Integritas dan Moral Pribadi Muhammad, kasus Maria Qibtiyah

Ini rekonstruksi sejarah Muhammad dengan seorang budaknya yang perlu direnungkan sebagai studi kasus bagaimana integritas moral dan etikanya. Karena awalnya aku tidak percaya, aku cari dari macam-macam sumber dan ketemulah berbagai cerita yang ternyata kitra-kira sama. barulah aku yakin ini cerita ada benarnya, mungkin hampir benar.  
Masalahnya, perlu diingat bahwa akhlak moral ini berdampak pada semua kepercayaan, etika. tatacara dan tradisi yang dilakukan dalam Islam saat ini, bahwa jika Muhammad saja tidak bisa melakukan yang lebih baik sesuai standar HARI ITU di Arab, apalagi sesuai standar moral hari ini, lalu apa jaminan kita melakukan semua sunnah yang ia teladankan??

--
UPDATE
Artikel ini cocok untuk mereka yang mencari dengan tema "cerita seru merkosa pembantu", "zinah dengan pembantu istri", "meniduri pembantu di ranjang istri", "selingkuh dengan pembantu", "perkosaan TKI", "seks dengan budak" atau tema pencarian sejenis lainnya. Kisahnya memang tidak lain tidak kurang adalah demikian.  

Jika ingin mendalami Muhammad, ada web blog bagus dan lengkap siapa itu Muhammad sebenarnya, kunjungi saja http://trulyislam.blogspot.com

Kalau ada yang mau lebih ilmiah, ada di http://wikiislam.net dan sangat ringkas sejarah Muhammad di http://www.thereligionofpeace.com/pages/history.htm
~ pemdun--

Berikut adalah beberapa sumber yang aku kumpulkan tentang kasus budak koptik ini. 

Posted by: jelasnggak on: April 15, 2010
dari http://jelasnggak.wordpress.com/2010/04/15/kisah-zinah-muhammad-dengan-mariya-babunya-hafsah/
Kisah Zinah Muhammad dengan Mariya (babunya Hafsah)

Ulasan Ali Sina:Muhammad dalam banyak hal telah melakukan hal-hal yg tidak saja bertentangan dengan prinsip etika yang diakui secara umum (bahkan dalam masyarakat ketika dia tinggalpun), tapi juga dia bertentangan dengan aturan-aturan yang telah dia tetapkan sendiri. Pada dasarnya dia melakukan apa yg dia suka, dan ketika hal itu mengagetkan para pengikutnya, dia keluarkan ayat dari Allah khayalannya utk membenarkan tindakan2nya dan membuat semua peng-kritiknya menjadi terdiam.

Dengan ayat2 dikantungnya, siapapun yg membisikan kata2 menentang ketidak sopanan Muhammad, akan dituduh menyangkal Owoh dan tentu saja, sebagai penyangkal Owoh situasinya sudah jelas. Hal itu menjadi Faslul-khitab (Akhir dari diskusi). Contoh2nya banyak sekali. Ini salah satunya:



Quran membatasi empat istri bagi para pengikutnya. Tapi Muhammad pikir dia tidak perlu mengikuti aturan yg dibuatnya sendiri dan dg begitu dibuatnya Allah menurunkan ayat 33:49-50 yg memberitahu bahwa dia adalah sebuah perkecualian dan boleh punya wanita sebanyak mungkin sebagai istri, selir, budak atau ‘pemberian’ (Habba) semau dia suka. Lalu ditambahkannya “sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan/kesulitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”





Perkawinan Para Pedofil oleh Kaum Hamas.

Kesulitan/kesempitan apa? Kesulitan mengontrol birahinya, kesulitan karena menjadi manusia yg sopan, yg setia pada satu perempuan! Apakah kita harus percaya pada orang yg kesulitan mengontrol insting binatangnya dan menyebutnya sebagai “ciptaan terbaik”? Bukankah tindakan itu lebih terlihat dari perkataan? Disatu pihak dia hidup seperti binatang buas dan dilain pihak dia begitu sombong hingga menaruh kalimat2 sanjungan utknya sendiri dan diakuinya sebagai kalimat2 tuhan. Ingat nggak ketika dia masih di Mekah, hidup mengisap kekayaan istrinya, Muhammad tidak berani membawa wanita lain kerumah Khadijah.

Semua petualangan seksualnya dimulai ketika dia mulai berkuasa.

