang lain adalah kafir dan harus dibunuh, kemudian kalau dalam perang ia mati akan masuk surga dan anaknya akan dipelihara sebagai anak yatim, lalu kalau hidup akan kaya dapat banyak jarahan. Ia tidak peduli pendapat lain termasuk nuraninya yang bicara tentang benci membenci dan bunuh membunuh. Suatu matrix yang memperangkap manusia dalam khayalan sedemikian sehingga para atheist mengatakan agama adalah ilusi dan candu.

Jelas aku berpendapat mengapa agama dan ideologi adalah lahan subur penipuan. Jelas pelaku rekayasa licik demikian ini pasti bukan Tuhan yang menciptakan alam semesta dan akal pikiran. Mereka adalah para alien dimensi gaib para pendusta dan pencuri, pembunuh dan perampok. Dua hal itu, Pembunuh dan Pendusta, dituduhkan Isa pada orang Farisi pengikut Yahweh Yahudi yang gemar kurban kambing domba, gemar mengurbankan manusia untuk tujuan politik Yahudi, dan dengan menipu manusia seakan ia adalah tuhan yang benar padahal ia adalah penggemar tumbal sajen dan darah yang berkuasa memaksa manusia tunduk memakai hukum syariat Yahudi yang bernama Taurat itu. Isa menuduh "bapaknya" atau tuhannya orang Farisi (Yahweh) adalah bapak semua Pendusta dan Pembunuh manusia dari semula. Jesus terlalu terus terang pada kenyataan bahwa Yahweh adalah Iblis, sesuai isi perintah Yahweh dalam kitab Keluaran Imamat Bilangan dan UIangan. Jesus menghapus tatacara qurban, ritual untuk memberi makan alien reptilian carnivora penggemar darah ini. Atas dasar itulah, pengikut Yahweh membunuh Jesus di salib. Coba bagaimana parahnya Iblis bertahta di planet ini dan memutar balikkan kebenaran, sampai hari ini juga masih banyak orang beranggapan si Yahweh penggemar kurban tumbal sajen itu adalah tuhan yang benar...

Keteranganku ini kudasarkan pada fakta, perbandingan dengan praktek serupa dalam aliran penyembahan dewa dewi kegelapan di banyak bangsa, dan analisis alien, bukan dogma atau ajaran yang bisa diputar-putar oleh siapapun

Akhirnya Agama itu Tidak Mendeliver Bukti Hidup Setelah Mati

Contoh mudah adalah Nabi Muhammad. Dia memang sukses dalam duniawi: banyak kekayaan, padahal itu hasil dari sekian puluh kali merampok, menjarah kota-kota kaya dan memperbudak anak istri mereka,  memungut zakat, memalak mengambil bayaran jasa keamanan (jizyah) dari non-muslim. Betul, banyak teladan baik yang dilakukan Muhammad. Tetapi cara rampok itu berhasil menetapi janjinya pada Muhammad menjadi kaya raya dunia, banyak perempuan istri, dan tahta seluruh Arab.  Sambil terus mengobral janjinya tentang surga dan segala macam yang dicantumkan dengan berlimpah dalam kitab suci AlQuran dan hadis.

Tetapi ... Muhammad meninggal, lalu lenyap begitu saja ditelan bumi, dalam kuburnya, batu nisannya sampai hari ini didandani luarbiasa mewah, di dalamnya hanya tulang belulang membisu, tidak ada penampakan, mimpi, suara, pesan, atau apapun dari akhirat yang ia janjikan. Hanya kuburan. Jutaan orang tidak pernah melihatnya sama sekali. Bahkan celakanya, ada banyak orang dibawa ke neraka dan melihat Muhammad di neraka, dimuat di Youtube ... (kalian cari dengan kata "Muhammad hell")

Coba bayangkan demikian hebatnya kadar tipu menipu ini??
Padahal sudah terlanjur berapa banyaknya pengikut agama yang melarat, bodoh, miskin, dan putus asa hingga bunuh diri dan membunuh sesama.
Padahal terus didoakan masuk surga sampai sekarang tidak ada buktinya ia ada di sana.
Padahal sudah dilakukan banyak upaya. Warisan tatacara yang ia ajarkan sangat banyak. Berapa kali sholat tiap hari sekian rakaat, puasa dan tarawih nya itu, hafalan dan bahasa itu, doa diulang-ulang jutaan kali, berpakaian tertutup rapat itu, beraneka hukum dan aturan makan minum, buang air, arah toilet itu, cabut bulu keteklah, minum kencing unta lah, pelihara janggut lah, segala macam yang diikuti dengan setia dan fanatik oleh pengikutnya ...hasil cuci otak dan mind control tadi di atas.

