Penemuan Ilmiah, Perkembangan Modern, dan Definisi Ulang Agama

Belakangan ini, berbagai penemuan ilmiah dan perkembangan modern membuat agama-agama formal yang ada, apapun namanya sekarang ini, harus didefinisikan ulang dan dibentuk ulang dan ditransformasi. Contiohnya adalah penemuan bahwa 44 ribu tahun lalu sudah ada peradaban maju, pencarian makhluk hidup di planet lain, politikisasi, formalisasi, dan bisnis agama.

Coba perhatikan beberapa di bawah ini:

1. Asal usul manusia 


Modern culture emerged in Africa 20000 years earlier than thought
Los Angeles Times.  Modern culture emerged in southern Africa at least 44000 years ago, more than 20000 years earlier than anthropologists had previously believed, researchers reported Monday.  That blossoming of technology and art occurred at roughly the same time that modern humans were migrating from Africa to Europe, where they soon displaced Neanderthals. Many of the characteristics of the ancient culture identified by anthropologists are still present in hunter-gatherer cultures of Africa today, such as the San culture of southern Africa, the researchers said.

Ternyata peradaban modern sudah ada di Afrika selatan paling tidak 44 ribu tahun lalu!! Jadi jauh sebelum  Ibrahim/Abraham, Nuh, Musa, Buddha, Krishna, Muhammad, dan sebagainya, sudah ada peradaban maju. Ini tentu saja membongkar akidah bahwa Adam Hawa adalah manusia pertama, atau bumi baru berusia dari 5000 tahun, dihitung dari penciptaan 7 hari.

2. Kemungkinan ada kehidupan di Planet Lain dan Penciptaan


Ini juga berdampak besar. Penelitian serius berusaha membuktikan adanya kehidupan di planet lain.

Apakah dengan demikian bukan Allah tetapi alien yang menciptakan atau menanam kehidupan di bumi?? Bahwa kehidupan itu ditularkan dari satu planet ke planet lain?? Bahwa planet bisa dikolonisasi dan ditanami kehidupan?? Dimanakah peran Tuhan??



NASA secara ilmiah mencari jawabannya:

University course on extraterrestrial life goes global
Examiner.com-Jul 18, 2012
Cockell's course will examine questions such as “Is there life on other planetary bodies?” and “How is it distributed throughout the Universe?” ...
Could there be life on five newly discovered planets?
BBC News-Jul 27, 2012
Is life on other planets possible? Well a team of American astronomers certainly seem to think so. Five new planets discovered by NASA's ...
In-Depth: Alien Solar System Kepler-30 Looks Like Our Own Huffington Post
A solar system like ours? Examiner.com
No, this isn't the twin of our solar system — but it's proof that our ... io9 


Rover's Mars Landing Sunday 'a Big Gamble'
The Ledger  In this 2011 file artist's rendering provided by NASA/JPL-Caltech, a "sky crane" lowers the Mars Science Laboratory Curiosity rover onto the surface of Mars.
Featured:NASA's Curiosity aims to answer: Was there ever life on Mars?Detroit Free Press

Youtube: 
Life on other planets and in other Worlds Can you tell me what life is like on planets other than Earth? The universe that you know contains an infinite number of planetary systems, stars ...Life on other Planets
Atheist vs Theist - THE UNIVERSE KILLS GOD! - Is There Life On Other Planets?


3. Politikisasi dan Formalisasi Agama 


Agama berusaha menjawab dan memberi jalan manusia agar dapat hidup selamanaya setelah mati, itu pertanyaan yang memotivasi pengikut agama dengan hebat. Tujuan surga adalah sasaran agama. Metodologinya adalah pengalaman rohaniah, ajaran, dan teladan hidup nyata.

Masalahnya, jika dipolitisir, agama dijadikan lembaga agama, diatur dengan undang-undang dan dijadikan dasar negara, langsung agama itu keluar dari tujuan semula, berpaling pada tujuan duniawi, menyebabkan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hak asasi manusia. Agama menjadi bahan cemoohan dan masalah.

Lihat saja kasus Islam dengan hukum syariah di negara-negara yang sistemnya begitu tertutup, terkebelakang, dan kejam. Bahkan mereka yang mengungkapkan fakta dan pengalaman nyata dianiaya. Hukum dan politik menindas dan lebih penting dari manusia. Atau pembom bunuh diri yang menginginkan surga dengan alasan politik dan permusuhan balas dendam.


Lihat saja kasus Kristen abad pertengahan yang begitu busuk oleh tirani dan kegelapan, ketika agama berpadu dengan politik dan menjadi diktator yang makan korban begitu banyak orang yang benar. 

Lihat saja kasus Departemen Agama yang menjadi sarang korupsi dan pengumpulan dana untuk tujuan yang tidak jelas.  Lihat saja lembaga semacam MUI yang mengeluarkan fatwa yang malahan memecah belah kesatuan bangsa dan bibit pertikaian.

Lihat saja laskar-laskar dalam Islam yang tidak lebih hanya preman berkedok pakaian putih dan berteriak allahu akbar.

4. BisnisAgama


Ketika para pengurus agama mulai mencari kekayaan dan kesejahteraan dari lembaga agama, maka lembaga agama sekarang pun menjadi lahan bisnis. Sekarang ini sudah tidak jelas lagi apa itu motivator, penceramah agama, trainer, atau bisnis MLM. Metodenya mirip-mirip. Lembaga sosial juga makin rajin berbisnis melalui ummat pengikut agama, menyalurkan sedekah, sumbangan, dan sebagainya. 

Gereja dan masjid berlomba mendirikan bangunan yang megah, seperti kantor pusat perusahaan saja.Di dalamnya juga diorganisir seperti perusahaan. Pokoknya banyak yang bisa dijadikan contoh. Dengan ajaran dan slogan, strategi persaingan, taktik pemasaran, dan customer relationship management, lembaga agama menjadi raksasa bisnis. Ideologi dan akidah agama dijadikan bahan jualan. Salah atau benar jadi tidak jelas, pokoknya yang mendatangkan uang banyak, jadilah, diajarkan dan dikembangkan mati-matian. 

Lantas masalahnya, kalau semua seba cari uang, siapa yang mengurus kerinduan ummat pada kehausan rohani dan kebenaran yang fakta sebenarnya??