Satu hari Muhammad mengunjungi istrinya Hafsa, anak perempuan dari Umar dan ketika bertemu pembantu Hafsa, yang bernama Mariyah, Muhammad pun dilanda birahi terhadapnya (Mariyah). Dia suruh pergi Hafsa dg membohonginya bahwa ayahnya ingin bicara. Ketika Hafsa sudah pergi, dia bawa Mariyah ketempat tidur dan disetubuhi olehnya. Hafsa kembali karena ayahnya bilang tidak minta bertemu dgnya dan serta merta mengetahui apa yg sedang terjadi, sadar kenapa Muhammad menipunya agar pergi. Hafsa jadi marah dan mulai mengamuk menarik perhatian orang2 (Ah! Wanita akan tetap selalu seperti wanita!) Untuk menenangkannya, Muhammad berjanji utk melarang dirinya sendiri bertemu Mariyah. (Dari sinilah penamaan Surat Tahrim Quran bab 6 diambil). Tapi, dia tetap menginginkan Mariyah. Bagaimana caranya orang melanggar sumpahnya sendiri? Well, tidak sulit jika anda punya Allah dikantungmu. Jadi Allah menurunkan surat Tahrim dan bilang bahwa oke-oke saja utk melanggar sumpah dan menyetubuhi budak perempuan yg jadi haknya. Malahan sebenarnya sang Allah pembuat jagat raya ini marah pada Muhammad dan bahkan menegurnya dg pedas karena mengingkari kenikmatan jasmani bagi dirinya sendiri dan karena telah berjanji utk tidak berlaku seperti itu lagi sepanjang hidupnya hanya untuk menyenangkan istrinya. Ha ha ha… Loe muslim pada tolol semuah

Al-Tahrim 66.1-5

[66.1]Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya

bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[66.2] Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[66.3] Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah)

menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

[66.4] Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

[66.5] Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu. Enak sekaleee!!

Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa rasul (PBUH) melakukan persetubuhan dg Mariyah dirumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk digerbang (dibelakang pintu yg terkunci). Dia bilang pada nabi, O rasul, apa anda melakukan ini di rumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku. Hazrat (yg mulia) itu berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.” (Tabaqat volume 8, halaman 223).

Seperti biasa, para muslim membenarkan Muhammad karena melanggar sumpahnya. Tidak jadi masalah apa yg Muhammad lakukan. Para muslim akan selalu membenarkan tindakannya. Mereka telah menyerahkan intelegensia mereka padanya dan telah berhenti berpikir. Ibn Sa’d melanjutkan: Qasim ibn Muhammad berkata bahwa janji nabi ini yg melarang Mariyah baginya adalah tidak sah, jadi tidak menjadi sebuah pelanggaran. (Tabaqat volume 8, halaman 223).

Pertanyaannya adalah jika sumpah ini tidak sah, kenapa dia melakukan sumpah itu dan jika sumpah itu sah kenapa dia langgar? Terdapat banyak sekali contoh2 bahwa Muhammad melanggar sumpahnya sendiri. Disini, dia bersumpah pada tuhannya dan bahkan itupun tidak jadi halangan baginya. Tuhannya adalah hasil isapan jempoknya, imajinasinya dan dia tidaklah begitu bodoh utk membiarkan sumpah demi hasil imajinasinya menghentikannya menyetubuhi Mariyah yg cantik. Ide utamanya adalah menciptakan tuhan yg menyetujui apapun yg dia inginkan dan bukan utk membuat halangan2 untuknya.

Quran membatasi empat istri bagi muslim. Tapi, Muhammad pikir dia tidak terikat oleh aturan itu dan dengan demikian dia buat Allahnya menurunkan ayat2 Qur’an 33:49-50 yang mengatakan padanya dia adalah sebuah pengecualian dan boleh punya sebanyak mungkin wanita, sebagai istri, selir atau budak, sebanyak dia mau. Lalu dia tambahkan “ini hanya khusus bagimu, bukan untuk semua orang mukmin, supaya tidak menjadi kesulitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kesulitan apa seeh yang dimaksud ayat di atas?

Kesulitan mengontrol birahinya, menjadi manusia normal yang santun, setia pada satu istri!

Apa kita harus percaya pada orang yang sulit mengontrol insting kebinatangannya padahal katanya dia adalah “makhluk ciptaan yang terbaik?” Bukankah tindakan berbicara jauh lebih kencang daripada perkataan? Disatu pihak, dia hidup seperti binatang buas, dan dilain pihak dia berbicara tentang dirinya sendiri dengan begitu mulia, menaruh perkataan2 pujian dimulut Allahnya utk dia. Ingat ketika masih di Mekah, hidup dari harta istrinya, Muhammad tidak berani membawa wanita lain kerumah. Semua kelakuan birahinya dimulai ketika dia berkuasa. Apa kita harus percaya bahwa ketika dia masih muda dan kuat dia tidak punya kesulitan ini dan hanya tidur dengan wanita yang lebih tua tapi kesulitannya muncul di 10 tahun terakhir kehidupannya ketika dia sudah tua dan ditimpa segala macam penyakit? Atau kita harus artikan ini sebagai pertanda lain dari orang yang beranjak tua dan bertingkah liar dengan kebebasan yang dia temukan, seperti anak kecil yang dibiarkan bebas ditoko permen, tidak mampu membatasi dirinya sendiri?