Jadi itu semua SIA-SIA, hanya TIPU MENIPU SAJA ???

Dunia ini penuh sandiwara, lagu pepatah mengatakan.

Dan agama-agama yang ada sekarang ini kebanyakan hanya main sandiwara saja tetapi tidak pernah bisa mendeliver bukti yang kita tuntut, bahkan bukti yang pendiri agama itu sendiri janjikan !! Apakah bisa kaya dengan agama?? Kalau mau kaya, bikin perusahaan, jadi profesional, cari duit, bukannya membisniskan agama seperti para pendeta dan ustadz kaya itu. Kemudian, janji masuk surga, mana ?? mana ?? MANA ??

Jadi, agama-agama itu benar-benar palsu, tipu menipu!! tidak ada bukti apalagi garansi atau perbaikan produk. Nol.

Tetapi dalam kasus Islam, ini lebih ironis lagi. Produk standar Islam dianggap sempurna, lalu distandarisir, dibakukan, didogmatisir, dan semua inovasi modern dibasmi. Mengubah format sedikit saja diamuk massa karena  dianggap tidak mengikuti jejak perbuatan yang mula-mula.  Mau sholat dalam bahasa yang dimengerti  saja tidak boleh. Bayangkan, apa yang sempurna di dunia ini? semua produk juga berinovasi dan mengeluarkan update dan upgrade mengikuti perkembangan, namun tidak dengan agama ini, yang maunya versi Arab padang pasir abad tujuh. Agama itu maunya kembali pada versi asli, yang sudah tidak tahu lagi kelayakannya dan dari pengalaman sudah betul-betul kadaluarsa. Agama kadaluarsa demikian harusnya dilarang dan dikategorikan sebagai penipu. Tidak men-deliver bukti dunia akhirat. Statusnya sama dengan komunis yang sudah terlanjur makan banyak korban, tidak men-deliver bukti kemajuan bangsa. Hanya karena kehebatan metode manipulasi pikiran itulah, agama ini masih bertahan sampai hari ini.

http://artikeltulisan.wordpress.com/2012/05/10/studi-makam-para-pejuang-islam-kenangan-terindah-perjuangan-menegakkan-kalimah-allah/
Di kuburan mereka ada, sampai hari ini tidak ada kabar beritanya. 

Bayangkan, untuk urusan yang demikian pentingnya, kepentingan nasib dan takdir manusia, kita manusia ditipu, dicuci otak, dipaksa, dan dikurbankan, dan terakhir benar-benar ditipu !!  

Bukti Agama adalah Fakta Yang Dilakukan Manusia Pelakunya

Tetapi jangan kuatir, ada yang asli bisa men-deliver bukti. Tidak populer di kalangan Islam saat tulisan ini dibuat, tetapi ini fakta dan bukti.
Agama tidak berisi tipuan semua, meskipun banyak yang menggunakan metode tipuan, demi mempengaruhi dan menjaga agar pengikut agama itu tetap banyak  Metodenya bisa disalah gunakan, namun tidak berarti agama itu isinya tipu menipu semua. Sebagian masih didasarkan pada fakta dan tujuan baik, meskipun sebagian disalah-gunakan untuk tujuan tidak baik. 

Coba bandingkan dengan Isa Almasih. Di dunia memang ia tidak kaya, tidak sengaja menjadi orang kaya, tidak mencari sepuluh atau duapuluh satu istri seperti Muhammad. Tetapi ia mati hidup lagi membuktikan bahwa ada hidup setelah mati bagi siapapun yang mengikuti dia. Coba baca kisahnya Syech Siti Djenar ketika dibunuh oleh Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga, terjadi mujijat. Ia masih hidup walaupun sudah mati. Pembunuhnya, para wali yang hebat itu, aku berani bertaruh, tidak akan aku melihat batang hidung mereka di surga.