Mariyah adalah perempuan muda Koptic yang sangat cantik yang dikirim sebagai hadiah dari Pejabat di Mesir kepada Muhammad. Dia suruh Hafsa pergi dengan alasan dipanggil ayahnya. Segera setelah istrinya pergi, dia gagahi Mariyah diranjangnya Hafsa. Tahu ayahnya ternyata tidak memanggil, Hafsa kembali dan menemukan apa yang terjadi serta sadar kenapa Muhammad menipunya. Dia marah dan mulai berteriak2 (Ah, wanita akan selalu wanita!) Utk menenangkannya, Muhammad bersumpah utk melarang Mariyah dipakai olehnya. (Dari sinilah nama Surat Tahrim (Larangan) dalam Quran didapatkan). Tapi, dia masih birahi terhadap budak cantik itu. Bagaimana caranya membatalkan sumpah? Well, gampang saja kalau anda punya Allah dikantung. Pencipta Jagat Raya ini lalu menurunkan Surat Tahrim dan bilang tidak apa-apa melanggar sumpah dan melakukan seks dengan budak cantik itu karena dia adalah “harta milik tangan kanannya.” Malah Allah Maha Kuasa, yang sekarang jadi muncikari bagi nabi favoritnya ini, bahkan marah pada Muhammad dan menegur dia karena menghalangi kenikmatan jasmani bagi dirinya dan karena telah bersumpah utk berlaku santun hanya demi menyenangkan istrinya.

Q 66:1,2

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ibn Sa’d menulis:

Abu Bakar menceritakan bahwa sang Rasul (PBUH) telah melakukan hubungan seks dengan Mariyah dirumahnya Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk di pintu depan (dibelakang pintu yang terkunci). Dia berkata pada rasul, O Rasul Allah, kau lakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Rasul berkata, kontrol dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah mengharamkannya utkku. Hafsa berkata, aku tidak terima, kecuali kau bersumpah untuk itu bagiku. Rasul berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya (Mariyah) lagi.

Referensi: Ibn Sa’d, Tabaqat, Vol 8, hal. 195

Seperti biasa, para muslim membenarkan Muhammad akan pelanggaran sumpahnya ini. Tidak jadi masalah apapun yang dilakukan Muhammad, para muslim akan selalu membenarkan tindakan2nya. Mereka telah menyerahkan kecerdasan mereka padanya dan berhenti berpikir secara rasional. Ibn Sa’d melanjutkan:

Qasim ibn Muhammad bilang bahwa sumpah yang melarang Mariyah untuknya sendiri itu cacat V jadi tidak menjadi suatu pelanggaran (hormat).

Referensi: Ibn Sa’d, Tabaqat, Vol 8, hal. 195.

Qur’an milik saya berisi tafsir berikut, berdampingan dengan Surat Tahrim:

Juga dilaporkan bahwa nabi telah membagi hari2nya diantara istri2nya. Dan ketika tiba giliran Hafsa, disuruhnya Hafsa pergi kerumah ayahnya Omar Khattab, dengan alasan ayahnya memanggilnya. Ketika Hafsa pergi, nabi memanggil budak wanita Mariyah, orang Coptik yang (belakangan) melahirkan anaknya Ibrahim dan Mariyah adalah hadiah dari Najashi, lalu melakukan hubungan seks dengannya. Ketika Hafsa kembali, dia dapatkan pintu terkunci dari dalam. Dia duduk didepan pintu tsb sampai sang nabi selesai dengan ‘bisnis’nya dan kelura rumah dengan keringat bercucuran diwajahnya. Ketika Hafsa melihat dia dalam kondisi demikian dia menegurnya dan berkata kau tidak menghargai kehormatanku, kau kirim aku keluar rumah dengan alasan agar kau bisa meniduri budak wanita itu. Dan pada hari giliranku ini kau berhubungan seks dengan orang lain. Lalu nabi berkata, diamlah meski dia itu budakku dan oleh karenanya halal bagiku, utk menyenangkanmu, Aku, saat ini, membuatnya jadi haram bagiku. Tapi Hafsa tidak menerima ini dan meminta nabi bersumpah demi Allah, nabi melakukannya. Ketika nabi keluar rumah dia ketuk dinding yang memisahkan kamarnya dengan Aisha dan menceritakan semuanya. [42]

Referensi: Diterbitkan oleh Entesharat-e Elmiyyeh Eslami Tehran 1377 lunar H. Tafseer dan terjemahan kedalam bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem Mo’refi

Bagi orang muslim sumpah tidak ada artinya. Mereka menjanjikan sesuatu dan melanggarnya jika mereka mau. Bukhari melaporkan sebuah hadits dimana Muhammad berkata: “Demi Allah, dan jika Allah menghendaki, jika aku mengambil sumpah dan belakangan kudapatkan sesuatu yang lebih baik dari itu, maka aku lakukan yang lebih baik itu dan kuabaikan sumpahku.”

[Ref.: Sahih Bukhari Vol.7 Book 67, No.424]

Dan dia sarankan para pengikutnya utk melakukan hal sama: “Jika kau pernah mengambil sumpah utk melakukan sesuatu dan belakangan kau dapatkan sesuatu yang lebih baik, maka kau harus mengabaikan sumpahmu dan melakukan hal baik itu.”

[Ref.: Sahih Bukhari Vol.9 Book 89, No.260]


======



http://murtadinkafirun.forumotion.net/t7916-kisah-muhammad-dengan-hafsah-putri-umar
Kisah Muhammad dengan Hafsah putri Umar


by feifei_fairy on Wed Sep 29, 2010 1:54 am
...

Seperti biasa, para muslim membenarkan Muhammad karena melanggar sumpahnya. Tidak jadi masalah apa yg Muhammad lakukan. Para muslim akan selalu membenarkan tindakannya. Mereka telah menyerahkan intelegensia mereka padanya dan telah berhenti berpikir. Ibn Sa’d melanjutkan: “Qasim ibn Muhammad berkata bahwa janji nabi ini yg melarang Mariyah baginya adalah tidak sah – jadi tidak menjadi sebuah pelanggaran. (Tabaqat volume 8, halaman 223).

Pertanyaannya adalah jika sumpah ini tidak sah, kenapa dia melakukan sumpah itu dan jika sumpah itu sah kenapa dia langgar? Terdapat banyak sekali contoh2 bahwa Muhammad melanggar sumpahnya sendiri. Disini, dia bersumpah pada tuhannya dan bahkan itupun tidak jadi halangan baginya. Tuhannya adalah hasil isapan jempoknya, imajinasinya dan dia tidaklah begitu bodoh utk membiarkan sumpah demi hasil imajinasinya menghentikannya menyetubuhi Mariyah yg cantik. Ide utamanya adalah menciptakan tuhan yg menyetujui apapun yg dia inginkan dan bukan utk membuat halangan2 untuknya.


=== ==


Versi satu lagi sama dengan kutipan pertama:

http://percayapatal.blogspot.com/2010/09/maria-pembantu-asmara-nabi.html

MARIA (PEMBANTU) ASMARA NABI

MARIA, ASMARA NABI DENGAN PEMBANTUNYA



Maria adalah seorang budak wanita yang dihadiahkan oleh seorang gubernur Mesir kepada Muhammad dan dia adalah seorang wanita perawan cantik berambut ikal yang umurnya saat dipersembahkan kepada Muhammad sekitar 19 tahun..

Sumber :



Muhammad - Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik



Martin Lings hal 439 – 440



Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, 2002.

Surat nabi kepada Muqawqis yang mengajaknya agar memeluk Islam ditolak, tetapi pemerintah Mesir membalas dengan mengirimkan hadiah yang banyak : seribu keeping emas, dua puluh jubha terbuat dari bahan yang bagus, seekor bagal, seekor keledai betina, dan hadiah persembahan dua budak Kristen Koptik Mesir yang dikawal oleh seorang pertapa tua. Kedua gadis itu bersaudara, Maria dan Sirin, dan keduanya sama-sama cantik, tapi Maria lebih cantik lagi dan nabi sangat mengaguminya. Sirin dinikahkan dengan Hassan ibn Tsabit dan Maria diambil nabi sendiri. Ia ditempatkan dirumah yang dahulu dihuni Safiah …

Masalah timbul dirumah Hafsa istri Muhammad yang lain, dimana Maria ditempatkan sebagai pembantu Hafsa. Ingat Maria adalah budak atau pembantu, bukan istri Muhammad.

Di suatu malam Muhammad mengunjungi istrinya Hafsa, malam itu adalah “jatah” Hafsa untuk tidur dengan Muhammad. Ketika masuk rumah, ia melihat Maria, gadis remaja yang cantik jelita, merangsang sukma. Dia membangkitkan nafsu birahi pria manapun yang melihatnya. Namun rupanya Hafsa juga ada dirumah. Muhammad yang sudah tak tahan untuk berduaan dengan Maria, akhirnya mencari cara untuk mengusir Hafsa. Dia suruh Hafsa pergi dengan alasan dipanggil ayahnya. Segera setelah istrinya pergi, dia menikmati Maria diranjang Hafsa.