Isa membuktikan dirinya hidup lagi
Syech Siti Djenar membuktikan 
Walisongo pembunuh itu tidak 
Isa Almasih masih hidup sampai hari ini! Ia sering menjumpai orang-orang, termasuk diantaranya seorang pangeran Kuwait dan keraton Solo. 
https://www.youtube.com/watch?v=P0WCRNgRTdo
https://www.youtube.com/watch?v=wdMydpavOz4
https://www.youtube.com/watch?v=wdMydpavOz4
https://www.youtube.com/watch?v=Rrt0cAqJURk
Pengalaman menjelang ajal:  
https://www.youtube.com/watch?v=meTC2CCH3Fc
Atau dalam mimpi:
https://www.youtube.com/watch?v=vBkYpe1SA24

Isa masih hidup, membuktikan semua perkataannya. Artinya ia juga akan membuktikan tentang Hakim hari kiamat itu.

Lalu apa lagi yang diajarkan Isa Almasih, Jalan Lurus ke Surga itu tentang cara nyata dan terbukti mencapai Surga?

-- 

Tetapi orang lebih suka percaya janji omong kosong yang terus dikumandangkan hingga hari ini tentang syurga neraka, syafaat hari penghakiman, bidadari, upah pahala dan macam-macam mulut manis berbusa-busa tipu menipu memanfaatkan kelemahan kodrat manusia dalam manipulasi pikiran. 

Para spiritualis Islam adalah orang-orang yang mencari kebenaran, dari pengalaman nyata bukan akidah hukum syariah atau tradisi, dan mereka menemukan hidup yang abadi sehingga seperti seorang spiritualis Islam, Mansur al-Hallaj bisa mengatakan "anal haqq," akulah kebenaran, karena ia sudah mengalami nyata mengenai penyatuan dengan Ruh ilahiyah yang dari Tuhan. Ia mengatakan itu dari pengalaman spiritualnya. Sama dengan Isa Almasih ketika mengatakan "Aku dan Bapaku adalah satu" sehingga orang Farisi hendak merajam Isa. Orang syariah diprogram supaya tidak tahu kebenaran ini sehingga mereka membunuh orang-orang yang benar. Mati bagi Isa, al-Hallaj dan Syech Siti Djenar itu suatu episode mudah pindah dimensi saja. Menuju kekekalan hidup bersama Ruh ilahiyah yang hidup, spirit, hidup selamanya lintas dimensi, bukan dengan meringkuk mati di kuburan karena semasa hidup mengharap pahala dengan menjalankan syariah dan tatacara Islam, bukan dengan merampok dan membunuhi para musuh seperti Muhammad dan para khalifah lakukan di Madinah.

Itu sebabnya, agama harus dibersihkan dari tipu menipu, direformasi menuju kenyataan, menuju asal-usul kenyataan, yaitu spirit atau ruh, menjadi lebih spiritual, dan contohnya adalah lagi-lagi .... Isa Almasih...


Agama Isa Almasih tidak ada yang rahasia, karena terbukti dari perbuatannya. Ajaran+perbuatan+bukti. Konsisten dan tidak ada tipu menipu. Namun demikian banyak pihak yang membuatnya menjadi rahasia, dengan cara ditumpuki, ditimbuni, disampahi, dengan berbagai ajaran para orang suci manusia penerusnya yang tidak sempurna menjadi gunung ketidak-sempurnaan agama, sehingga ajaran Isa menjadi hanya 5 persen dari sebuah buku besar yang menjadi sumber hukum yang beda dari ajaran asli Isa. Dengan itulah agama menjadi agama kumpulan para penipu. 

Aku tidak melihat bukti lain dari siapapun yang lebih meyakinkan dari Beliau yang tersurat sebagai Yang Terkemuka di Dunia dan Akhirat, Raja diatas Segala Raja, Hakim Hari Kiyamat, Kalimatullah dan Rohullah ini. Wahai Isa, salam untukmu. Kami menunggumu kembali ke planet ini, sejak janjimu duaribu tahun lalu. Wahai Penguasa Akhirat.