Tahu ayahnya ternyata tidak memanggil, Hafsa bergegas kembali kerumah. Ia begitu kaget ketika melihat Muhammad dan Maria yang sedang bermesraan diatas ranjangnya. Hafsa pun marah, dan mulai berteriak sekencang2nya, “Kau lakukan ini dirumahku? Disaat giliranku? Muhammad panik, lalu ia menenangkan Hafsa, ia berjanji untuk tidak menyentuh Maria lagi jika Hafsa diam dan tidak menceritakan peristiwa malam itu kepada siapapun. Hafsa masih tak percaya dengan ucapan Muhammad, lalu ia pun meminta Muhammad untuk bersumpah atas nama Allah. Muhammad menuruti permintaan Hafsa, kemudian ia berkata, “Demi Allah aku tak akan menyentuh Maria” [Tabaqat v. 8 p. 223]


Beberapa hari kemudian Muhammad secara tak sengaja mendengar pembicaraan Hafsa yang sedang curhat dengan Aisha. Muhammad kaget ketika ia tau ternyata Hafsa menceritakan kejadian semalam kepada Aisha. Merasa permintaan untuk merahasiakan affairnya tidak dituruti Hafsa, akhirnya ia mengeluarkan ayatnya;


QS 66: 3 - 4

Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula




Muhammad yang merasa sakit hati atas perbuatan Hafsa membocorkan rahasianya akhirnya kembali lagi ketempat Maria, sudah kepalang tanggung pikirnya. Disaat mereka sedang berduaan, masuklah Hafsa kerumah, dan lagi2 ia mendapati Muhammad bersama Maria. Hafsa pun mulai mengomel; “Bagaimana janjimu? Bukankah kau sudah berjanji padaku untuk tidak menyentuh Maria lagi. Haram itu..” Lalu Muhammad berkata bahwa barusan ia dikirimi Jibril ayat2 dari surga;



QS 66:1-2

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Hafsa masih menggerutu dengan ucapan Muhammad tersebut, lalu nabi berkata lagi;

QS 66: 5

Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Karena diancam cerai, Hafsa langsung terdiam. Dia sadar bahwa ia bisa kesepian jika dicerai oleh Muhammad. Karena Allah sudah mengatakan bahwa siapapun tidak boleh menikahi istri2 rasul.

QS 33: 53

Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.








Karena peristiwa itu pula, Muhammad mengambil kesempatan sebulan penuh untuk bercumbu dengan Maria. Sekaligus memberi pelajaran kepada Hafsa dan Aisha yang sering bergosip mengenai dirinya.



Sahih Bukhari 43, Nomer 648:

Sang Nabi tidak mengunjungi istri2nya karena Hafsa membocorkan rahasia kepada Aisha, dan sang Nabi berkata bahwa dia tidak akan mengunjungi para istrinya selama sebulan karena dia marah pada mereka ketika Allah membatalkan sumpahnya untuk tidak menyentuh Maria lagi.”


Setahun kemudian setelah peristiwa itu Maria melahirkan seorang bayi yang diberi nama Ibrahim oleh Muhammad. Peristiwa Maria mempunyai anak ini begitu menggemparkan dikalangan istri2 Muhammad, karena diantara 15 an wanita yang ditiduri Muhammad tidak ada yang bisa mendapatkan anak dari Muhammad. Mereka berpikir bagaimana mungkin Maria bisa mengandung anak dari Muhammad sedangkan Aisha yang dinikahi Muhammad selama kurang lebih 9 tahun saja tidak bisa memiliki anak.


Namun bagaimanapun juga Muhammad begitu gembira atas kelahiran anak Maria tersebut. Muhammad kemudian membawa Ibrahim kepada Aisha dan berkata, “Lihat betapa dia mirip denganku.”“Tak kulihat kemiripannya denganmu.” Muhammad bilang, tidakkah kau lihat pipinya yang tembam dan putih? Aisya lalu menjawab, “Semua bayi yang baru lahir yang minum susu punya pipi tembam.” [Tabaqat Volume I, page 125] Aisya menjawab,

Hayo! Anak siapakah sebenarnya Ibrahim ini?

Kemalangan rupanya menimpa Ibrahim, tanpa sebab yang jelas bayi 2 bulan ini akhirnya meninggal. Sekali lagi kisah ini mempertanyakan moral nabi kita Muhammad, seseorang yang dianggap sebagai suri teladan yang baik.

Mungkinkah Allah mengirim Jibril hanya untuk membatalkan sumpah Muhammad kepada Hafsa?

Bermoralkah seorang kakek berumur 60 tahun menghamili pembantunya yang berumur 20 tahun tanpa menikahinya?

Inikah yang dikatakan suri teladan terbaik?


=============================

Aku penasaran dengan cerita itu, lalu aku mencari penjelasan lain, ternyata ada lagi:
http://newsgroups.derkeiler.com/Archive/Soc/soc.culture.indonesia/2010-01/msg00199.html

Maryam Qibtiyah (Maria, Kristen Mesir) [41] Kisah Muhammad dengan Maria orang Mesir agak berbeda. Amro bin Al-Aaz membawa sebuah surat dari Muhmmad kepada Al-Muqawqis, penguasa Mesir, dan memerintahkan untuk memeluk Islam. Mengetahui kelemahan M



Maryam Qibtiyah (Maria, Kristen Mesir)

[41]

Kisah Muhammad dengan Maria orang Mesir agak berbeda. Amro bin Al-Aaz
membawa sebuah surat dari Muhmmad kepada Al-Muqawqis, penguasa Mesir,
dan memerintahkan untuk memeluk Islam. Mengetahui kelemahan Muhammad,
agar tidak beresiko, dia memberikannya hadiah berupa dua orang saudara
perempuannya yang sangat cantik. Jika bukan karena sebuah ayat Al-
Quran yang turun sebelumnya yang melarang menikahi dua orang saudara
perempuan, Muhammad mungkin akan melakukannya. Walaupun demikian, dia
hampir melanggar ayat Allah itu, dan menikahi mereka berdua, jika
bukan karena nasihat ayah mertuanya, Umar, yang menegurnya. Muhammad
puas dengan Maria, mengunjunginya dan menghabiskan banyak waktu siang
dan malam dengannya tanpa bosan-bosan.

Satu kali Maria ingin bertemu dengan Muhammad, jadi dia pergi untuk
menemuinya di rumah istrinya, Hafsah, puteri dari Umar, yang sedang
tidak ada di rumah pada waktu itu. Tetapi ketika Hafsah tiba-tiba
pulang, dia menemukan Muhammad sedang berhubungan intim dengan Maria
di tempat tidurnya sendiri! Dia berkata kepada Muhammad:

“Di dalam rumahku dan di atas tempat tidurku dan pada hari yang
ditentukan untukku…” Nabi, yang menerima pewahyuan Allah berkata:
“Rahasiakanlah dan jangan katakan siapapun. Jangan katakan kepada
Aisyah (karena ia sangat takut terhadap Aisyah). Dia menambahkan:
“Saya tidak akan menyentuh Maria lagi. Dan saya nyatakan kepadamu dan
ayahmu serta ayah Aisyah, bahwa mereka akan memimpin bangsaku setelah
aku. Saya tinggalkan hal itu kepada mereka”. Tetapi Hafsah memberitahu
Aisyah dan Muhammad menceraikan Hafsah.

Ketika kabar mengenai perceraian tersebut terdengar oleh Umar, ayah
Hafsah, dia menjadi sangat marah dan nyaris meninggalkan Islam. Ketika
Muhammad mendengar reaksi Umar, dia mengambil kembali Hafsah dengan
sebuah perintah dari “jibril”yang berkata kepadanya: “Hafsah akan
menjadi istrimu pada hari pengangkatan.”

Dalam surat 66:4-5, Allahnya Muhammad memberitahu istri-istri sang
nabi:

“Jika kalian berdua (merujuk kepada Aisyah dan Hafsah) bertobat
kepadanya, hatimu memang demikian keinginannya; namun jika kalian
saling mendukung melawannya, sesungguhnya Allah adalah pelindungnya
dan jibril dan (semua) orang benar diantara mereka yang beriman dan
lebih dari itu, para malaikat akan mendukungnya. Jikapun, bila
diinginkannya sang nabi untuk menceraikan kamu semua, Allah akan
memberikan kepadanya (Muhammad) sebagai gantinya, pendamping-
pendamping yang lebih baik darimu.”

Tidakkah itu semua menunjukkan bahwa Muhammad memiliki tuhan yang
mendukungnya secara kebablasan?

*[Coba bayangkan sejenak, untuk menyelesaikan love affair dan
kecemburuan akibat ulah Muhammad sendiri, Allah sampai mengerahkan
diriNya serta “jibril” dan seluruh umat beriman untuk membela sang
nabi, dalam menentang dua wanita tak berdaya, Aisyah dan Hafsah,
dengan memberikan ancaman dan ultimatum yang mematikan masa depan
mereka.]

Allah berkata: “Jika kamu tidak berhenti menentang rasul Allah, Aku,
Tuhannya, akan membuatnya menceraikanmu dan menikahi istri-istri lebih
baik darimu.” Apakah Sang Pencipta dari alam semesta ini benar-benar
tidak mempunyai pekerjaan yang lebih layak daripada mengurus langsung
permasalahan yang amat sepele?

*[Dimanakah hikmat yang telah Allah berikan kepada setiap orang,
apalagi kepada nabiNya, untuk private problem solving masing-masing?]

Saya yakini bahwa tuhan dengan kwalitas seperti itu pastilah bukan
Tuhan, kecuali jebakan yang saling menipu daya dari atas ke bawah.

Terdapat banyak keganjilan mengenai kehidupan seorang nabi. Tetapi
yang lebih ganjil lagi jika melihat umat Muslim yang membaca dan
melihat realitas kehidupan Muhammad, namun tetap berjalan di belakang
orang tersebut! Mengapa? Saya sudah ungkapkan mengenai “ketakutan
terhadap yang menakutkan” yang menguasai dunia (pikiran) Islam. Dalam
kenyataannya, banyak orang Muslim mengetahui betul sejarah hidup
Muhammad; tetapi terperangkap dalam rethorika, intimidasi, teror dan
ketakutan yang menguasai mereka. Kematian adalah hukuman bagi mereka
yang meninggalkan Islam.

[46] Sejarah telah menceritakan kepada kita bahwa Abu Bakar
memerintahkan sepuluh ribu orang dibunuh dalam tiga hari karena mereka
memilih meninggalkan Islam.


(mereka harus tahu bahwa ujung akhir ikut meneladani Muhammad dengan serius termasuk membunuh merampok dan memperbudak adalah NERAKA, itu hasil penyelidikanku dan pengakuan orang-orang yang melihatnya di neraka.Lihat artikelku yang lain MISTERI NERAKA. ~ pemdun)


=======================

Aku ketemu bantahannya!! sayang tidak cukup kuat untuk melawan argumen cerita runtut yang diceritakan berkali-kali oleh banyak orang di atas. 

http://reviewofreligions.blogspot.com/2012/07/menanggapi-isu-seputar-nabi-muhammad.html

REVIEW OF RELIGION-IN ALLAH WE TRUST-REVIEW OF RELIGION

Browse » Home » Nabi Muhammad » Menanggapi Isu Seputar Nabi Muhammad Dan Maria Al-Qibtiyya
Menanggapi Isu Seputar Nabi Muhammad Dan Maria Al-Qibtiyya
Diposkan oleh Wedul Sherenian
Dalam sejarah hidup antara nabi Muhammad dan Zaenab ada sebuah isu yang entah tidak tahu siapa yang mula-mula menyebarkannya. Isu tersebut kemudian diabadikan dalam surah Al-Quran AT-TAHRIIM (66) : 1-5

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 66:1)

Maria al-Qibtiyya atau Maria Koptik merupakan bekas budak yang beragama Kristen yang dikirim sebagai hadiah oleh Muqawis (Pejabat Bizantium) tahun 628 M dan telah memeluk Islam. Menurut beberapa catatan Islam dia termasuk istri nabi Muhammad yang memputrakan Muhammad bin Ibrahim (meninggal saat bayi). Maria tidak pernah menikah lagi setelah meninggalnya nabi Muhammad tahun 632M. Dia meninggal lima tahun kemudian.Menurut riwayat dia tidak ditempatkan bersama-sama istri yang lain, tetapi ditempatkan di sebuah rumah yang lain. 

Dikisahkan dari beberapa riwayat bahwa nabi Muhammad menggauli istrinya yang bernama  Mariya Qibtiyah (bekas budak coptic) dirumah dan di tempat tidur Hafsah, ketika hafsah tidak ada dirumahnya (beberapa sumber cuma menyebutkan bahwa nabi dan Mariya cuma berada dalam satu ruang dan tak ada yang tahu mereka lagi apa). Rumah Hafsah merupakan rumah nabi juga yang ditinggali Hafsah.

Setelah kejadian itu berlangsung Hafsah pulang dan mengetahui apa yang sudah mereka lakukan, bahwa mereka berdua ada di rumahnya. Jika nabi dan Mariya berhubungan intim disana, Hafsah tidak akan kaget karena itu wajar bahwa mereka adalah suami istri. Tetapi  jika mereka hanya sekedar ngobrol dalam satu ruangan pun Hafsah sebagai wanita tidak akan bisa menahan rasa cemburunya.  Melihat hal itu Hafsah marah (setelah Mariya pergi). Yang terjadi kemudian nabi Muhammad dengan segera menemui Hafsah  dan  berkata dengan rahasia (tak didengar Mariya) bahwa Mariya akan diharamkan untuknya (nabi Muhammad) agar hati Hafsah bisa senang kembali. Padahal Allah telah menghalalkan Mariya sebagai istrinya. Dan Allah mengampuni kesalahan Nabi karena mengharamkan mariya.

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 66:2)

Allah mewajibkan nabi Muhammad termasuk seluruh muslim agar membebaskan diri dari sumpah terhadap sesuatu, yaitu mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. Dalam konteks ayat diatas, Allah mewajibkan nabi Muhammad membatalkan sumpahnya dengan membayar kafarat  seperti dalam Surah Al-Maidah (5:89). Temasuk perintah Allah untuk membatalkan pengharaman budak wanita seperti dalam kasus Mariya Qibtiyah diatas. Menurut Muqatil (B. Sulaiman) mengatakan bahwa nabi memerdekakan seorang budak untuk mencabut sumpahnya. Sementara menurut Hasan (Al-Basri) nabi sudah mendapat ampunan tanpa memerdekakan budak karena Allah adalah pelindung kalian, yang menolong kalian dan adalah Allah Maha Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari isteri-isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah), dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafsah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan yang sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu Hafsah bertanya: Siapakah yang memberitahukan hal ini kepadamu? Nabi menjawab: Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. 66:3)

Nabi Muhammad mengatakan suatu rahasia kepada Hafsah yaitu bahwa Mariya telah diharamkan untuknya (lihat QS 66:1) dan ternyata Hafsah menceritakan hal itu kepada Aisyiah (istri lain nabi).

Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mumin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. (QS. 66:4)

Jika Hafsah dan Aisyah bertobat dari mempergunjingkan nabi Muhammad tentang Mariya Qibtiyah maka hati mereka berdua dalam kebaikan. Tetapi jika mereka berdua menyusahkan nabi dengan memperbesarkan masalah ini apalagi sampai menggosipkan keluar keluarga, maka Allah, Malaikat dan orang beriman lah pelindungung Nabi. Dalam artian kewibawaan nabi tidak akan hancur.

Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Rabbnya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. (QS. 66:5)

Jika mereka berdua (Hafsah & Aisyah) menentang nabi, nabi akan menceraikannya dan akan diganti oleh Allah dengan isteri-isteri yang lebih baik wataknya (taat, shaleh, beriman, pentaubat, suka beribadah, suka puasa) baik perawan atau janda.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Tahriim 1

Pada ayat ini Allah SWT menegur Nabi SAW. karena dia bersumpah tidak akan meminum lagi madu, padahal madu itu adalah minuman halal. Sebabnya hanyalah karena menghendaki kesenangan hati istri-istrinya.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari `Aisyah. Ia berkata: “Rasulullah SAW. itu suka yang manis-manis dan senang madu. Di kala ia kembali pada waktu Asar, ia pergi ke rumah istrinya. Waktu itu ia tinggal pada Zainab binti Jahasy dan minum madu di sana. Maka bersepakatlah `Aisyah dengan Hafsah bahwa siapa saja di antara mereka berdua didatangi Nabi SAW. hendaklah ia berkata kepadanya: Saya mencium dari engkau ya Rasulullah bau magafis (yaitu buah karet yang rasanya manis tetapi baunya busuk). Apakah engkau memakan magafis? “Nabi menjawab: “Tidak, tetapi saya hanya meminum madu di rumah Zaenab binti Jahasy. Kalau begitu, saya tidak akan mengulangi lagi dan saya telah bersumpah. Hal ini, ditegaskan di muka Hafsah karena kebetulan Hafsahlah yang didatangi. Maka Hafsah memberitahukan kepada Aisyah kejadian itu. Padahal Nabi SAW. Sangat merahasiakannya.

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah SWT, Maha Pengampun atas dosa hamba-Nya yang bertobat, dan Dia telah mengampuni kesalahan Nabi SAW. yang telah bersumpah tidak mau lagi meminum madu. Padahal madu itu adalah minuman yang halal.


===========================


Masih penasaran ?? kunjungi klinks berikut, analisis agak serius tentang Mariya Qibtiyah: 

Referensi

http://www.answering-islam.org/Responses/Osama/umar_mary2.htm

On Mary, Muhammad's Concubine (Round Two)
The following is our response to Umar's rebuttal to our initial rebuttal to his response to my rebuttal to two Muslims' accusations (1; 2) against Ali Sina!


KESIMPULAN:

Mariya Qibtiyah bukan sekedar budak, tetapi memang gendakan (concubine, selir) Muhammad. 
Antar istri Muhammad sering saling plot, tidak akur, bahkan mereka beberapa kali melakukan plot melawan Muhammad. 
Cerita Mariya Qibtiyah pembantu hafsah yang diambil jadi selir Muhammad memang benar. 
Ayat2 AlQuran dan hadis di atas benar berkaitan dengan cerita itu, dan rekonstruksi sejarahnya kira-kira benar sesuai yang kalian baca di atas ditulis oleh beberapa orang.